June 10, 2026, oleh

Melalui pendekatan kreatif tersebut, mahasiswa berupaya menghadirkan ruang interaksi yang hangat sekaligus membangun kesadaran sosial mengenai pentingnya perhatian terhadap lansia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menyaksikan film berjudul Manusia Tanpa Sebutan karya sutradara Haidar Ego Baaqir. Film ini mengangkat isu grief atau kehilangan yang dinilai relevan dengan kondisi sebagian penghuni panti.
Tema tersebut dipilih karena banyak lansia yang mengalami kesepian, kehilangan anggota keluarga, atau memiliki keterbatasan interaksi dengan lingkungan luar.
Koordinator acara, M Zidan Paradise, menjelaskan bahwa Cinema of Care tidak sekadar menghadirkan hiburan melalui film, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kedekatan emosional bersama para penghuni panti.
“Film Manusia Tanpa Sebutan mengangkat isu grief yang dekat dengan realitas sebagian penghuni panti. Karena itu, kami tidak hanya menghadirkan penayangan film, tetapi juga kegiatan yang menyasar para lansia yang sudah lama tidak bersentuhan langsung dengan dunia luar. Kami ingin tetap hadir dan menunjukkan kepedulian dengan cara menghibur mereka,” ujarnya.
Menurut Zidan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kehilangan yang kerap luput dari perhatian publik.
Ia menilai bahwa kisah orang-orang yang kehilangan anggota keluarga, terutama anak, masih jarang mendapatkan sorotan dan empati yang memadai dari masyarakat.
Melalui Cinema of Care, penyelenggara berharap masyarakat dapat lebih peka terhadap kondisi sosial di sekitar mereka, khususnya para lansia yang membutuhkan perhatian, dukungan, dan kasih sayang.
“Harapan kami, anak-anak muda saat ini bisa lebih aware terhadap orang tua yang kehilangan seorang anak. Kepedulian tidak harus selalu diwujudkan dalam hal besar, tetapi bisa dimulai dari perhatian dan waktu yang diberikan kepada keluarga,” tambahnya.
Selain penayangan film, para peserta juga diajak mengikuti kegiatan menanam bunga sukulen bersama para penghuni panti.
Aktivitas sederhana tersebut menjadi sarana membangun interaksi yang lebih dekat sekaligus memberikan pengalaman positif bagi para lansia.
Kegiatan Cinema of Care menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM dalam memanfaatkan media film sebagai sarana edukasi sosial dan penguatan nilai kemanusiaan.
Melalui perpaduan antara film dan kegiatan sosial, mahasiswa berharap dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kepedulian terhadap sesama, terutama lansia, merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana.