April 30, 2026, oleh

Riset yang mengusung judul Effect of Number of Blades with 90° Angle on the Performance of Helix Savonius Vertical Wind Turbine ini bukan sekadar pemenuhan tugas akhir. Proyek ini merupakan wujud nyata kolaborasi riset strategis lintas disiplin dan lintas negara. Penelitian tersebut melibatkan kepakaran dosen Teknik Mesin dan Teknik Industri UMM, serta menggandeng mahasiswa dari National Formosa University, Taiwan.
Fokus utama penelitian ini adalah hilirisasi teknologi. Mufid mengembangkan turbin angin sumbu vertikal yang dirancang khusus agar tetap beroperasi maksimal pada kecepatan angin rendah, memberikan solusi konkret bagi krisis energi di kawasan pedesaan.
Dengan memanfaatkan material lokal yang mudah dijangkau di pasaran, teknologi tepat guna ini dapat dirawat secara mandiri oleh masyarakat tanpa memakan biaya besar.
“Teknologi yang bagus adalah teknologi yang mampu diterapkan sesuai dengan keadaan lingkungan sekitarnya, serta dapat diperbaiki sendiri oleh masyarakat setempat,” tegasnya.
Rekam jejak akademik Mufid menjadi representasi nyata dari komitmen UMM dalam mencetak lulusan unggul yang kompetitif secara global. Portofolio risetnya sangat komprehensif; tidak hanya diakui lewat publikasi Scopus, ia juga tercatat sebagai pemegang Hak Cipta (HKI) untuk alat deteksi dini Rheumatoid Arthritis dan telah menerbitkan buku panduan teknik mesin ber-ISBN. Inovasinya pun secara rutin mendapatkan pendanaan bergengsi dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kemendikbudristek.

Di level kompetisi, daya saingnya tak perlu diragukan. Mufid pernah menyabet gelar Juara Kategori Anugerah Pemberdaya Masyarakat pada Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2025, meraih medali perak pada kompetisi sains tingkat ASEAN, serta membawa pulang gelar Juara 3 Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional pada divisi Leisure Boat.
Mufid menyadari bahwa seluruh pencapaian intelektualnya tidak lepas dari ekosistem akademik UMM yang sangat progresif dalam mewadahi potensi mahasiswanya. “Di UMM, semua mahasiswa diberikan kesempatan yang sama. Semua bentuk prestasi pasti dihargai di sini,” ungkap pemuda asal Jawa Timur tersebut.
Ke depan, Mufid bersiap melanjutkan studi ke jenjang magister untuk terus mengembangkan kapasitas riset dan pengabdiannya. Sebagai peneliti muda yang telah teruji ketekunannya melalui berbagai fase simulasi dan kegagalan desain, ia menekankan pentingnya resiliensi dalam dunia akademik.
“Kalau sedang stuck di penelitian, rehat sebentar untuk menyegarkan pikiran itu boleh. Tapi ingat, penelitian yang bagus itu bukan sekadar berkualitas, melainkan penelitian yang selesai,” pungkasnya membagikan pesan inspiratif bagi para akademisi muda lainnya.