June 17, 2026, oleh Humas Universitas

Kelima mahasiswa Fakultas Hukum UMM yang magang di Kejaksaan Negeri Kota Malang. (Tagar.co/Istimewa)

Lima mahasiswa Fakultas Hukum UMM sukses membedah praktik penegakan hukum secara langsung melalui program magang intensif di Kejaksaan Negeri Kota Malang selama empat bulan.

Tagar.co – Menghubungkan teori hukum yang berdebu di dalam buku kuliah dengan realitas penegakan hukum di lapangan selalu menjadi tantangan terbesar bagi calon yuris. Melalui program magang, mahasiswa tidak sekadar menghafal pasal, melainkan menyaksikan langsung bagaimana hukum bergerak dan bernyawa di tangan para aparat penegak hukum. Pengalaman berharga inilah yang membentuk mentalitas profesional lima mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Mereka adalah Andhini Rahmawati Yuniar, Anisa Dwi Irmita, Nur Ariibah Kusumaningtyas, Chintya Putri, dan Nigel Firdauza R.D.E.. Semua kompak menuntaskan program magang intensif di Kejaksaan Negeri Kota Malang.

Sejak 23 Februari hingga 11 Juni 2026, mereka menyelami dinamika koridor hukum di bawah bimbingan dosen pembimbing lapangan, Ratri Novita Erdianti, S.H., M.H. menurut Ratri, langkah ini menjadi strategi nyata Fakultas Hukum UMM dalam menyiapkan lulusan yang adaptif dan siap tempur di dunia profesi hukum.

Menyusuri Empat Lini Vital Koridor Hukum

Selama empat bulan penuh, kelima mahasiswa ini tidak sekadar duduk manis di balik meja administrasi. Kejaksaan Negeri Kota Malang membuka lebar pintu operasional mereka, menempatkan para mahasiswa di empat lini vital sekaligus.

Baca Juga:  Utusan Khusus PBB Retno Marsudi: Inovasi Air UMM Berdampak Besar bagi Dunia

Mereka mendalami empat bidang. Yakni Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum), Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus), hingga Bidang Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan.

Penempatan lintas bidang ini mematangkan pemahaman mereka mengenai anatomi penegakan hukum yang sistematis. Mahasiswa menguliti berbagai proses kerja yang berlangsung di lingkungan kejaksaan. Mulai dari urusan administrasi penanganan perkara yang super ketat, pelayanan hukum langsung kepada masyarakat, pengelolaan dokumen rahasia negara, hingga tata kelola barang bukti yang menjadi kunci pembuktian di muka persidangan.

Saat melangkah ke Bidang Datun, mahasiswa langsung berhadapan dengan fungsi strategis Jaksa Pengacara Negara. Di sini, mereka membedah berbagai bentuk pelayanan hukum, bantuan hukum, serta pertimbangan hukum yang krusial bagi instansi pemerintah maupun masyarakat luas.

Sementara di Bidang Pidum, atmosfer berubah menjadi lebih dinamis. Kala itu, mahasiswa mempelajari rantai administrasi perkara pidana umum serta memahami alur penuntutan yang presisi.

Menguji Nyali di Sektor Pidana Khusus

Adrenalin mahasiswa semakin teruji ketika mereka memasuki Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus). Sektor ini memberi mereka wawasan mendalam tentang pemberantasan kejahatan luar biasa, terutama kasus tindak pidana korupsi yang menjadi fokus utama kejaksaan. Mereka melihat langsung bagaimana strategi jaksa menyusun dakwaan dan merobohkan argumen para koruptor demi menyelamatkan keuangan negara yang sempat terampas.

Tidak kalah menantang, Bidang Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan mengajarkan pentingnya ketertiban dan akuntabilitas yuridis. Di bawah pengawasan ketat, mahasiswa terlibat langsung dalam pengelolaan barang bukti agar tetap bernilai sah di mata hukum. Mereka mencatat dan mengarsipkan dokumen, menginput data ke sistem digital, serta memverifikasi kesesuaian fisik barang bukti guna memastikan tidak ada ruang bagi manipulasi.

Mereka juga merasakan langsung ketegangan saat mempersiapkan barang bukti yang akan dibawa ke ruang sidang. Dari proses penerimaan, pengembalian kepada pemilik sah, hingga pendataan barang rampasan negara untuk pelelangan umum, semua menguji ketelitian mereka. Mahasiswa bahkan berkesempatan mengikuti upacara pemusnahan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap, sebuah simbol kemenangan penegakan hukum yang transparan.

Membentuk Karakter Calon Penegak Hukum Andal

Pengalaman autentik ini terbukti mampu melipatgandakan kompetensi mahasiswa di luar teori kelas. Mereka tidak hanya membawa pulang tumpukan pengetahuan teoretis, tetapi juga mengasah ketajaman analisis hukum, ketelitian administrasi, dan keterampilan komunikasi profesional. Lingkungan kerja kejaksaan yang berdisiplin tinggi secara otomatis membentuk karakter tanggung jawab yang kokoh dalam diri mereka.

Dosen Pembimbing Lapangan, Ratri Novita Erdianti, S.H., M.H., menegaskan bahwa program magang ini adalah jembatan emas yang menghubungkan dunia akademik dengan realitas profesional. Melalui program ini, mahasiswa bisa melihat langsung bagaimana sebuah undang-undang diimplementasikan dalam kebijakan dan tindakan nyata sehari-hari oleh para penegak hukum.

“Melalui kegiatan magang ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman praktik, tetapi juga dapat memahami bagaimana teori hukum diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari oleh aparat penegak hukum. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesi hukum setelah lulus nanti,” ujar Ratri.

Ratri menaruh harapan besar agar kolaborasi strategis antara Fakultas Hukum UMM dan Kejaksaan Negeri Kota Malang ini terus terjaga. Kemitraan ini sangat krusial dalam mendongkrak mutu sumber daya manusia di bidang hukum nasional yang berintegritas tinggi.

“Program seperti ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar secara langsung dari praktik yang ada di lapangan. Kami berharap pengalaman yang diperoleh selama magang dapat meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia kerja,” tuturnya. (#)