June 11, 2026, oleh

Malangpariwara.com – Kreativitas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Kali ini, tim mahasiswa Program Studi Teknik Mesin UMM berhasil meraih juara dalam kompetisi nasional yang diselenggarakan Asosiasi Program Studi Teknik Mesin Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APSTM-PT) berkat inovasi mesin pencuci singkong yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tim yang diketuai Nova Sinanti bersama Azka Firosyan Samana Putra dan Raihan Rosyadi sukses memikat perhatian dewan juri melalui karya bertajuk Mesin Pencuci Singkong Semi Mekanis Berbasis Drum Spray dan Water Recirculation.
Inovasi tersebut dinilai mampu menjawab persoalan yang selama ini dihadapi pelaku usaha pengolahan singkong, khususnya terkait efisiensi waktu produksi dan penggunaan air.
Kompetisi yang diikuti mahasiswa Teknik Mesin dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di seluruh Indonesia itu berlangsung ketat.
Sebanyak 15 tim terbaik bertarung di babak final dengan menampilkan beragam inovasi teknologi tepat guna. Namun, solusi yang ditawarkan tim UMM dinilai memiliki nilai aplikatif tinggi serta berpotensi langsung diterapkan di sektor usaha masyarakat.
Ketua tim, Nova Sinanti, menjelaskan bahwa ide pengembangan mesin tersebut berangkat dari kondisi di lapangan, di mana sebagian besar UMKM masih mengandalkan proses pencucian singkong secara manual yang memerlukan tenaga besar dan waktu yang panjang.

Menurutnya, mesin yang dirancang mampu mempercepat proses pencucian hingga beberapa kali lipat dibanding metode konvensional.
Jika sebelumnya pencucian 500 kilogram singkong membutuhkan waktu antara empat hingga tujuh jam, melalui teknologi yang mereka kembangkan proses tersebut dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar satu jam.
“Mesin ini dilengkapi sistem ulir untuk mengarahkan bahan baku, drum spray untuk proses pencucian, serta sistem sirkulasi air yang terintegrasi dengan sediment trap sehingga kotoran dapat dipisahkan secara otomatis. Dengan demikian penggunaan air menjadi lebih efisien dan hasil pencucian lebih optimal,” jelas Nova.
Tak hanya mengedepankan efisiensi, inovasi tersebut juga dirancang untuk menjaga kualitas bahan baku.
Sistem sirkulasi air yang diterapkan memungkinkan proses pembersihan berlangsung lebih lembut sehingga tekstur singkong tetap terjaga.
Nova menambahkan, teknologi tersebut bekerja layaknya bantalan air yang membantu mengangkat kulit dan kotoran tanpa merusak bagian daging singkong.
Hasilnya, bahan baku yang lebih bersih dapat meningkatkan kualitas produk olahan seperti keripik singkong, baik dari segi warna maupun cita rasa.
“Dengan pencucian yang lebih bersih, sisa getah maupun pasir dapat diminimalkan. Ini akan berdampak pada kualitas produk akhir yang lebih baik dan bernilai jual lebih tinggi,” ujarnya.
Keberhasilan tim mahasiswa tersebut mendapat apresiasi dari dosen pembimbing, Dr. Ir. Yepy Komaril Sofi’i, S.T., M.T. Ia menilai prestasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmu teknik untuk menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, inovasi teknologi tidak seharusnya berhenti pada ajang kompetisi semata, melainkan harus mampu memberikan manfaat langsung bagi sektor produktif, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Saya berharap mesin pencuci singkong ini dapat segera memasuki tahap fabrikasi dan produksi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para pelaku UMKM. Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Prestasi tersebut sekaligus memperkuat komitmen UMM dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan sektor usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.(Djoko W)