April 18, 2026, oleh

Malang, WISATA – Kabar menarik datang dari dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan inovasi baru dalam sistem penerimaan mahasiswa dengan membuka jalur khusus bagi influencer dan konten kreator. Program ini resmi dibuka mulai 1 April hingga 25 Juni 2026, menjadi peluang segar bagi generasi muda yang aktif di dunia digital untuk melanjutkan pendidikan tanpa harus melalui jalur ujian tulis konvensional.
Melalui skema ini, eksistensi di media sosial bukan lagi sekadar hobi atau ajang ekspresi, tetapi bisa menjadi tiket masuk ke perguruan tinggi. Calon mahasiswa cukup menunjukkan portofolio digital mereka, seperti jumlah pengikut dan kualitas konten yang telah diproduksi. Syarat minimal yang ditetapkan antara lain memiliki setidaknya 5.000 subscriber di YouTube atau 10.000 followers di platform seperti Instagram dan TikTok.
Namun, UMM tidak hanya menilai dari angka popularitas semata. Kampus tetap menekankan kualitas konten sebagai faktor utama. Konten yang dihasilkan harus bersifat kreatif, edukatif, dan memberikan dampak positif bagi audiens. Hal ini menunjukkan bahwa UMM ingin menjaring individu yang tidak hanya terkenal, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam penggunaan media digital.
Wakil Rektor II UMM, Dr. Ahmad Juanda, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi karakter generasi Z yang sangat dekat dengan teknologi dan media sosial. Ia menilai bahwa dunia pendidikan perlu bertransformasi agar tetap relevan dengan dinamika profesi masa kini.
Menurutnya, para konten kreator memiliki peran besar sebagai komunikator publik di era digital. Mereka mampu memengaruhi opini, menyebarkan informasi, dan membangun tren. Oleh karena itu, UMM ingin memberikan ruang bagi talenta-talenta tersebut agar dapat berkembang lebih terarah melalui pendidikan formal.
Program ini juga dipandang sebagai langkah strategis untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi digital yang kuat. Dengan bekal tersebut, diharapkan para mahasiswa dapat menjadi figur inspiratif yang mampu memberikan dampak positif lebih luas bagi masyarakat.
Hadirnya jalur influencer ini sekaligus mempertegas posisi UMM sebagai institusi pendidikan yang adaptif dan visioner. Kampus tidak lagi terpaku pada metode seleksi tradisional, melainkan mulai mengakui potensi baru yang lahir dari perkembangan teknologi.
Bagi para kreator muda, ini adalah kesempatan untuk mengubah karya digital menjadi masa depan yang lebih pasti. Kini, aktivitas di media sosial bukan hanya soal eksistensi, tetapi juga bisa menjadi langkah awal menuju pendidikan tinggi dan karier yang lebih profesional.