July 8, 2026, oleh Humas Universitas

MALANG, Mantranews.id – Momentum Wisuda ke-122 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)menjadi lebih dari sekadar perayaan akademik. Di hadapan ribuan wisudawan, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menegaskan komitmen negara dalam membuka jalan bagi lahirnya generasi Indonesia yang mampu bersaing di pasar kerja global melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Universitas Muhammadiyah Malang. Kerja sama ini mencakup penguatan pendidikan,penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, serta pembentukan UMM Migrant Center sebagai pusat layanan terpadu penyiapan calon pekerj amigran Indonesia yang kompeten dan berdaya saing.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla, Direktur Jenderal Pemberdayaan Dr. M. Fachri, M.Si., serta Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri Dwi Setiawan Susanto, S.E., M.Si., Ak.Penandatanganan kerja sama menjadi bagian dari rangkaian prosesi Wisuda ke-122 UMM yang berlangsung di Dome UMM, sekaligus menandai penguatan sinergi antara pemerintahd dan perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul untukmenjawab kebutuhan pasar kerja internasional.Dalam keynote speech bertajuk “Menyiapkan Generasi Berdaya Saing Global”, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Dzulfikar Ahmad Tawalla menegaskan bahwa dunia kerja sedang mengalami transformasi yang sangat cepat. Perubahan teknologi,kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), serta dinamika kebutuhan tenaga kerja global menuntut generasi muda untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan adaptasi.

“Hari ini, tantangannya bukan lagi apakah dunia berubah, tetapi apakah kita mampu berubahlebih cepat. Ijazah adalah pintu masuk, tetapi kompetensi, karakter, kemampuan belajarsepanjang hayat, dan keberanian mengambil peluang global adalah kunci keberhasilan.Indonesia memiliki bonus demografi yang besar, dan negara harus memastikan bonus tersebutmenjadi kekuatan, bukan sekadar angka statistik,” tegas Dzulfikar.

Ia juga menekankan bahwa peluang kerja luar negeri terus terbuka lebar seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara akibat fenomena aging population. Karena itu,perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu memenuhi standar kompetensi internasional. Materi yang disampaikan menekankan pentingnya reskilling, upskilling, literasi teknologi, AI,kreativitas, dan ketangguhan sebagai kompetensi utama menghadapi perubahan global.

Direktur Jenderal Pemberdayaan, Dr. M. Fachri, M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasidengan perguruan tinggi merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam membangunekosistem pemberdayaan pekerja migran Indonesia sejak sebelum memasuki dunia kerja.

“Pemberdayaan tidak dimulai ketika seseorang sudah menjadi pekerja migran, tetapi sejak masih berada di bangku pendidikan. Karena itu, kami membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi agar lulusan Indonesia memiliki informasi yang benar, kompetensi yang sesuai kebutuhan industri global, serta kesiapan mental dan profesional untuk bekerja secara prosedural, aman, dan bermartabat,” jelasnya.

Menurut Fachri, kehadiran UMM Migrant Center diharapkan menjadi simpul layanan yang mengintegrasikan penyebarluasan informasi peluang kerja luar negeri, peningkatan kompetensi, harmonisasi kurikulum, penguatan vokasi, hingga fasilitasi mahasiswa dan lulusan yang berminat berkarier di luar negeri. Langkah ini juga menjadi bagian dari penguatan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan pendidikan tinggi yang berkelanjutan. Ruang lingkup kerja sama mencakup pendirian UMM Migrant Center, penyiapan data dan profil lulusan, peningkatan kompetensi sesuai kebutuhan negara tujuan, penyebarluasan informasi penempatan dan pelindungan PMI, standardisasi lembaga vokasi, serta koordinasi pelaksanaan program bersama.

Sementara itu, Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, Dwi Setiawan Susanto, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja internasional yang terus berkembang.

“Selama ini peluang kerja luar negeri masih sangat besar, namun tantangan utama adalah memastikan kualitas tenaga kerja kita sesuai dengan kebutuhan dunia usaha global. Melalui UMM Migrant Center, kami ingin membangun sistem yang mampu menghubungkan lulusan perguruan tinggi dengan peluang kerja internasional secara lebih terarah, terukur, dan sesuai standar kompetensi,” ujarnya.

Nota Kesepahaman antara KP2MI dan Universitas Muhammadiyah Malang sendiri menjadipayung kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kegiatanilmiah, serta pengembangan sumber daya manusia selama lima tahun ke depan. Kerja samatersebut menjadi landasan bagi pelaksanaan berbagai program strategis yang akan dijalankankedua belah pihak.

Melalui kolaborasi ini, KP2MI menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusiaIndonesia membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk perguruantinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi. Sinergi tersebut diharapkanmampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga siap menjadi talenta global yang profesional, adaptif, dan mampu bersaing di pasar kerjainternasional.

Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk memperkuat kualitas sumber dayamanusia sebagai fondasi pembangunan nasional, KP2MI akan terus memperluas kemitraan strategis dengan perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen negara dalam menghadirkan sistem penyiapan pekerja migran Indonesia yang lebih berkualitas, terlindungi,dan berdaya saing global, sehingga setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui jalur migrasi kerja yang aman, legal, dan bermartabat. (Amelia Erisanna – Mantranews.id)