June 12, 2026, oleh

elshinta.-Universitas Muhammadiyah Malang UMM memperkuat peran strategisnya dalam kemandirian kesehatan nasional. Komitmen itu diwujudkan dalam bentuk pembangunan pabrik Infus di Kecamatan Karangploso kabupaten Malang. Peletakan batu (Ground breaking) dilakukan diatas pertama proyek diatasahan seluas ini 3 Hektar dari 14 hektar yang disiapkan, resmi dilakukan Kamis 11/6. Dari total 14 hektare aset lahan UMM di lokasi tersebut, sekitar 3 dari luasan total seluas 14 Hektar. Also Read – Mendag ajak mahasiswa jadi aktivis ekspor dan ciptakan lapangan kerja Temukan lebih banyak Podcast berita Informasi terkini Langganan berita “Pabrik ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 dan diproyeksikan jadi penopang utama rantai pasok alat kesehatan untuk jaringan RS Muhammadiyah dan masyarakat luas,” ungkap Ketua PP Muhammadiyah Haidar Nazir usai peletakan batu, seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, AH Sugiharto. Haedar Nashir menegaskan pabrik infus ini wujud ekosistem socio-religious corporation yang digagas Muhammadiyah. “Ini bukan untuk Muhammadiyah, ini untuk bangsa. Bisnis yang kami bangun bukan bisnis demi bisnis, tetapi bisnis yang manfaatnya kembali kepada kehidupan orang banyak,” tegasnya. Ia menambahkan, agama tak hanya mengatur akidah dan ibadah, tapi juga muamalah. Keterlibatan di industri medis diposisikan sebagai pengabdian berorientasi kemanusiaan, akuntabilitas, dan keberlanjutan untuk menopang layanan pendidikan hingga pemberdayaan umat, tandasnya.