June 30, 2026, oleh Humas Universitas

Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI

Akses.co Pemadaman listrik bergilir saat ini sedang menjadi perhatian masyarakat secara luas. Selain mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari, situasi tersebut ternyata menyimpan bahaya tersembunyi yang jarang disadari oleh para pemilik perangkat elektronik. Dikutip dari Detikcom, Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof.

Machmud Effendy, mengatakan pemadaman ini berisiko pada alat elektronik. Menurutnya, tingkat kerusakan perangkat yang paling parah justru terjadi bukan pada saat aliran listrik padam. Titik paling rawan justru berlangsung ketika aliran listrik kembali menyala karena adanya lonjakan tegangan yang drastis.

Energi listrik akan langsung masuk ke dalam komponen dalam jumlah sangat besar di waktu yang amat singkat.

Fenomena ini kerap merusak komponen sensitif yang sebenarnya dirancang hanya untuk bekerja pada rentang tegangan tertentu. Adapun barang-barang yang berisiko rusak karena nyalanya listrik usai pemadaman adalah komputer, charger, router WiFi, mesin cuci hingga AC.

Dampak buruk dari mati lampu mendadak ini tidak hanya mengintai peralatan rumah tangga konvensional. Perangkat digital yang mengolah informasi sensitif juga menghadapi risiko yang tidak kalah besar. Pemadaman mendadak juga berdampak pada perangkat digital seperti komputer dan server. Gangguan suplai daya secara tiba-tiba ini dapat memicu kehilangan data hingga kegagalan sistem operasional.

“Pada perangkat yang sedang menulis data, dampaknya bisa sangat serius. Tidak hanya kehilangan data, tetapi file dapat menjadi rusak, sistem operasi gagal berjalan, hingga terjadi kerusakan fisik pada media penyimpanan,” tuturnya.

Mempercepat Penuaan Komponen AC dan Kulkas

Kerusakan mikroskopis menjadi ancaman jangka panjang bagi peralatan yang menggunakan kompresor. Komponen motor di dalam perangkat penyejuk udara dan pendingin makanan dipaksa langsung beroperasi kembali secara mendadak. Pemadaman listrik juga mempercepat penuaan komponen AC dan kulkas.

Hal ini lantaran perangkat langsung dipaksa bekerja ekstra saat tekanan belum stabil. Pemilik rumah sering kali tertipu oleh kondisi fisik luar peralatan yang terlihat baik-baik saja setelah pemadaman berakhir. Masalah baru akan muncul ke permukaan setelah akumulasi kerusakan di dalam komponen mencapai batas maksimal.

“Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari,” jelasnya.