June 27, 2026, oleh

Malang, JurnalPost.com – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora (FPSH), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Laboratorium Ke-SD-an menyelenggarakan Pagelaran Penciptaan Tari Anak “Karuna Natyakala” di Aula GKB III Lantai 6 UMM. Kegiatan ini merupakan luaran Mata Kuliah Advance Material Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) yang dirancang sebagai implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) untuk mengembangkan kreativitas, kompetensi pedagogis, dan keterampilan kolaboratif mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar.
Dalam pagelaran tersebut, mahasiswa PGSD angkatan 2024 menampilkan berbagai karya tari anak yang mengangkat tema-tema kontekstual, seperti profesi, permainan tradisional, lingkungan, keberagaman budaya Nusantara, hingga fenomena alam. Setiap karya dikembangkan melalui perpaduan gerak, musik, kostum, dan properti yang tidak hanya menampilkan nilai artistik, tetapi juga dirancang sebagai media pembelajaran yang edukatif, kreatif, dan inklusif bagi peserta didik sekolah dasar.
Ketua Program Studi PGSD FPSH UMM, Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd., menjelaskan bahwa pagelaran ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang memberikan pengalaman autentik kepada mahasiswa dalam mengintegrasikan teori dengan praktik pembelajaran.
“Pembelajaran di PGSD tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa mengimplementasikan pengetahuan dalam praktik. Melalui Karuna Natyakala, mahasiswa belajar mengintegrasikan kreativitas, nilai budaya, dan strategi pembelajaran ke dalam pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PGSD UMM dalam menghasilkan calon guru yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21,” ujarnya.

Selain menjadi ajang unjuk karya, pagelaran ini juga melatih kemampuan mahasiswa dalam berkolaborasi, berkomunikasi, berpikir kreatif, dan mengelola pertunjukan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya yang dihasilkan, Laboratorium Ke-SD-an memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik berdasarkan aspek kreativitas, inovasi, penyajian, dan nilai edukatif.
Kepala Laboratorium Ke-SD-an PGSD FPSH UMM, Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd., menyampaikan bahwa laboratorium berperan sebagai ruang belajar yang memungkinkan mahasiswa menerapkan berbagai konsep pembelajaran melalui pengalaman nyata.
“Karuna Natyakala menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus kompetensi pedagogis melalui pembelajaran berbasis proyek. Mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya tari anak, tetapi juga belajar merancang pembelajaran seni yang kreatif, inklusif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal ketika mereka menjalankan profesinya sebagai guru.”
Melalui Karuna Natyakala, Laboratorium Ke-SD-an PGSD FPSH UMM terus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan seni, budaya, dan pedagogi. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen PGSD UMM dalam menghasilkan calon guru sekolah dasar yang kreatif, reflektif, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif serta relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar.