July 23, 2026, oleh

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil peran strategis sebagai tuan rumah Forum Penguatan Humas Perguruan Tinggi Swasta (PTS) LLDIKTI Wilayah VII. Mengusung tema “Strategi Kehumasan untuk Mewujudkan Diktisaintek Berdampak”, agenda berskala regional ini sukses digelar di Ruang Sidang Senat (RSS) Kampus Putih pada Rabu (22/7) guna merespons cepatnya arus informasi digital dan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi.
Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., mengapresiasi ekosistem akademik Kampus Putih yang sangat mendukung terlaksananya kolaborasi antar-kampus ini. Ia menyoroti bahwa humas merupakan elemen krusial dalam pemasaran pendidikan yang wajib diperkuat oleh kemampuan public relations mumpuni demi menciptakan reputasi institusi yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Di lingkungan PTS wilayah tujuh ini, seluruh kampus harus selalu solid dan tangguh, jadikan setiap dinamika perubahan sebagai kekuatan untuk membentuk kehumasan yang produktif dan menjadi agen perubahan bernilai tambah bagi masyarakat luas,” tegasnya.
Dari perspektif transformasi digital, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol Kemdiktisaintek, Doddy Zulkifli Indra Atmaja, S.I.Kom., M.Si., menekankan pentingnya pergeseran paradigma komunikasi publik. Institusi pendidikan dituntut untuk menghentikan publikasi yang sekadar bersifat seremonial dan beralih pada narasi penceritaan yang menonjolkan dampak nyata sebuah program bagi khalayak melalui komunikasi dua arah.
“Humas di era sekarang tidak hanya dituntut untuk menghasilkan tumpukan rilis publikasi sebanyak-banyaknya, melainkan harus bisa memastikan bahwa pesan tersebut dipahami, mampu mengubah persepsi, dan benar-benar melahirkan kepercayaan yang berdampak,” urai Doddy.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Kepala Humas UMM Periode 2022-2025, Dr. M. Isnaini, M.Pd., yang menegaskan bahwa ujung tombak keberhasilan komunikasi eksternal bermula dari atmosfer kerja internal yang sehat. Pimpinan humas dituntut mampu merangkul tim lintas generasi untuk mengakomodasi ide kreatif media sosial dan bersikap responsif terhadap manajemen krisis.
“Humas Kampus Putih adalah tameng sekaligus wajah terdepan dari sebuah kampus, maka ciptakanlah suasana kerja yang suportif dan humanis agar pesan yang keluar ke ruang publik tetap menyejukkan, terkendali, serta selaras dengan kebutuhan zaman,” paparnya.
Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., turut merefleksikan makna esensial dari sebuah komunikasi publik perguruan tinggi. Ia menuturkan bahwa akar dari segala kesalahpahaman informasi sering kali bersumber dari ketidakselarasan frekuensi, sehingga penguatan etika kehumasan menjadi senjata utama bagi kampus untuk menyampaikan keunggulannya secara elegan di tengah gempuran informasi masa kini.
“Menyampaikan sebuah kebenaran atau keunggulan perguruan tinggi itu harus dibarengi dengan strategi komunikasi dan etika yang tepat, sehingga pesan kebaikan tersebut tidak menjadi pahit dan pada akhirnya bisa diterima utuh oleh masyarakat,” pungkasnya.
Sinergi yang terbangun melalui forum regional ini diharapkan tidak sekadar berhenti sebagai ajang diskusi seremonial, tetapi benar-benar terwujud dalam budaya kerja keseharian. Ke depan, praktisi humas perguruan tinggi dituntut untuk terus berinovasi menjadi garda terdepan dalam merawat reputasi institusi, membangun kepercayaan publik yang autentik, serta memberikan kontribusi dan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan bangsa.(