June 12, 2026, oleh Humas Universitas

MALANG, KOMPAS.TV – Peletakan batu pertama oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah menjadi tanda dimulainya pembangunan pabrik cairan infus yang berlokasi di lahan milik Universitas Muhammadiyah Malang di Karangploso, Kabupaten Malang. Selain Haedar Nashir, peletakan batu pertama ini juga dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah bidang ekonomi, bisnis dan industri halal.

Pemilihan pabrik cairan infus ini menurut Haedar selain karena Muhammadiyah memiliki 130 Rumah Sakit dan ratusan klinik yang selama ini untuk memenuhi kebutuhan masih disuplai pihak lain. Selain itu dengan memiliki pabrik sendiri, selain memenuhi kebutuhan Rumah Sakit Muhammadiyah juga bisa memenuhi kebutuhan rumah sakit lain.

Pabrik cairan infus ini merupakan upaya Muhammadiyah membangun ekosistem bisnis kesehatan sekaligus menaikkan ekonomi umat dengan industri menengah ke atas. Selain itu, Muhammadiyah juga turut berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas dan Indonesia Mandiri.

“Semangat Muhammadiyah adalah membangun ekosistem ekonomi rakyat yang mulai naik kelas ke ekonomi menengah ke atas,” kata Haedar Nashir.

Pabrik cairan infus ini ditargetkan bisa memasuki tahap produksi pada pertengahan 2027 dan mulai memasok kebutuhan pasar kesehatan di Indonesia.