April 18, 2026, oleh

MALANG, PIJARNEWS.ID – Dinamika menjelang suksesi kepemimpinan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya kian menghangat. Di tengah kebutuhan akan figur terbaik dan visioner, M. Rizqi Ulin Nuha secara resmi menyatakan kesiapannya untuk maju dalam bursa Calon Ketua Umum.
Dengan mengusung visi besar bertajuk “Titik Temu IMM: Menjadikan IMM Malang Raya sebagai Etalase Aktivisme Profetik menuju Peradaban Utama”, sosok yang akrab disapa Ulin ini hadir menawarkan gagasan segar bagi arah gerak IMM Malang Raya kedepan.Visi tersebut ia rumuskan setelah mengidentifikasi permasalahan mendasar yang menghambat gerakan IMM Malang Raya.
Dalam pembacaannya, ia melihat terdapat beberapa tantangan internal yang menjangkiti IMM Malang Raya, seperti dinamika loyalitas kader, hilangnya keteladanan dan regenerasi, fragmentasi gerakan komisariat, serta lemahnya tata kelola organisasi. Sementara tantangan eksternal yang turut berpengaruh ialah karakter generasi Z di era Society 5.0, fenomena disrupsi ideologi, hingga attention war.
Untuk itu, ia membangun kerangka pikir dasar yang terdiri dari tiga pilar, yakni perkaderan, manajemen organisasi, dan gerakan. Melalui kerangka pikir dasar tersebut, lahir misi yang ia sebut sebagai 4 Misi Revolusioner, yaitu (1) membentuk ekosistem kader yang memiliki basis Trikoda, (2) menghidupkan gerakan mahasiswa IMM yang berlandaskan nilai-nilai aktivisme profetik dan berorientasi pada transformasi sosial, (3) membangun tata kelola organisasi yang kolaboratif, inklusif, dan mampu merawat keberagaman kader, dan (4) mendorong lahirnya kader dan alumni IMM yang memiliki kapasitas sebagai intelektual publik.
Seluruh misi revolusioner tersebut ia pastikan bukan sebatas retorika kosong. Jauh sebelum memberanikan diri terjun ke arena kontestasi Musycab, ia telah menempuh jalan persiapan diri yang panjang dan matang. Akar religiusitas, intelektualitas dan humanitas telah disemai dan dirawat secara berjenjang sejak dari tanah kelahirannya.
Ditempa di bangku MTs YTP Kertosono, ia mewarisi fondasi religiusitas dan kedisiplinan hidup yang mengakar kuat. Langkah ini kemudian berlanjut ke pendidikan menengah akhir di SMAN 1 Kertosono. Perpaduan antara basis pendidikan madrasah dan sekolah umum ini secara alamiah membentuk karakternya yang luwes namun tegas dalam hal-hal prinsipil.
Setamat SMA, ia memutuskan untuk merantau ke Kota Malang dan menempuh pendidikan sarjana Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Di kampus ini, ia mencoba menyelami lebih dalam anatomi perilaku manusia dalam sebuah sistem. Hal ini dibuktikan melalui karya skripsi yang berjudul “Peran Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Afektif Karyawan pada Organisasi”.
Menurutnya, karya skripsi ini bukan sekadar pemenuhan syarat kelulusan semata, melainkan manifestasi dari komitmennya tentang bagaimana cara merawat loyalitas, membangun ikatan emosional, dan menciptakan ekosistem sosial yang sehat—sebuah modal fundamental yang dibutuhkan untuk mengelola dan mengembangkan organisasi seperti IMM.
Tak berhenti pada pencapaian sarjana, kesadarannya akan tantangan kepemimpinan masa depan yang kian kompleks mendorongnya untuk terus belajar. Saat ini, ia tengah mematangkan kapasitas intelektualnya dengan menempuh studi magister Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) di Universitas Airlangga (Unair).
Keputusannya untuk mendalami ilmu PSDM ini memberikan penegasan yang jelas, bahwa ia sangat siap untuk merevolusi tata kelola perkaderan IMM Malang Raya—memastikannya berjalan lebih sistematis, adaptif, dan mampu mencetak kader-kader pelopor, pelangsung, dan penyempurna amanah.
Di ranah praksis, kapasitas manajerial dan modal sosialnya telah teruji secara nyata melalui berbagai organisasi. Ia mendedikasikan pengabdian strukturalnya di IMM sejak akar rumput, yakni dengan mengemban amanah sebagai Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (SPM) IMM Komisariat Restorasi UMM.
Kepemimpinannya yang berdampak di level komisariat tersebut kemudian mengantarkannya untuk melanjutkan kiprah strategis pada posisi yang sama di PC IMM Malang Raya.Lebih dari sekadar organisatoris, ia juga memiliki visi yang tajam pada jantung IMM, yaitu ranah perkaderan.
Komitmennya dalam mencetak dan merawat generasi penerus IMM dibuktikan lewat kontribusi penuhnya sebagai Instruktur Cabang IMM Malang Raya sepanjang tahun 2023 hingga 2025. Tak berhenti di situ, saat ini ia juga dipercaya mengambil peran vital sebagai Instruktur Madya di tingkat IMM Jawa Timur.
Kapasitas kepemimpinannya juga teruji di luar lingkungan IMM. Nalar riset dan ketajaman analitisnya pernah diasah dengan sangat baik saat ia memimpin Bidang Research and Development (R&D) BEM Fakultas Psikologi UMM pada tahun 2022. Kini ia turut dipercaya untuk memikul tanggung jawab sebagai Ketua PC Pemuda Muhammadiyah Kertosono.
Rentetan pengabdian ini semakin menegaskan bahwa ia adalah kader tulen Muhammadiyah yang lahir dan tumbuh berkembang dalam tradisi Kemuhammadiyahan yang kuat.
Sementara di luar aktivisme organisasi, ia mendedikasikan keilmuannya ke dalam ranah profesional dengan menjadi Asisten Psikolog di Pusat Layanan Psikologi UMM sepanjang tahun 2024 hingga 2025. Kepiawaiannya dalam mentransformasikan gagasan dan membentuk karakter manusia juga tervalidasi lewat peran strategisnya sebagai Instruktur di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) UMM hingga saat ini.
Rangkaian rekam jejak ini menjadi bukti tak terbantahkan bahwa ia bukan sekadar pemikir, melainkan juga aktor penggerak yang tangguh. Bahkan lebih jauh lagi, ia memiliki cukup kapasitas untuk merawat, mendidik, dan memberdayakan seluruh potensi kader di IMM Malang Raya dalam bingkai aktivisme profetik menuju peradaban utama.