May 6, 2026, oleh

Konsistensi tanpa henti membuahkan prestasi bertaraf dunia. Guru Besar Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ishomuddin, M.Si., resmi mencatatkan namanya di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai panelis diskusi daring internasional berkesinambungan terbanyak.
Penghargaan bergengsi yang diserahkan pada April lalu menjadi bukti pengakuan atas dedikasi luar biasa. Usai melalui proses verifikasi ketat, ia tercatat telah tampil sebagai panelis sebanyak 97 kali hingga Januari 2026 dalam forum International Deliberation on Islam, dan angka ini masih terus bertambah.
International Deliberation on Islam adalah panggung strategis yang mempertemukan ulama, akademisi, dan cendekiawan sejagat. Setiap sesinya menyedot perhatian 400 hingga 500 peserta dari berbagai belahan dunia, yang mayoritas merupakan profesor dan doktor. Di hadapan ratusan cendekiawan inilah, gagasannya terus menggema sejak ia mulai aktif pada 2018.
Dalam berbagai diskusinya, ia secara tajam membedah epistemologi Islam. Ia memaparkan tiga paradigma utama studi Islam yakni Bayani (teks), Burhani (logika), dan Irfani (spiritual). Menariknya, ia memberikan penekanan khusus pada pendekatan Irfani yang membumikan praktik spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendekatan Irfani ini sering kali terabaikan, padahal ia memiliki kedalaman makna yang sangat krusial dalam memahami Islam secara komprehensif,” tegasnya.
Dedikasinya tidak berhenti di podium internasional. Gagasan Irfani ini juga terus ia sebarluaskan kepada mahasiswa, dosen, hingga cendekiawan di tingkat lokal dan nasional.
Ketajaman intelektualnya terbukti nyata secara tertulis. Selain menjadi panelis dunia, ia adalah seorang akademisi yang sangat produktif. Sejak tahun 2013, ia telah melahirkan sekitar 100 karya yang tercatat resmi sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Rekam jejak ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai ilmuwan yang berdedikasi penuh pada riset dan pengabdian masyarakat.
Melalui kiprahnya di puluhan forum dunia, dosen Fakultas Agama Islam UMM itu mengemban misi besar yakni menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan inklusif. Ia berharap ruang-ruang dialog internasional ini terus menjadi mesin penggerak keilmuan bagi umat Islam global.
Pencapaian monumental ini sekaligus menegaskan posisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai institusi pendidikan yang tak henti mendorong sivitas akademikanya untuk mendobrak batasan dan memberikan kontribusi nyata di kancah dunia.(*rik/faq)
Penulis: Roudhotul Mufarikha | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman