June 6, 2026, oleh

KLIKMU.CO – Di tengah ancaman krisis air bersih dan pemanasan global yang memicu kekeringan ekstrem di berbagai wilayah, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan solusi ekologis yang nyata. Melalui program rehabilitasi dan reboisasi berkelanjutan di kawasan Pujon Hill yang dimulai sejak 2019, Kampus Putih berhasil mengembalikan fungsi resapan hutan dan meningkatkan debit air secara signifikan.
Langkah pelestarian tersebut bahkan mampu menghidupkan kembali sejumlah mata air yang sebelumnya sempat mengering.
Keberhasilan ini tidak lepas dari proses inventarisasi sumber daya alam yang dilakukan secara serius oleh UMM. Staf Ahli Pujon Hill Dr Tatag Muttaqin SHut MSc menjelaskan, setelah dilakukan pemetaan potensi alam dan perbaikan ekosistem hutan secara bertahap, volume air mengalami peningkatan yang ditandai dengan munculnya sejumlah sumber mata air baru.
“Kita rehab, kita perbaiki hutannya, akhirnya debitnya bertambah besar dan muncul beberapa mata air baru. Mata air-mata air yang dulu mati sekarang sudah mulai hidup lagi,” ujarnya.
Salah satu strategi utama yang dilakukan UMM adalah pemanfaatan bambu dan tanaman keras di area buffer zone atau zona penyangga. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama berbagai pihak eksternal.
Penanaman difokuskan pada lahan seluas 15 hektare dari total 80 hektare kawasan hutan, terutama di wilayah lereng dan sempadan sungai yang menjadi area prioritas konservasi.
Menurut Tatag, pemilihan bambu didasarkan pada kemampuannya dalam menyimpan dan menjaga cadangan air tanah.
“Kalau dengan bambu itu insyaallah potensial menghadirkan air karena bambu memiliki kemampuan menyimpan air,” jelasnya.
Kini, aliran air bersih dari kawasan Pujon Hill telah menjadi penopang kebutuhan masyarakat yang selama ini rentan mengalami krisis air. Air tersebut dimanfaatkan oleh warga di empat dusun yang tersebar di dua desa.
Keempat wilayah penerima manfaat tersebut meliputi Dusun Ngepreh dan Dusun Tretes di Desa Bendosari, serta Dusun Talesan dan Dusun Kedungrejo di Desa Sukomulyo.
“Kalau mereka tidak mendapatkan air dari sini, tentu akan kesulitan mencari sumber air bersih,” tambahnya.
Ke depan, tim UMM akan melakukan perhitungan teknis untuk mengukur secara pasti volume debit air yang berhasil diselamatkan dan dihasilkan melalui program konservasi tersebut.
Kisah sukses reboisasi di Pujon Hill menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. UMM berharap upaya ini dapat menjadi inspirasi dan model pelestarian lingkungan bagi berbagai institusi lain, sekaligus memperkuat kesadaran bersama untuk menjaga ekosistem dan kedaulatan air bersih bagi generasi mendatang.
(Faqih/AS)