May 18, 2026, oleh Humas Universitas

MEDIA KOMPETEN – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menetapkan rincian biaya kuliah untuk seluruh program studi pada tahun akademik 2026/2027. Informasi mengenai besaran dana yang perlu dipersiapkan oleh calon mahasiswa baru ini dilansir dari Edukasi.

Komponen utama pembiayaan di kampus swasta ini bertumpu pada Biaya Studi Semester (BSS). Dana BSS tersebut mencakup beberapa elemen penting, mulai dari biaya daftar ulang, SPP, DPP, hingga fasilitas penunjang seperti Layanan IT dan Layanan Perpustakaan.

Pihak kampus menerapkan kebijakan khusus bagi calon mahasiswa baru jalur reguler atau gelombang II. Mereka akan dikenai kenaikan komponen DPP sebesar kurang lebih 10 persen yang wajib dilunasi satu kali pada saat proses her-registrasi.

Skema pembayaran BSS di UMM dirancang agar bisa diangsur sebanyak tiga kali dalam satu semester. Pembayaran angsuran pertama dilakukan saat pengisian KRS, angsuran kedua menjelang UTS, dan angsuran ketiga diselesaikan sebelum UAS.

Bagi mahasiswa semester pertama, dana BSS angsuran kesatu wajib dibayarkan bersamaan dengan proses daftar ulang. Sementara itu, biaya untuk keperluan KKN, skripsi, yudisium, dan wisuda tidak termasuk dalam BSS dan ditagihkan secara terpisah.

Besaran pembiayaan BSS bervariasi tergantung pada jurusan dan jalur gelombang yang dipilih oleh calon mahasiswa. Berikut adalah detail lengkap tarif BSS per semester untuk rumpun program studi kesehatan dan kedokteran.

Pada program studi Farmasi, mahasiswa jalur reguler I dikenai BSS semester 1 sebesar Rp 31,1 juta, sedangkan reguler II sebesar Rp 34,6 juta. Memasuki semester 2-3 nilainya menjadi Rp 29,1 juta, lalu turun menjadi Rp 16,5 juta pada semester 4-8.

Jurusan Kedokteran tercatat memiliki nominal tertinggi dengan BSS semester 1 reguler I senilai Rp 103.350.000 dan reguler II sebesar Rp 123.350.000. Untuk semester 2-3, biayanya sebesar Rp 101,7 juta, dan pada semester 4-8 ditetapkan Rp 27,3 juta.

Program studi Ilmu Keperawatan menetapkan tarif semester 1 reguler I sebesar Rp 17,350 juta dan reguler II Rp 19,6 juta. Biaya semester 2-7 disesuaikan menjadi Rp 16,050 juta, kemudian pada semester 8 berkurang menjadi Rp 12,3 juta.

Untuk jurusan Fisioterapi, beban biaya semester 1 bagi jalur reguler I adalah Rp 15,7 juta dan reguler II Rp 17,7 juta. Selanjutnya, perkuliahan semester 2-7 membutuhkan dana Rp 14,4 juta, serta semester 8 sebesar Rp 11,1 juta.

Biaya Kuliah Rumpun Ilmu Sosial, Humaniora, dan Agama

Rumpun program studi keagamaan dan sosial humaniora menawarkan struktur pembiayaan yang lebih terjangkau. Jurusan Pendidikan Agama Islam serta Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyah) menetapkan tarif seragam.

Kedua jurusan keagamaan tersebut mematok BSS semester 1 reguler I sejumlah Rp 6,6 juta dan reguler II Rp 7,6 juta. Dana untuk semester 2-7 adalah Rp 7,2 juta, yang kemudian menyusut menjadi Rp 5,1 juta pada semester akhir.

Skema serupa berlaku untuk Ekonomi Syariah dan Pendidikan Bahasa Arab. Mahasiswa reguler I membayar Rp 6,950 juta dan reguler II Rp 7,950 juta pada semester awal, dilanjutkan Rp 7,2 juta untuk semester 2-7, serta Rp 5,1 juta pada semester 8.

Bagi peminat Kesejahteraan Sosial dan Sosiologi, BSS awal berada pada angka Rp 7,2 juta (reguler I) dan Rp 8,7 juta (reguler II). Biaya semester berikutnya dipatok Rp 7,8 juta untuk semester 2-7 dan Rp 5,550 juta untuk semester 8.

Program studi Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, serta Psikologi dan Hukum memiliki rincian biaya yang identik. Semester 1 reguler I dikenai Rp 10.050.000, reguler II Rp 13,2 juta hingga Rp 13,550 juta, semester 2-7 Rp 10,650 juta, dan semester 8 sebesar Rp 6,3 juta.

Untuk Ilmu Pemerintahan, pihak UMM menetapkan tarif semester 1 reguler I senilai Rp 8,250 juta dan reguler II Rp 11,2 juta. Angsuran semester 2-7 dipatok Rp 8,850 juta, disusul semester 8 sebesar Rp 5,850 juta.

Tarif Pembiayaan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Jurusan Pendidikan Matematika, Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Kepelatihan Olahraga, serta Pendidikan Biologi memiliki kemiripan tarif. Biaya awal reguler I berkisar antara Rp 6,750 juta hingga Rp 6,750 juta, sedangkan reguler II berkisar Rp 8,250 juta sampai Rp 8,750 juta.

Memasuki semester 2-7, mahasiswa keempat jurusan tersebut menyetor dana sebesar Rp 7,350 juta, dan ditutup dengan Rp 5,1 juta pada semester akhir. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memiliki tarif lebih rendah, yakni reguler I Rp 6 juta dan reguler II Rp 8 juta.

Sementara itu, jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) mematok BSS awal Rp 7,050 juta (reguler I) dan Rp 9,550 juta (reguler II). Biaya kelanjutan untuk semester 2-7 adalah Rp 7,650 juta, dan semester 8 sebesar Rp 5,1 juta.

Anggaran Kuliah Fakultas Teknik dan Ekonomi

Rumpun Teknik yang meliputi Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Teknik Industri menetapkan biaya semester 1 reguler I sebesar Rp 9,450 juta dan reguler II Rp 11,3 juta. Biaya semester 2-7 dipatok Rp 10,050 juta dan semester 8 sebesar Rp 5,850 juta.

Jurusan Teknik Sipil mengikuti struktur yang hampir sama, namun jalur reguler II semester 1 sedikit lebih tinggi yaitu Rp 12,3 juta. Untuk program studi Informatika, BSS semester 1 reguler I mencapai Rp 10,5 juta dan reguler II sebesar Rp 14 juta.

Fakultas Ekonomi menempatkan jurusan Manajemen dengan tarif semester 1 reguler I Rp 11,55 juta dan reguler II Rp 14,7 juta. Akuntansi menetapkan reguler I Rp 9,6 juta dan reguler II Rp 11,9 juta, sedangkan Ekonomi Pembangunan mematok reguler I Rp 8,7 juta dan reguler II Rp 11,3 juta.