June 6, 2026, oleh

KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Dosen Program Studi Teknik Industri UMM, Prof Ir Ilyas Masudin MLogSCM PhD, berhasil menembus jajaran World Top 5% Scientist versi SciRank Global Registry 2025.
Pemeringkatan bergengsi yang diumumkan pada awal tahun ini tersebut menyeleksi lebih dari 10 juta ilmuwan aktif di seluruh dunia menggunakan basis data OpenAlex tanpa membedakan bidang keilmuan.
Penilaian dilakukan berdasarkan Normalized Composite Score yang mengukur keseimbangan antara produktivitas publikasi dan dampak sitasi. Berkat capaian tersebut, Prof Ilyas masuk dalam kelompok lima persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia.
Mengetahui namanya masuk dalam daftar prestisius tersebut, Prof Ilyas mengaku terkejut sekaligus bangga. Menurutnya, penilaian dilakukan secara objektif terhadap jutaan peneliti dari berbagai negara dan disiplin ilmu.
“Saya cukup kaget karena informasi ini justru saya ketahui dari kolega. Apalagi, lembaga tersebut melakukan penilaian terhadap lebih dari 10 juta peneliti di seluruh dunia secara objektif tanpa membedakan bidang keilmuan,” ungkapnya.
Kepakaran Prof Ilyas berfokus pada bidang logistik, rantai pasok, dan optimisasi. Rekam jejak akademiknya juga sangat impresif dengan 126 dokumen terindeks Scopus, H-index 24, serta lebih dari 1.500 sitasi.
Secara keseluruhan, ia telah menghasilkan 195 artikel ilmiah dengan total sitasi di Google Scholar mencapai 3.540 kali serta dua paten unggulan.
Menurutnya, riset yang dilakukan selama ini selalu diarahkan pada isu-isu mutakhir, khususnya yang berkaitan dengan rantai pasok energi terbarukan agar dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
“Saya selalu mengedepankan riset yang mutakhir, yaitu memfokuskan diri pada rantai pasok energi terbarukan agar hasil penelitian kita punya dampak yang luas dan masif di tengah masyarakat,” jelasnya.
Pencapaian tersebut juga didukung ekosistem keilmuan UMM melalui berbagai skema pendanaan riset berkelanjutan serta keberadaan Supply Chain Research and Innovation Center yang dikoordinasikannya.
Terkait pengembangan riset, Prof Ilyas menekankan pentingnya kepekaan peneliti terhadap isu-isu terkini agar ide yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan zaman.
“Kita harus bisa membaca tanda zaman dan isu terbaru, karena dari situlah sebenarnya peluang kita untuk memunculkan ide riset yang bisa berkontribusi langsung pada masyarakat,” pesannya.
Keberhasilan menembus jajaran ilmuwan berpengaruh dunia ini diharapkan tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga memacu semangat sivitas akademika UMM untuk terus menghasilkan karya ilmiah yang berdampak.
Dedikasi tersebut menjadi bukti bahwa integritas riset yang dibarengi inovasi dan konsistensi akan memperoleh pengakuan global. Ke depan, kolaborasi riset internasional akan terus diperluas guna mengukuhkan posisi UMM sebagai perguruan tinggi unggul yang melahirkan riset berdampak bagi kemajuan peradaban.
(Faqih/AS)