June 26, 2026, oleh Humas Universitas

Raihan apresiasi bergengsi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan alokasi beasiswa penuh dan potongan biaya pendidikan terbanyak. (Foto: Istimewa)

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan posisinya sebagai Kampus Berdampak yang peduli pada pendidikan inklusif. Hal ini dibuktikan melalui raihan apresiasi bergengsi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan alokasi beasiswa penuh dan potongan biaya pendidikan terbanyak. Penghargaan prestisius tersebut diserahkan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur pada Jumat (19/6) di Gedung Grahadi, Surabaya, sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi Kampus Putih dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya.

Penghargaan tingkat provinsi ini menjadi bukti nyata konsistensi UMM dalam menjawab tantangan kesenjangan kesempatan belajar yang kerap dialami masyarakat akibat keterbatasan ekonomi. Melalui puluhan skema beasiswa yang terus dikembangkan, UMM berupaya keras memastikan lebih banyak generasi muda potensial dari berbagai pelosok daerah tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi. Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) UMM, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., IPM., menuturkan bahwa sumber pendanaan beasiswa di kampus ini didesain sangat beragam, mencakup kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), hingga pendanaan mandiri dari universitas.

“Kriteria pertama itu UMM memberikan banyak sekali skema beasiswa, baik yang berasal dari negara maupun dari UMM sendiri. Karena itu, kami diundang oleh Ibu Gubernur untuk mendapatkan apresiasi sebagai salah satu perguruan tinggi yang memberikan banyak beasiswa,” paparnya.

Lebih lanjut, Tatag merinci secara spesifik bahwa saat ini UMM telah mengelola sekitar 15 hingga 20 skema bantuan pendidikan yang aktif berjalan. Tidak hanya bergantung pada mitra eksternal, UMM secara mandiri merumuskan sejumlah program beasiswa unggulan dari internal kampus. Beberapa di antaranya meliputi beasiswa prestasi akademik dan non-akademik, beasiswa Pendidikan Ulama Tarjih (PUT), hingga beasiswa khusus bagi putra-putri alumni. Pilihan skema yang bervariasi ini menegaskan prinsip keadilan sosial yang dianut UMM, di mana permasalahan finansial tidak boleh lagi menjadi penghalang bagi calon mahasiswa untuk meraih pendidikan yang berkualitas.

“Program ini pasti akan terus berlanjut atau sustainable. Selain sebagai perguruan tinggi, UMM juga berada di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah yang memiliki komitmen kuat dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, program beasiswa akan terus dilestarikan dan jumlahnya juga akan terus ditingkatkan ke depannya,” tegasnya.

Kehadiran berbagai program beasiswa ini mempertegas identitas UMM yang tidak hanya hadir sebagai institusi akademik pencetak sarjana, melainkan juga sebagai motor penggerak perubahan sosial. Melalui pemerataan akses pendidikan ini, UMM menaruh harapan besar agar para penerima beasiswa kelak mampu bertransformasi menjadi pemimpin masa depan dan generasi unggul. Mereka diharapkan dapat kembali ke masyarakat untuk memberikan solusi nyata, berbakti pada nusa, serta membawa kemajuan yang signifikan bagi bangsa dan negara.(*vin/faq)

 

Penulis: Vivin Dwi Oktavia | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman