June 20, 2026, oleh

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya memberikan pendampingan akademik, tetapi juga hadir langsung memeriahkan pelepasan siswa sekolah binaannya. Dalam acara Wisuda SMA Muhammadiyah 3 (SMADIGA) Bungah Gresik pada Sabtu (20/7), Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd. yang merupakan salah satu tim pendamping sekolah tersebut dalam orasi ilmiahnya menegaskan mengenai pentingnya karakter yang responsif dalam melihat peluang. Tak sekadar membagikan ilmu, UMM juga turut menghadirkan Mobil Pintar guna meningkatkan literasi, sekaligus membagikan puluhan doorprize bagi para wisudawan.
Dalam orasinya, Pria yang juga merupakan Ketua Program Studi (Kaprodi) Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) Modern UMM itu menjelaskan bahwa menjadi pribadi yang sukses di masa depan tidak melulu bergantung pada kecerdasan akademik semata. Seseorang harus memiliki keberanian untuk tampil di depan dan sigap mengambil kesempatan agar mampu menciptakan keberuntungannya sendiri.
“Kalau kalian kurang pintar, maka kejarlah keberuntungan. Keberuntungan itu datang kepada mereka yang berani mengambil peluang dan kesempatan lebih dulu,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa bekal utama untuk menghadapi dunia kerja maupun perguruan tinggi adalah kedisiplinan, rasa percaya diri, hingga murah senyum. Menurutnya, kemampuan akademik yang biasa saja akan bernilai tinggi jika dibarengi dengan etos kerja yang kuat dan bakti kepada orang tua.
“Adab lebih tinggi daripada intelektual. Saya yakin lulusan SMADIGA hari ini adalah orang-orang yang beruntung dan memiliki adab yang baik untuk menjadi pemimpin di masa depan,” tambahnya.
Untuk menyemarakkan momen kelulusan tersebut, kehadiran Mobil Pintar UMM langsung disambut antusias oleh para siswa dan tamu undangan. Fasilitas perpustakaan keliling ini menjadi wujud nyata komitmen kampus dalam membumikan budaya literasi masyarakat. Suasana semakin hangat ketika perwakilan UMM membagikan berbagai doorprize menarik yang memantik tawa dan kegembiraan wisudawan sebelum mereka melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Di sisi lain, Kepala SMA Muhammadiyah 3 Gresik, Mufrikha, S.Pd., M.M., memaparkan bahwa sekolahnya mengalami kemajuan pesat sejak resmi menjadi binaan UMM pada awal 2024. Pendampingan tersebut terbukti komprehensif, mencakup penataan mutu akademik, perbaikan tata kelola, hingga perumusan strategi pemasaran sekolah yang berimbas pada kenaikan jumlah siswa baru hingga 200 persen.
“Semua sistem dibantu oleh UMM. Kami jadi tahu apa saja yang harus dikerjakan. Bahkan sampai marketing pun diajari oleh UMM,” ungkapnya.
Momen wisuda ini menjadi tonggak penting bagi kelanjutan kolaborasi antara UMM dan SMADIGA. Harapannya, lulusan yang dilepas tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang mumpuni, tetapi juga keberanian, wawasan literasi yang luas, serta adab yang mulia. Ke depan, UMM berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah-sekolah binaan agar mampu menjadi institusi pendidikan yang unggul, adaptif, dan senantiasa dipercaya oleh masyarakat luas.(vin/faq)
Penulis: Vivin Dwi Oktavia | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman