May 6, 2026, oleh

Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga berani merintis peluang nyata di lapangan. Hal ini dibuktikan oleh Abdurrahman Sayuti, alumnus Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2020, yang sukses meniti karier sebagai eksportir arang briket dengan jangkauan pasar internasional.
Kesuksesan pria yang akrab disapa Sayuti ini tidak diraih dalam semalam. Perjalanannya dimulai dari nol pada tahun 2022, saat ia masih duduk di bangku semester tiga. Menariknya, modal awal bisnis ini bukan berasal dari privilese, melainkan dari hasil keringatnya memutar uang lewat bisnis jual-beli motor bekas dan suku cadang.
“Modal pertama saya itu murni dari jual-beli motor dan suku cadang. Dari situ saya mulai menabung dan akhirnya berani banting setir membangun perusahaan arang briket,” ungkap Sayuti.
Di tahap awal merintis usaha, Sayuti tak segan turun ke lapangan. Sepulang kuliah, ia menjajakan produknya secara langsung di pasar-pasar tradisional. Pengalaman di tingkat akar rumput ini menjadi kawah candradimuka baginya untuk memahami selera dan dinamika pasar.
Kerja kerasnya menemui titik terang saat ia aktif membangun jejaring. Titik balik usahanya terjadi ketika Sayuti mengikuti forum bisnis nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur. Kolaborasi dengan pelaku industri profesional di forum tersebut sukses mengantarkannya pada ekspor perdana ke Singapura pada tahun 2023.
Kini, skala bisnisnya melesat tajam. Untuk satu kali pengiriman, usahanya mampu memenuhi permintaan pasar ekspor hingga 15 ton arang briket. Angka keuntungan yang diraih pun tidak main-main.
“Kalau kita hitung omzet bersih, itu berkisar antara Rp90 juta hingga Rp130 juta untuk sekali transaksi. Angka ini bahkan bisa lebih besar untuk pengiriman dalam skala partai besar,” jelasnya.
Di balik deretan angka fantastis tersebut, Sayuti menekankan bahwa relasi atau networking adalah kunci paling krusial untuk bertahan di sektor ekspor. Selain itu, ia mengakui bahwa wawasan akademik yang ia peroleh di UMM khususnya dari mata kuliah Bisnis Internasional memberikan fondasi berpikir yang tajam dalam memetakan peluang pasar global.
Sebagai penutup, pengusaha muda ini menitipkan pesan penting bagi kalangan mahasiswa agar berani keluar dari zona nyaman dan tidak hanya terkungkung di ruang kelas.
“Sebagai mahasiswa, selain ambisius terhadap nilai akademik, kita juga harus ambisius terhadap pengalaman. Pintar-pintarlah mengambil kesempatan dan memperluas relasi. Dari situlah peluang besar akan terbuka,” pungkasnya.(*rik/faq)
Penulis: Roudhotul Mufarikha | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman