May 16, 2026, oleh

MALANGRAYA.CO – Proses Seleksi Terbuka (Selter) jabatan Sekretaris Daerah Kota Batu terus berlanjut ke tahap selanjutnya. Dari sepuluh pendaftar awal, kini tersisa enam nama yang berkompetisi memperebutkan kursi pimpinan tertinggi birokrasi pemerintahan Kota Batu.
Keenam calon yang melaju tersebut adalah Kepala Dinas Pendidikan Alfi Nurhidayat, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mohammad Nur Adhim, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Akhmad Dahlan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Arief As Siddiq, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Bangun Yulianto, dan Inspektur Endro Wahjudi.
Menanggapi persaingan ini, Pengamat Sosial Politik dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Wahyudi Winarjo, M.Si, menguraikan kriteria sosok Sekda yang ideal untuk memimpin roda pemerintahan daerah.
Menurutnya, syarat utama yang wajib dimiliki adalah rekam jejak yang bersih, baik selama bertugas di lingkungan Pemkot Batu maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
“Sekda tentunya harus punya track record bersih, berpengalaman, memiliki jiwa pengabdian yang tinggi, serta memiliki komitmen, loyalitas, dan integritas yang tidak diragukan lagi,” ungkap Prof. Wahyudi Winarjo, pada Jumat (15/5/2026).
Melihat dinamika yang berkembang dan perbandingan langsung antar-kandidat, nama Alfi Nurhidayat dan Mohammad Nur Adhim disebut-sebut sebagai dua calon terkuat dengan keunggulan masing-masing.
Alfi Nurhidayat dikenal sebagai sosok pejabat yang merakyat, sigap, dan tangguh di segala medan.
Pengalamannya saat memimpin Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sebelumnya telah menempa dirinya piawai bekerja langsung di lapangan.
Sementara itu, Mohammad Nur Adhim yang kini menjabat Kepala Bapenda dinilai sangat menguasai seluk-beluk keuangan daerah, khususnya dalam pengelolaan serta pemungutan pajak dan retribusi daerah.
“Mas Alfi adalah salah satu ASN yang memiliki komitmen, loyalitas, dan integritas yang tinggi, baik kepada pimpinan maupun lembaga tempat dia mengabdi,” imbuh Wahyudi menyoroti salah satu calon unggulan.
Selain menilai kualitas kandidat, Wahyudi juga menyinggung tantangan netralitas Panitia Seleksi (Pansel).
Ia mengakui, dalam tradisi birokrasi di Indonesia, terutama di lingkup wilayah yang relatif sempit seperti Malang Raya, sangat sulit menemukan panitia yang sama sekali tidak memiliki hubungan kedekatan atau kekerabatan dengan peserta.
Oleh karena itu, kunci keberhasilan seleksi ada pada komitmen pribadi panitia dan pemegang kekuasaan.
“Semua kembali ke komitmen pribadi para Pansel dan pemegang kekuasaan. Mereka harus sekuat mungkin menghindari benturan kepentingan dalam menjalankan amanahnya,” tegasnya.
Sebelumnya, keenam kandidat telah menyelesaikan tahap asesmen manajerial dan sosial kultural (Mansoskul) di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jawa Timur, Surabaya, pada Senin (11/5/2026) lalu.
Di tahap itu, mereka diuji melalui analisis studi kasus, simulasi pemecahan masalah pemerintahan, hingga tes intelektual dan penggalian potensi diri.
Rangkaian seleksi belum usai. Tahap selanjutnya, para calon akan menjalani pemaparan makalah dan wawancara akhir di hadapan panitia seleksi di Balai Kota Among Tani pada Senin (18/5/2026).
Proses penentuan akan ditutup dengan tes kesehatan jasmani dan rohani yang diagendakan pada Kamis (21/5/2026) di RSUD Karsa Husada, sebagai syarat akhir penetapan Sekda definitif Kota Batu.(gus)***