June 12, 2026, oleh

Malang (sigijateng.id) – Muhammadiyah terus memperkuat peran strategisnya dalam mewujudkan kemandirian kesehatan nasional. Komitmen itu diwujudkan melalui pembangunan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia di Desa Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang. Pembangunan fasilitas medis ini, bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi bisnis, memperketat kontrol kualitas, serta menyediakan harga produk yang lebih kompetitif dibandingkan produk serupa di luar organisasi tersebut. Dari total 14 hektare aset lahan milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sekitar tiga hektare dialokasikan khusus sebagai kawasan industri terpadu. Proyek tersebut resmi dimulai dengan dilakukannya peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Kamis (11/6/2026). Pabrik yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 ini diproyeksikan menjadi penopang utama rantai pasok alat kesehatan, baik bagi jaringan rumah sakit Muhammadiyah maupun masyarakat luas.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan bahwa pendirian pabrik infus ini merupakan manifestasi dari ekosistem socio-religious corporation yang digagas Muhammadiyah. Menurutnya, inisiatif tersebut membuktikan bahwa organisasi keagamaan mampu membangun kemandirian ekonomi dan kesehatan melalui aktivitas bisnis profesional yang berorientasi pada kemaslahatan publik, bukan semata keuntungan finansial. “Ini bukan untuk Muhammadiyah, ini untuk bangsa. Bisnis yang kami bangun bukan bisnis demi bisnis, tetapi bisnis yang manfaatnya kembali kepada kehidupan orang banyak,” tegasnya. Haedar Nashir memaparkan bahwa proyek ini didasari oleh kehendak untuk memperkuat ekonomi rakyat dan umat agar bisa naik kelas menuju ekonomi menengah ke atas. “Muhammadiyah mengusung spirit naik kelas, spirit bangkit membangun ekonomi yang identik dengan kekuatan rakyat,” tuturnya. Langkah strategis membangkitkan ekosistem ekonomi tersebut dinilai berjalan beriringan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan Indonesia Emas yang mandiri dalam pengelolaan sumber daya alam. “Muhammadiyah berada di jalur itu. Saya yakin bertemu dengan spirit bangsa menjadi pilar kemajuan Indonesia ke depan,” tandasnya. Muhammadiyah Bangun Pabrik di Malang, Perkuat Kemandirian Industri Medis Nasional lanjut, Haedar menjelaskan bahwa agama tidak hanya mengatur aspek akidah dan ibadah, tetapi juga muamalah dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Keterlibatan Muhammadiyah di sektor industri medis sebagai bentuk pengabdian yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.