June 24, 2026, oleh Humas Universitas

Ilustrasi kulkas.(Freepik/pressfoto)

KOMPAS.com – Musuh utama alat elektronik yang gampang rusak, sebetulnya bukan air atau terjatuh, tersenggol, saat digunakan.
Mati listrik atau padam bergilir, ternyata bisa menjadi penyebab utama alat elektronik di rumah gampang rusak.

Pakar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Machmud Effendy mengatakan, saat mati listrik secara tiba-tiba dan itu sering terjadi, maka ada banyak barang elektronik berpotensi rusak.

“Barang elektronik yang sumber energinya harus menggunakan listrik itu memang sangat rawan ya, apabila listrik itu padam,” katanya saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (20/6/2026).

Hantaman arus listrik yang “kaget” saat sakelar PLN kembali tersambung adalah pembunuh senyap bagi perangkat di rumah.

Lantas, apa saja barang elektronik yang mudah rusak saat mati listrik?

Pengusaha Bawang Fermentasi dan Peternak Ayam Keluhkan Dampak Pemadaman Listrik
Artikel Kompas.id
Pengusaha Bawang Fermentasi dan Peternak Ayam Keluhkan Dampak Pemadaman Listrik

7 barang elektronik mudah rusak saat mati listrik

1. Kulkas

Mesin pendingin seperti kulkas, merupakan alat elektronik yang paling rawan saat mati listrik.

“kalau untuk kulkas itu memang langsung mati, barang ini tidak mati perlahan dayanya. Karena kulkas kan ada motornya, ada kompresornya. Itu memang berbahaya sekali memang saat mati listrik. Tegangannya langsung hilang begitu saja,” kata pria yang juga Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik UMM ini.

Ia mengatakan semua jenis kulkas berpotensi rusak karena komponen kulkas baik edisi lama atau terbaru pada dasarnya sama.

Sebetulnya agar kulkas bisa awet meski mati listrik atau padam bergilir, bisa menggunakan genset atau stabilizer voltage. Benda ini kata Machmud, untuk menstabilkan tegangan. Sehingga saat listrik mulai padam, tegangan dalam kulkas tidak langsung mati, tetapi tegangannya drop perlahan-lahan.

2. Televisi atau TV

Benda nomor dua di rumah yang rawan rusak saat mati listrik adalah TV.

“TV sekarang itu kan TV digital ya, TV LED ya. Itu memang sangat rawan kalau ada perubahan tegangan yang tiba-tiba,” tambahnya.

Ia mengatakan TV LED yang lebih digital memang lebih presisi dari TV zaman dulu.
Tetapi kelemahannya, TV sejenis ini tidak tahan terhadap perubahan tegangan yang tiba-tiba.

Machmud mengatakan, TV analog yang bentuknya tabung justru lebih kuat saat listrik.

“Itu (TV tabung) lebih tahan ya, level lebih tahan terhadap perubahan tegangan. Apalagi sampai tegangan 0, tidak ada tegangan atau lampu mati,” kata dia.

Alasan lain TV LED lebih cepat rusak kalau sering mati listik karena TV memiliki tegangan DC. Sementara hampir semua rumah tangga di Indonesia tegangannya adalah AC.

“Karena TV LED itu kan teknologinya pakai DC. Cuma karena kita sumbernya AC, maka di dalam TV itu ada regulatornya, yang bisa cepat rusak,” tambahnya lagi.

3. Microwave

Pengusaha Bawang Fermentasi dan Peternak Ayam Keluhkan Dampak Pemadaman Listrik
Artikel Kompas.id
Pengusaha Bawang Fermentasi dan Peternak Ayam Keluhkan Dampak Pemadaman Listrik

Meski tak banyak rumah tangga menggunakan microwave, tetapi alat ini juga berpotensi mudah rusak ketika listrik mati.

4. Perangkat audio non baterai

Jika di rumah ada perangkat audio yang tanpa baterai dan mengandalkan listrik rumah, juga berpotensi lebih mudah rusak.

5. Perangkat komputer atau laptop

Komputer (PC) dan server sangat bergantung pada proses shutdown yang benar agar sistem operasi tidak korup.

“Komponen Power Supply (PSU) dan Motherboard sangat rawan terbakar saat listrik tiba-tiba menyala kembali dengan voltase tinggi,” tambah Machmud lagi.

Termasuk laptop yang baterainya rusak, dicopot, dan harus menyalakan dengan cara mencolokkan ke stop kontak juga rawan rusak.

“Kadang orang malas beli baterai karena mahal. Tapi lebih baik beli lagi saja daripada menyalakan dengan cara pakai kabel. Itu damagenya lebih besar,” kata dia.

6. Air Conditioner (AC)

Mahcmud mengatakan AC dengan komponen digital yang terlalu banyak, seperti inverter memang rawan rusak kalau di daerah gampang padam bergilir.

“Sekarang pakai inverter lebih umum. AC inverter, itu masih juga rawan. Kalau AC yang bukan non-inverter, itu masih agak awet, karena dia sudah nggak pakai kontrol digital,” kata Machmud.

7. Air fryer dan alat masak digital lainnya

Selain microwave, air fryer, oven, bread maker digital juga mudah rusak kalau listrik padam.

“Sekali lagi, karena komponen digitalnya ini yang rawan. Komponen digital itu lebih kecil, dayanya kecil, kan lebih hemat listrik memang. Tetapi kelemahannya itu tadi, dia sangat peka terhadap perubahan tegangan atau prevensi,” kata Machmud.

Bagaimana agar barang elektronik awet meski mati listrik?

Machmud mengatakan sebetulnya tak salah dan tak keliru juga membeli barang elektronik berbasis digital. Karena kelebihannya, hemat listrik, mudah dioperasikan, cepat digunakan.

Namun agar tak mudah rusak bisa menggunakan tambahan alat di rumah maupun perkantoran atau gedung besar.

Pengusaha Bawang Fermentasi dan Peternak Ayam Keluhkan Dampak Pemadaman Listrik
Artikel Kompas.id
Pengusaha Bawang Fermentasi dan Peternak Ayam Keluhkan Dampak Pemadaman Listrik

Selain genset, biasanya untuk kantor, rumah sakit, dan gedung yang cukup besar menggunakan UPS (Uninterruptible Power Supply).

“Kalau yang punya komputer banyak seperti perkantoran, rumah sakit, memang umum pakai UPS agar punya waktu untuk mematikan komputer secara normal saat listrik padam, tegangan ga langsung drop mati begitu saja,” kata machmud.

Sementara untuk rumah tangga dapat menggunakan Stabilizer Voltage atau umum disebut Stavolt.

“Untuk kulkas, TV, atau AC, gunakan stabilizer berkualitas agar tegangan listrik yang naik-turun bisa diredam,” Kata dia.

Selain itu busa mencabut colokan saat mati lampu. Begitu listrik padam, segera cabut colokan barang-barang di atas dari stopkontak.

Tunggu sekitar 5–10 menit setelah listrik menyala kembali (hingga tegangan stabil), baru colokkan lagi.

“Juga bisa ditambah surge protector. Modelnya seperti colokan atau sambungan biasa. Namun surge ini lebih meredam lonjakan listrik saat mati listrik,” tutupnya.