June 18, 2026, oleh Humas Universitas

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan strategis bertajuk Training of Trainers (ToT) Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Internasional, KKN Berdampak, dan KKN Mas 2026. (Foto: Faqih Humas)

Pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab esensial dalam memecahkan persoalan nyata yang ada di tengah masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, UMM sebagai kampus Inovasi Mandiri dan berdampak terus berkomitmen menghadirkan program pengabdian yang terstruktur, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Guna merumuskan format pendampingan yang maksimal, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan kegiatan strategis bertajuk Training of Trainers (ToT) Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Internasional, KKN Berdampak, dan KKN Mas 2026. Agenda pembekalan ini dilaksanakan pada tanggal 17/06/2026 bertempat di Aula GKB IV UMM. Acara ini menjadi langkah awal krusial untuk menyamakan persepsi para dosen sebelum terjun mendampingi total 4.134 mahasiswa di lapangan.

Tahun ini, skala pengabdian mahasiswa dirancang sangat komprehensif. Ribuan mahasiswa tersebut terdiri atas 1.707 peserta KKN MAS, 2.370 peserta KKN Berdampak, dan 57 peserta KKN Internasional Berdampak. Lokasi penerjunan tidak hanya difokuskan di kawasan Malang Raya, tetapi juga tersebar luas hingga 17 kabupaten/kota. Bahkan, jangkauan program internasionalnya telah merambah Malaysia dan Thailand, serta tengah dikembangkan menuju Taiwan dan Korea Selatan.

Dr. Arina Restian., M.Pd., Kepala Divisi Pengabdian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) menyampaikan bahwa pelatihan bagi DPL ini sangat penting agar dosen dapat membekali mahasiswa dengan rancangan program yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa.

“KKN Berdampak merupakan transformasi pelaksanaan yang menekankan pada penciptaan manfaat nyata, terukur, dan berkelanjutan guna memperkuat kemandirian komunitas di masyarakat,” urainya.

Di samping memberikan sentuhan sosial langsung kepada warga, pelaksanaan KKN juga dituntut untuk merekam jejak akademik yang baik. Wakil Ketua II KKN MAS, Konsorsium LPPM PTMA, Prof. Dr. Muhtadi, memaparkan bahwa sinergi antara dosen dan mahasiswa harus mampu menghasilkan luaran akademik yang terstandar. Ia merinci bahwa publikasi di media massa, pembuatan video dokumentasi edukatif, hingga penyusunan artikel jurnal adalah elemen capaian yang wajib direalisasikan. Tidak berhenti di situ, ia juga mendorong penyusunan buku profil desa dan pembuatan teknologi guna mendongkrak capaian keilmuan institusi.

“Setiap kelompok KKN diharapkan mampu memaksimalkan luaran kegiatannya, baik dalam bentuk jurnal ilmiah terakreditasi maupun perumusan prototipe teknologi tepat guna,” paparnya.

Pada sesi pendalaman konsep pemberdayaan, Wakil Ketua I KKN MAS, Konsorsium LPPM PTMA, Dr. Aris Slamet Widodo., S.P., M.Sc, membedah hakikat DPL yang sesungguhnya harus bertindak sebagai fasilitator sejati. Ia mengingatkan bahwa KKN bukanlah sekadar ajang event organizer kepanitiaan mahasiswa semata. Sebuah pemberdayaan harus dilakukan secara terukur melalui tahapan peningkatan pengetahuan, keterampilan, sikap, hingga bermuara pada perubahan perilaku nyata di masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa harus diarahkan agar mampu merangkul warga secara langsung dan membantu melepaskan rasa ketidakberdayaan masyarakat.

“Keberhasilan mutlak kita sebagai fasilitator diukur dari sejauh mana kita mampu mengkapasitasi masyarakat agar mereka bisa menyelesaikan masalahnya secara mandiri,” tegasnya.

Melalui penyelenggaraan ToT yang terarah ini, UMM mematangkan persiapannya agar pelaksanaan KKN 2026 berjalan sukses dan tepat guna. Langkah konkrit ini sekaligus memperkuat posisi UMM sebagai perguruan tinggi terkemuka yang selalu hadir menebar kebermanfaatan nyata bagi kemajuan bangsa.(*ali/faq)

 

Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman