May 2, 2026, oleh

Mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2022 ini berhasil lulus tanpa skripsi lewat jalur ekuivalensi. “Tiket emas”-nya? Sebuah inovasi beras artifisial berbahan ekstrak daun bayam merah.
Bukan sekadar ide, inovasi ini terbukti mampu membantu menekan angka stunting di masyarakat.
Dari PKM ke Dampak Nyata
Perjalanan Riri—sapaan akrabnya—dimulai dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Ia menggagas proyek “Stunting Free Zone with Gen Z” yang diterapkan di Kelurahan Tlogomas.
Bersama timnya, ia mengembangkan beras yang diperkaya ekstrak bayam merah dan bahan alami kaya zat besi.
Hasilnya tidak main-main.
“Alhamdulillah, program kami tidak hanya sebatas riset di atas kertas, tetapi membawa dampak yang nyata. Dalam waktu empat bulan penerapan, angka stunting di wilayah tersebut berhasil menurun signifikan, dari 12 persen menjadi 6 persen,” ungkapnya.
Lanjut Inovasi, Lanjut Prestasi
Tidak berhenti di situ, Riri kembali mencetak prestasi lewat proyek “Elder-Greens: Partisipasi Gen Z dalam Degradasi Stres Lansia dengan Pendekatan Hydroponic Serenity”.
Program ini bahkan menembus tingkat nasional dan berlanjut menjadi kerja sama resmi dengan Pemerintah Kota Batu untuk diterapkan di lingkungan pondok lansia.
Dari sinilah, ia akhirnya mendapatkan hak ekuivalensi untuk lulus tanpa skripsi.
“Melalui keberhasilan dan keberlanjutan proyek Elder-Greens ini, saya akhirnya mendapatkan ekuivalensi untuk lulus tanpa harus menulis skripsi. Rasanya bangga bisa berkontribusi membantu menurunkan tingkat stres para lansia melalui kegiatan hidroponik,” tambahnya.
Aktif di Mana-Mana, Bukan Cuma di Lab
Di balik inovasi dan prestasinya, Riri dikenal sebagai sosok yang aktif di berbagai bidang.
Sejak semester dua, ia sudah terlibat di Humas sebagai reporter. Ia juga aktif di BEM Fakultas dan organisasi IMM.
Prestasi lain pun ikut menyusul, termasuk Juara 1 National University Debating Championship (NUDC) 2023.
Tak hanya itu, kepeduliannya terhadap sosial diwujudkan lewat kegiatan mengajar anak-anak dari kelompok marjinal melalui program Sekolah Relawan.
Metode yang digunakan pun kreatif, salah satunya dengan teknik mendongeng agar materi lebih mudah dipahami.
Dari Kampus ke Dunia Profesional
Pengalaman Riri tidak berhenti di kampus. Pada 2025, ia menjalani magang di salah satu BUMN di Jakarta selama empat bulan.
Di sana, ia terlibat dalam pengembangan SDM, termasuk memberikan pelatihan psikotes kepada karyawan.
“Walaupun hanya empat bulan, aku merasa mendapat banyak pengalaman berkesan. Di sana aku berkesempatan memberikan pelatihan kepada karyawan BUMN melalui psikotes training,” ceritanya.***