July 3, 2026, oleh

KLIKMU.CO – Momen liburan sekolah kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua untuk menemukan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai edukatif bagi buah hati. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (English Language Education Department / ELED) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan solusi melalui kegiatan bertajuk School Holiday Program: Kids English Camp.
Berlangsung selama empat hari, mulai Senin (29/6/2026) hingga Kamis (2/7/2026), di Gedung Kuliah Bersama (GKB) I dan area Perpustakaan Pusat UMM, kegiatan ini sukses menarik antusiasme lebih dari 110 peserta tingkat sekolah dasar (SD). Program tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk tetap produktif dan gembira selama masa liburan.
Dosen ELED sekaligus penyelenggara kegiatan, Khoiriyah SPd MA, menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai pengayaan bahasa asing dengan materi yang disesuaikan berdasarkan jenjang kelas. Menariknya, pelaksanaan camp ini terintegrasi dengan kelas profesional Center of Excellence (CoE) English for Young Learners.
Melalui ekosistem tersebut, mahasiswa UMM mendapatkan kesempatan mempraktikkan keterampilan mengajar secara langsung kepada anak-anak.
Selama kegiatan, peserta mengikuti berbagai aktivitas interaktif. Mereka diajak bereksplorasi melalui pembelajaran berbasis gim (Fun English with Digital Game-Based Learning), perpaduan bahasa dan sains (English and Science), beragam aktivitas luar ruang, hingga sesi penutup Be Global – Learn English with Foreigner yang mempertemukan mereka dengan salah seorang warga negara asing.
“Program ini merupakan adaptasi budaya summer camp luar negeri yang kami padukan dengan nilai keislaman khas English for Muslim Kids, sehingga anak-anak dapat merasakan atmosfer belajar secara langsung di lingkungan kampus,” ujarnya.
Lebih jauh, program liburan ini juga mendukung arah kebijakan pendidikan nasional. Khoiriyah menjelaskan bahwa UMM siap menjadi mitra dalam mendukung rencana pemerintah yang akan kembali menjadikan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SD mulai 2027.
Dengan memanfaatkan fasilitas laboratorium bahasa yang modern serta menghadirkan mahasiswa internasional pada sesi penutupan, anak-anak didorong untuk berani mempraktikkan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara alami.
“Kami bertujuan meruntuhkan anggapan bahwa bahasa asing itu sulit, sekaligus membuktikan bahwa belajar bahasa Inggris sangat menyenangkan ketika dikemas melalui permainan digital, nyanyian, dan pembuatan karya seni yang kreatif,” tegasnya.
Terobosan metode pembelajaran yang ditawarkan UMM ini juga mendapat apresiasi dari para wali murid. Mereka mengaku terbantu dengan adanya program kampus yang memfasilitasi pengembangan kemampuan anak secara interaktif. Iin Nur Aini, salah satu orang tua peserta, menilai Kids English Camp menjadi wadah yang ideal untuk mengembangkan potensi anak di luar rutinitas sekolah formal. Menurutnya, pendekatan belajar sambil bermain membuat anak-anak tetap antusias dan tidak mudah bosan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami mendaftarkan anak-anak ke acara UMM ini agar waktu liburan mereka terisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Kami juga berharap kemampuan sekaligus kecintaan mereka terhadap bahasa Inggris terus meningkat,” pungkasnya.