May 15, 2026, oleh

LOCUSonline,MALANG – Di saat banyak lulusan kampus masih bingung membedakan CV dengan caption Instagram, Universitas Muhammadiyah Malang memilih tancap gas menyiapkan mahasiswanya menghadapi persaingan global.
Komitmen itu ditunjukkan lewat perayaan kelulusan program Foreign Language for Special Purpose (FLSP) dalam ajang FLSP FESTAPHORIA X PRIME UMM 2026 yang digelar meriah di Helipad UMM, Rabu (13/5/2026).
Mengusung tema Fostering Global Minds Through Language and Talent, ribuan mahasiswa memadati lokasi acara yang menjadi simbol bahwa kemampuan bahasa asing kini bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan utama di dunia kerja modern.
Wakil Rektor II UMM, Ahmad Juanda, mengatakan program pembelajaran bahasa asing intensif selama satu tahun itu dirancang untuk mencetak lulusan yang tidak hanya pintar teori, tetapi juga siap bersaing di tingkat internasional.
Menurutnya, UMM memiliki konsep kompetensi 3B sebagai modal utama mahasiswa menghadapi masa depan.
“B pertama itu bahasa asing, B kedua bahasa pemrograman digital seperti Python, dan B ketiga bahasa Indonesia yang baik dan benar,” jelasnya.
Pernyataan itu seolah menjadi sindiran halus bagi realita sebagian generasi muda yang fasih bahasa gaul media sosial, tetapi gugup saat diminta presentasi formal atau menghadapi wawancara kerja internasional.
UMM menilai kemampuan bahasa asing kini menjadi tiket penting untuk membuka peluang global, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga jejaring internasional.
Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, menjelaskan kampus memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa untuk menembus pengalaman internasional, termasuk melalui program beasiswa Erasmus+ ke Eropa.
Selain itu, mahasiswa juga diberi akses pembelajaran lintas budaya lewat fasilitas American Corner, Aussie Corner, Chinese Corner, dan Japan Corner di perpustakaan kampus.
“Ini bukan akhir belajar bahasa asing, tapi justru awal untuk terbang lebih tinggi dan mendapatkan pengalaman global,” katanya.
Program FLSP juga dirasakan langsung manfaatnya oleh mahasiswa. Salah satunya Risqi Medani Van de Vrie, mahasiswa Program Studi Manajemen 2024 yang dinobatkan sebagai lulusan FLSP terbaik tingkat universitas.
Risqi mengaku bangga bisa menyelesaikan pembelajaran bahasa Mandarin yang menurutnya cukup menantang. Ia menilai lingkungan positif di kampus menjadi faktor penting dalam membangun motivasi dan prestasi mahasiswa.
“Saya mendorong teman-teman memilih lingkungan positif dan orang-orang yang mendukung kita menjadi versi terbaik diri sendiri,” ujarnya.
Lewat program ini, UMM ingin membangun budaya kampus yang tidak hanya mengejar ijazah, tetapi juga membentuk mental global mahasiswa.
Karena di era persaingan internasional sekarang, gelar sarjana saja kadang tidak cukup. Dunia kerja mencari orang yang bisa beradaptasi, berpikir modern, menguasai teknologi, dan tentu saja mampu bicara lintas bahasa, bukan cuma jago mengetik siap laksanakan di grup chat.*****