May 28, 2026, oleh Humas Universitas

Perayaan Iduladha dengan cara unik yaitu membagikan paket daging menggunakan besek bambu beralas daun dan diikat tali serabut kelapa untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai/UMM
HALLO MALANG – Perayaan Iduladha di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun ini kembali menghadirkan cara unik dalam pembagian daging kurban. Kampus yang dikenal dengan julukan Kampus Putih itu membagikan lebih dari 2.500 paket daging menggunakan besek bambu beralas daun dan diikat tali serabut kelapa untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai.

Konsep kurban ramah lingkungan tersebut sudah dijalankan UMM selama enam tahun terakhir sebagai respons atas persoalan limbah plastik yang kerap meningkat saat Iduladha. Seluruh paket daging dibagikan tanpa menggunakan kantong kresek hitam yang dinilai berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan.

Ketua Panitia Kurban 1447 Hijriah UMM, Yasin Kusumo Pringgodigdo, mengatakan semangat kurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata. Menurutnya, kurban juga harus menjadi bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.

“Alhamdulillah, kita senantiasa mengusung go green. Jadi, spirit kurban bukan hanya untuk meraih takwa, tapi juga menjaga peradaban dan kelestarian lingkungan,” tegas Yasin.

Jumlah hewan kurban di UMM tahun ini juga meningkat dibanding tahun sebelumnya. Sebanyak 20 ekor sapi dan sejumlah kambing disiapkan untuk didistribusikan kepada masyarakat sekitar kampus, civitas akademika, hingga lembaga pemasyarakatan di Malang.

Tak hanya itu, enam ekor sapi hidup juga dikirim ke wilayah Sumbawa untuk memperluas distribusi manfaat kurban. Panitia memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat dan bebas cacat sebelum disembelih.

Yasin menjelaskan proses distribusi dilakukan secara terukur dengan menghitung bobot sapi untuk menyesuaikan kebutuhan penerima. Cara tersebut dilakukan agar pembagian daging lebih merata dan sesuai target paket yang telah ditentukan.

“Kami memilih sapinya sesuai dengan bobot. Ketika di sini butuh distribusi atau internal sebanyak 200 atau 150 paket, kita ambil sapi yang berbobot 500 kilogram. Jadi kita menyembelih sapi berdasarkan timbangan, bukan sekadar estimasi atau asumsi,” imbuh Yasin.