April 20, 2026, oleh Humas Universitas

Tim mahasiswa Program Studi Teknik Industri UMM

Malang, WISATA – Kendala cuaca yang tidak menentu serta mahalnya biaya operasional oven listrik masih menjadi persoalan klasik bagi pelaku UMKM, khususnya produsen mie kering. Proses pengeringan yang memakan waktu lama dan ketergantungan pada kondisi lingkungan sering kali menghambat produktivitas usaha. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan solusi inovatif berupa mesin pengering berbasis gas bernama Gas Heated Air Circulation Dryer.

Inovasi ini digagas oleh tim mahasiswa Program Studi Teknik Industri yang dipimpin oleh Hanum Salsabila Djirimu bersama rekan-rekannya. Ide tersebut lahir dari hasil pengamatan langsung di lapangan, ketika mereka mendapati pelaku UMKM masih menggunakan oven listrik berkapasitas kecil dengan waktu pengeringan yang bisa mencapai lebih dari tiga jam. Kondisi ini dinilai tidak efisien dan berdampak pada rendahnya kapasitas produksi.

Berbeda dari metode konvensional, mesin pengering ini memanfaatkan sumber panas dari gas yang dikombinasikan dengan sistem sirkulasi udara modern. Di dalam alat tersebut terdapat blower yang berfungsi menyebarkan panas secara merata ke seluruh ruang pengering. Dengan demikian, proses pengeringan menjadi lebih cepat dan hasilnya lebih konsisten. Tak hanya itu, alat ini juga dilengkapi sensor suhu otomatis dan timer yang membantu menjaga kestabilan suhu selama proses berlangsung.

Keunggulan lainnya terletak pada aspek efisiensi biaya. Penggunaan bahan bakar gas dinilai lebih ekonomis dibandingkan listrik maupun panel surya yang membutuhkan investasi awal besar. Dengan biaya pembuatan prototipe sekitar tiga juta rupiah, mesin ini dinilai sangat terjangkau bagi pelaku usaha kecil. Efisiensi ini diharapkan mampu membantu UMKM menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan daya saing mereka di pasar.

Dosen pembimbing tim, Adhi Nugraha, turut mengapresiasi hasil karya mahasiswa tersebut. Menurutnya, inovasi ini mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu teknik secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan ini tidak hanya dilihat dari sisi teknologi, tetapi juga dari pertimbangan aspek ekonomi yang membuat alat ini relevan untuk digunakan oleh pelaku UMKM.

Lebih jauh, inovasi ini menunjukkan peran aktif dunia akademik dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat. Mesin pengering ini diharapkan tidak berhenti pada tahap prototipe, tetapi dapat segera diproduksi secara massal agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.

Dengan hadirnya Gas Heated Air Circulation Dryer, para pelaku UMKM, khususnya produsen mie kering, kini memiliki alternatif teknologi yang lebih praktis, hemat biaya, dan tidak lagi bergantung pada cuaca. Inovasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan kepekaan sosial mampu melahirkan solusi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.