May 28, 2026, oleh

Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyalurkan puluhan hewan kurban secara masif menjelang Hari Raya Iduladha. Mengusung semangat kepedulian yang inklusif, pendistribusian tahun ini sengaja memperluas jangkauan wilayah, mulai dari kawasan Malang Raya hingga menyeberang ke Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Langkah masif Kampus Putih ini tidak sekadar menyasar kantong persyarikatan Muhammadiyah dan wilayah pelosok terpencil. UMM secara khusus juga menyentuh warga binaan di lembaga pemasyarakatan (lapas) serta sejumlah sekolah mitra yang selama ini memiliki kedekatan strategis dengan universitas.
Koordinator Distribusi Hewan Kurban UMM, Ir. Ali Mahmud, S.Pt., M.Pt., memaparkan bahwa proses alokasi dan pengiriman puluhan ekor sapi serta kambing tahun ini memang sengaja dirancang untuk menjangkau teritori yang sangat luas. Menurutnya, perluasan wilayah distribusi ini merupakan bentuk respons cepat dalam mengakomodasi berbagai permintaan yang masuk dari elemen masyarakat, yayasan sosial, organisasi mahasiswa, hingga sekolah-sekolah yang menjadi pilar penyumbang mahasiswa terbanyak bagi UMM.
“Tahun ini ada 18 ekor sapi dan kurang lebih 50 ekor kambing atau domba. Itu tersebar mulai dari Sumbawa, lalu di Malang Raya seperti Pimpinan Cabang dan Ranting Muhammadiyah, sekolah-sekolah penyumbang mahasiswa terbanyak seperti SMAN Batu dan SMA Muhammadiyah Gondanglegi, hingga organisasi mahasiswa,” ungkap Ali Mahmud saat memberikan keterangan resmi, Selasa (26/5/2026).
Demi menjaga kelancaran ibadah dan ketenteraman para penerima manfaat, pihak UMM tidak hanya berfokus pada kuantitas dan pemerataan distribusi semata. UMM juga memberikan jaminan penuh terhadap kualitas, kesehatan, dan kelayakan seluruh hewan kurban yang disalurkan ke masyarakat.
Ali Mahmud menegaskan bahwa setiap ekor sapi, kambing, maupun domba telah melewati proses pemeriksaan kesehatan hewan secara ketat oleh tim ahli sebelum dikirim. Langkah preventif dan skrining medis ini wajib dilakukan guna memastikan seluruh hewan berada dalam kondisi prima, terbebas dari segala macam penyakit menular yang membahayakan, serta benar-benar telah memenuhi standar syariat Islam untuk berkurban.
Di sisi lain, skema distribusi yang diterapkan oleh UMM terbilang sangat humanis dan adaptif. Ali Mahmud menjelaskan bahwa pihak kampus memberikan perhatian khusus bagi warga binaan di lapas dengan menyesuaikan wujud bantuan berdasarkan ketersediaan fasilitas pemotongan di masing-masing lokasi.
Sebagai contoh, Lapas Kelas I Lowokwaru Malang yang dihuni oleh warga binaan laki-laki akan mendapatkan kiriman berupa hewan kurban dalam kondisi hidup. Sementara itu, untuk lapas perempuan, UMM memilih mengirimkan paket daging yang sudah siap olah demi menyiasati keterbatasan tenaga jagal dan fasilitas pemotongan di dalam lapas tersebut.
“Untuk Lapas 1 Lowokwaru yang laki-laki, kita akan memberikan satu ekor sapi. Sedangkan untuk lapas perempuan, karena tidak ada yang memotong, jadi kita berikan paket daging kurban dari hasil pemotongan di kampus,” tegas Ali Mahmud menjelaskan detail teknis pembagian.
Tidak berhenti pada nilai sosial dan keagamaan, momentum ibadah kurban kali ini juga dimanfaatkan UMM untuk mengampanyekan gerakan peduli lingkungan secara berkelanjutan. Kampus Putih secara konsisten menerapkan konsep kurban Go Green dengan melarang total penggunaan kantong plastik sekali pakai sebagai pembungkus daging.
Sebagai gantinya, pihak panitia memanfaatkan wadah organik yang ramah lingkungan. Langkah hijau ini secara tidak langsung juga ikut menggerakkan roda ekonomi masyarakat bawah karena melibatkan para perajin lokal di sekitar kampus.
“Ini konsisten sudah bertahun-tahun kita laksanakan. Kurbannya Go Green, jadi tidak menggunakan kresek atau plastik, tapi menggunakan besek bambu dari kerajinan tangan UMKM dan daun pisang dari kebun sendiri,” tambah Ali Mahmud secara rinci.
Dampak nyata dan multiplier effect dari aksi sosial UMM ini langsung menuai respons positif serta apresiasi mendalam dari berbagai pihak yang menerima manfaat. Salah satunya datang dari institusi pendidikan menengah yang selama ini menjadi mitra erat dalam mencetak generasi berprestasi bersama UMM.
Eko, yang merupakan salah satu guru di SMA Negeri 1 Kota Batu, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas perhatian konkret yang ditunjukkan oleh Kampus Putih. Menurutnya, kepedulian yang konsisten dari UMM ini sangat membantu menghadirkan kebahagiaan bagi warga sekolah dan lingkungan sekitar.
“Kami mengucap terima kasih banyak kepada UMM. Semoga hewan kurban yang disalurkan ini bermanfaat bagi umat,” pungkas Eko dengan penuh rasa syukur. (dan/kun)