May 23, 2026, oleh Humas Universitas

Foto: Dosen UMM Masuk Daftar 100 Akademisi Terbaik Dunia 2026, Ini Sosoknya. (Illustration by Pexels)

Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Indonesia setelah seorang dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menembus kancah internasional. Sholahuddin Al Fatih, dosen dari Fakultas Hukum UMM, resmi masuk dalam daftar 100 akademisi terbaik dunia di bidang Ilmu Sosial.

Pemeringkatan yang dirilis oleh measuresHE ini menempatkan Fatih di posisi ke-91 secara global. Pencapaian ini membuatnya sejajar dengan para peneliti terkemuka dari kampus elit dunia, termasuk Oxford University di Inggris dan Deakin University di Australia.

Sistem Penilaian Objektif dan Transparan

Berbeda dengan pemeringkatan universitas pada umumnya, measuresHE menitikberatkan penilaian pada kualitas individu peneliti secara mandiri. Sistem ini bekerja secara objektif tanpa melibatkan skema langganan berbayar dalam menentukan hasil akhirnya.

Fatih menjelaskan bahwa sistem kurasi ini sangat ketat karena memantau langsung rekam jejak akademik melalui basis data terverifikasi. Data tersebut dilacak secara murni dari profil profesional seperti Scopus dan Web of Science guna memastikan validitas karya.

Ada tiga indikator utama yang digunakan dalam proses pemeringkatan ini:

Ketiga metrik di atas dirancang untuk menjaring para pilar intelektual sejati yang memberikan dampak nyata bagi ilmu pengetahuan. Dengan metode tersebut, reputasi lembaga besar tidak lagi menjadi penentu utama dalam penilaian kualitas individu.

Fatih menekankan bahwa pencapaian ini merupakan validasi atas kerja kerasnya dalam mengejar riset yang berbobot. Baginya, menjadi akademisi elit dunia bukan soal adu banyak jumlah publikasi, melainkan tentang seberapa besar dampak nyata karya tersebut.

Ia menegaskan bahwa pengakuan ini membuktikan pentingnya riset yang menawarkan wawasan mendalam bagi masyarakat. “Pengakuan ini memvalidasi upaya pengejaran riset yang menawarkan wawasan mendalam dan berdampak,” ungkap Fatih sebagaimana dikutip dari laman resmi UMM.