May 18, 2026, oleh Humas Universitas

Kota Batu, Tugumalang.id – Perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu memasuki babak krusial dengan menyisakan enam kandidat terbaik. Dari sejumlah nama yang mengikuti proses seleksi, akademisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menilai ada dua figur yang dinilai ideal untuk menduduki posisi strategis tersebut.

Di tengah menguatnya dua nama itu, publik berharap sosok Sekda definitif Kota Batu nantinya tidak hanya memiliki kemampuan administratif yang baik, tetapi juga mampu menjadi penghubung yang solid antara birokrasi dan kepala daerah.

Pengamat Sosial Politik UMM, Prof. Dr. Wahyudi Winarjo, menegaskan bahwa integritas dan rekam jejak bersih menjadi syarat utama bagi calon pimpinan tertinggi ASN di lingkungan Pemkot Batu. Selain itu, figur Sekda juga harus mampu mengakselerasi visi dan misi kepala daerah.

“Sekda yang ideal harus memiliki rekam jejak yang bersih, berpengalaman, serta mempunyai jiwa pengabdian yang tinggi. Komitmen, loyalitas, dan integritasnya tidak boleh diragukan lagi, baik dalam kedinasan maupun kehidupan pribadi,” kata Wahyudi, Minggu (17/5/2026).

Dua Nama Dinilai Paling Berpeluang Jadi Sekda Kota Batu

Menurut Wahyudi, dari enam kandidat yang masih bertahan, peta persaingan mulai mengerucut pada dua figur yang dinilai memiliki peluang besar berkat pengalaman dan kapasitas di bidang masing-masing.

Figur pertama adalah Alfi Nurhidayat yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu. Ia dikenal sebagai ASN yang memiliki kemampuan lapangan dan dekat dengan masyarakat. Pengalamannya saat memimpin Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu juga menjadi nilai tambah tersendiri.

“ Saya menilai sosok ini (Alfi, red) merupakan salah satu ASN dengan komitmen dan loyalitas tinggi terhadap pimpinan maupun lembaga,” ujarnya.

Sementara itu, kandidat kedua adalah Mohammad Nur Adhim yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batu. Adhim dinilai memiliki kekuatan pada penguasaan sektor pengelolaan pendapatan daerah, khususnya optimalisasi pajak dan retribusi daerah.

“Meski dalam hal ini, keempat kandidat lainnya juga tidak kalah kompetitif dan punya kemampuan di ranah strategis masing-masing,” imbuhnya.

Baca juga: 6 Kandidat Lolos Seleksi Sekda Kota Batu Tahap Pertama, Siapa Saja?

Akademisi UMM Soroti Independensi Pansel Sekda Kota Batu

Selain menyoroti kualitas kandidat, Prof. Wahyudi juga menekankan pentingnya independensi Panitia Seleksi (Pansel) dalam menentukan Sekda Kota Batu definitif. Menurutnya, menjaga objektivitas di wilayah seperti Malang Raya bukan perkara mudah karena potensi kedekatan personal maupun konflik kepentingan selalu ada.

“Dalam tradisi di Indonesia, mencari personalia pansel yang benar-benar tidak memiliki hubungan dengan kandidat itu tidak mudah. Karena itu, semuanya kembali pada komitmen pribadi pansel dan pemegang kekuasaan,” jelasnya.

Ia berharap seluruh pihak mampu menekan kepentingan pribadi demi melahirkan pemimpin birokrasi terbaik bagi Kota Batu.

Sebelumnya, keenam kandidat telah menyelesaikan asesmen manajerial dan sosial kultural (mansoskul) di BKD Provinsi Jawa Timur pada Senin (11/5/2026). Dalam tahapan tersebut, para peserta menjalani analisis studi kasus, simulasi persoalan pemerintahan, hingga tes intelektual.

Selanjutnya, para kandidat masih harus menjalani tahapan penting berupa pemaparan makalah dan wawancara akhir di hadapan Pansel yang dijadwalkan berlangsung di Balai Kota Among Tani pada Senin, 18 Mei 2026. Setelah itu, mereka juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani di RSUD Karsa Husada sebelum penetapan Sekda definitif Kota Batu pada Kamis, 21 Mei 2026.