June 22, 2026, oleh

MALANG, iNewsSurabaya.id – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, permainan tradisional yang dahulu menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kecil perlahan mulai ditinggalkan. Anak-anak kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibanding berinteraksi dan bermain bersama teman sebaya di lingkungan sekitar.
Melihat fenomena tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Wavvy Creative menggagas kampanye bertajuk “Balik Dolanan”. Gerakan ini hadir untuk mengajak masyarakat kembali mengenal dan menikmati permainan tradisional sekaligus memperkuat ikatan sosial antar generasi.
Sebagai rangkaian awal menuju Festival Dolanan 2026 yang akan digelar pada 27 Juni 2026 di Taman Dolan Batu, tim Wavvy Creative mengadakan kegiatan roadshow bertajuk “Dolanan Mubeng”.

Mahasiswa UMMmelalui kampanye Balik Dolanan menghidupkan kembali permainan tradisional diMalang Raya. Roadshow Dolanan Mubeng menjadi pembuka Festival Dolanan 2026 yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. Foto iNewsSurabaya.id/ist
Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi strategis, yakni kawasan Car Free Day (CFD) Singosari pada 14 Juni 2026 dan Alun-Alun Kota Batu pada 15 Juni 2026. Melalui roadshow ini, masyarakat diajak berhenti sejenak dari rutinitas harian untuk merasakan kembali keseruan permainan tradisional yang pernah populer di berbagai daerah.
Beragam permainan tradisional disediakan secara gratis bagi pengunjung dari berbagai usia. Mulai dari egrang, congklak, engklek, bola bekel, bakiak, gasing hingga hula hoop dapat dimainkan bersama dalam suasana penuh keakraban.
Selain mencoba berbagai permainan tradisional, peserta juga dapat mengikuti tantangan Spin Wheel “7 Misi Dolanan”. Pengunjung yang berhasil menyelesaikan misi dan membagikan pengalaman mereka melalui media sosial berkesempatan memperoleh hadiah berupa Wayang Lukis.
Hadiah tersebut dipilih sebagai simbol pelestarian budaya lokal sekaligus menjadi kenang-kenangan bagi peserta yang ikut memeriahkan kegiatan.
Kampanye ini mengusung konsep besar “Balik Dolanan”. Dalam bahasa Jawa, “balik” berarti kembali, sedangkan “dolanan” berarti bermain.
Makna yang ingin disampaikan tidak hanya mengajak masyarakat datang ke Taman Dolan, tetapi juga menghidupkan kembali pengalaman bermain yang sarat dengan kebersamaan, tawa, komunikasi, dan interaksi sosial yang mulai jarang ditemui di era digital.
Ketua pelaksana Wavvy Creative menjelaskan bahwa kampanye tersebut lahir dari keprihatinan terhadap semakin sempitnya ruang bermain tradisional bagi anak-anak.
“Kami ingin mengingatkan bahwa permainan tradisional bukan hanya sekadar hiburan. Di dalamnya terdapat nilai kerja sama, komunikasi, kreativitas, sportivitas, hingga kebersamaan keluarga. Melalui kampanye Balik Dolanan, kami berupaya menghadirkan kembali pengalaman tersebut dengan cara yang menyenangkan dan mudah diikuti semua kalangan,” ujarnya.
Kegiatan Dolanan Mubeng mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak berlangsung, area permainan dipadati keluarga, mahasiswa, hingga wisatawan yang tertarik mencoba berbagai permainan tradisional.
Momen menarik terlihat ketika banyak orang tua mengenalkan permainan masa kecil mereka kepada anak-anak secara langsung. Interaksi tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana permainan tradisional mampu menjembatani hubungan antar generasi.
Salah satu peserta, Anisa, mengaku senang dapat kembali memainkan permainan yang pernah menjadi bagian dari masa kecilnya.
“Rasanya seperti kembali ke masa kecil. Sekarang anak-anak lebih sering bermain gadget, padahal dulu kami bermain engklek, bekel, congklak, dan permainan lainnya bersama teman-teman. Permainan seperti ini justru melatih anak menjadi lebih aktif, berpikir, dan bekerja sama. Menurut saya kegiatan seperti ini sangat bagus dan perlu terus diadakan,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar generasi muda tetap mengenal budaya Indonesia melalui cara yang menyenangkan.
“Semoga anak-anak sekarang tetap dikenalkan dengan permainan tradisional supaya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, aktif, dan tidak melupakan budayanya sendiri,” tambahnya.
Roadshow Dolanan Mubeng menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Festival Dolanan 2026 yang akan menghadirkan pengalaman bermain, belajar, sekaligus menikmati suasana pedesaan khas Taman Dolan Batu.
Festival yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026 tersebut akan menyuguhkan sedikitnya 12 jenis permainan tradisional, pertunjukan seni budaya, drama teatrikal, live percussion, hingga penampilan spesial Lentera Dalu.
Atraksi pelepasan lentera harapan itu akan menjadi penutup rangkaian acara, sekaligus simbol harapan agar permainan tradisional tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Editor : Arif Ardliyanto