July 10, 2026, oleh Humas Universitas

Suasana Sensory Laboratory UMM pada Rabu (8/7/2026)./Ist

Bisnis.com, MALANG — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka sensory laboratory berstandar internasional untuk Program Studi Teknologi Pangan  hasil kolaborasi internasional dalam VLIR-UOS Team Project 2024 bekerja sama dengan tiga negara, yakni Belgia, Ekuador, Filipina, sebagai solusi pengujian sensori objektif untuk meningkatkan daya saing produk pangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di pasar global.

Penanggung jawab Laboratorium Sensorik UMM, Dahlia Elianarni, menjelaskan kehadiran fasilitas ini menjawab tantangan industri pangan saat ini, di mana banyak pelaku usaha mampu membuat produk bercita rasa baik, namun belum memiliki akses uji sensori ilmiah.

“Kini, ragam produk mulai dari makanan, minuman, hingga camilan dapat diuji di UMM untuk memastikan kualitasnya sejalan dengan preferensi konsumen sebelum dipasarkan,” ujarnya dikutip Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, fasilitas ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan dunia akademik dan industri pangan. Mahasiswa dapat mempraktikkan metode pengujian berstandar global, sementara masyarakat dan pelaku usaha akhirnya mendapatkan kemudahan akses layanan pengujian ilmiah yang sebelumnya masih sangat terbatas guna mendongkrak kualitas produk lokal.

Dia menegaskan, sensory laboratory ini digunakan untuk menguji berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, camilan, hingga produk pangan lainnya. Seluruh fasilitas dirancang mengikuti standar internasional sehingga mahasiswa Teknologi Pangan UMM dapat melakukan pengujian dengan prosedur yang setara dengan laboratorium di berbagai negara.

“Kami juga membuka layanan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang membutuhkan pengujian sensori agar produk yang dikembangkan memiliki kualitas yang lebih baik dan sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujar Dahlia.

Wakil Rektor IV UMM, Prof. Muhamad Salis Yuniardi, menegaskan laboratorium ini adalah tonggak penting dalam memperkuat inovasi dan kolaborasi riset internasional di bidang ilmu sensorik.

Fasilitas tersebut secara khusus difokuskan untuk mendukung pengembangan komoditas unggulan Indonesia, guna mendongkrak kualitas dan nilai tambah produk di kancah internasional.

“Kami berharap kolaborasi ini terus diperkuat dari tahun ke tahun. Indonesia memiliki potensi besar pada komoditas cocoa bean, namun daya saingnya perlu terus ditingkatkan melalui penelitian dan inovasi. Sensory laboratory menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pengembangan cocoa bean serta berbagai produk pangan Indonesia agar memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat internasional,” tegasnya.

Ke depannya, kata dia, laboratorium ini akan terus diintegrasikan sebagai bagian dari pengembangan kawasan Edupark UMM, termasuk mendukung Center of Excellence (CoE) Kakao. Melalui sinergi erat antara pendidikan, penelitian, dan pelayanan, kehadiran laboratorium ini diharapkan terus melahirkan inovasi pangan berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan industri lokal di Indonesia.(K24)