May 22, 2026, oleh Humas Universitas

SOLUSI PETANI: Tim mahasiswa Teknik Industri UMM berfoto bersama mesin pemisah cengkeh Clove Separator EVO ciptaan mereka di Kampus UMM

MALANG POSCO MEDIA, ​MALANG – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menciptakan Clove Separator EVO, sebuah mesin pemisah cengkeh semi-otomatis yang dirancang untuk menekan biaya produksi pertanian. Inovasi teknologi tepat guna ini hadir sebagai solusi konkret bagi para petani cengkeh di Dusun Karanggongso, Trenggalek, yang selama ini terbebani oleh tingginya biaya tenaga kerja dan lambatnya proses panen akibat metode manual.

​Alat inovatif ini merupakan karya Risqi Andy Sulbi Sasmita bersama timnya dari Program Studi Teknik Industri UMM angkatan 2022. Proyek yang lahir dari mata kuliah Perancangan Sistem Terpadu (PST) ini sengaja dirancang untuk mendongkrak kapasitas produksi secara masif, namun tetap mempertahankan harga jual yang ramah di kantong petani lokal.

​”Tujuan utama kami memang untuk meningkatkan kapasitas produksi petani hingga berkali-kali lipat dibandingkan cara manual. Alat ini kami proyeksikan memiliki harga jual yang jauh lebih kompetitif, yaitu sekitar enam hingga tujuh juta rupiah, dibandingkan mesin serupa di pasaran yang bisa mencapai belasan juta,” ujar Risqi.

​Melalui kehadiran Clove Separator EVO, efisiensi kerja di tingkat petani dipastikan melonjak tajam. Jika proses tradisional menggunakan tenaga manusia hanya sanggup memisahkan maksimal dua kilogram bunga cengkeh per jam, mesin ini mampu mengolah hingga 50 kilogram cengkeh dalam waktu yang sama. Hebatnya lagi, pelonjakan kapasitas hingga 25 kali lipat tersebut hanya membutuhkan satu sampai dua orang operator saja.

​Risqi memaparkan bahwa mesin ini beroperasi secara sistematis dengan mekanisme yang aman. Bunga cengkeh yang masuk ke dalam corong akan melewati rotor penggilingan, lalu disaring menggunakan sistem ayakan bergetar untuk memisahkan bunga dan tangkai secara utuh. Di samping efisien, tim mahasiswa UMM juga memastikan rancangan alat tetap memperhatikan aspek ergonomis serta keselamatan pengguna berkat arahan langsung dari para dosen pembimbing.

​Rencananya, purwarupa Clove Separator EVO yang menawarkan kemudahan perawatan harian ini akan segera dikirim ke Desa Tasikmadu pada bulan Juni mendatang. Pengiriman ini bertujuan untuk menguji keandalan alat secara langsung di lapangan bertepatan dengan momen masa panen raya cengkeh.

​Melalui keberhasilan proyek ini, Risqi berharap dapat memantik semangat rekan-rekan mahasiswa lainnya di Kampus Putih UMM untuk lebih peduli terhadap permasalahan riil yang ada di lingkungan sekitar mereka.

​”Kami berharap mahasiswa lain tidak perlu mencari ide terlalu jauh, cukup peka dengan kebutuhan di sekitar kita. Sebab, sekecil apa pun inovasi yang kita buat, itu sangat berarti bagi masyarakat,” pungkas Risqi. (imm/udi)