February 24, 2025, oleh

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menutup Development Qur’anic Literacy Program batch 1 pada Sabtu, 22 Februari. di Masjid AR Fachruddin. Program yang berlangsung selama satu semester ini bertujuan meningkatkan kompetensi dosen dan karyawan dalam literasi Alquran, khususnya dalam membaca, memahami, maupun menghafal. Kegiatan penutupan hari ini, terbagi dalam dua sesi dan diikuti setidaknya oleh sekitar 750 peserta DQLP dalam kurun 16 pertemuan.
Terkait hal ini, Wakil Rektor V UMM, rof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. menuturkan bahwa program ini adalah ikhtiar Kampus Putih untuk menjadikan Alquran sebagai kurikulum kehidupan. Menurutnya, tidak ada permasalahan yang tidak bisa dijawab oleh Alquran. Harapannya dengan, pembelajaran ini dapat mendorong dosen dan karyawan dalam melakukan aktivitasnya di kampus dengan lebih baik. Menjadikan Alquran sebagai pedoman.
“Mengapa diadakan di masjid? Sebab ini juga bagian dari upaya untuk memakmurkan masjid kita. Masjid yang ramai tentu akan memberikan gairah beribadah dan bermanfaat bagi sesama,”imbuhnya.
Di sisilain, salah satu peserta Rizki Febriani, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan. Melalui program ini, ia memiliki kesempatan untuk belajar memahami bacaan dan hukum dalam membaca Alquran. Menurutnya, bergabung di kelas tahsin membuatnya bisa belajar lebih intensif memperbaiki cara membaca Alquuran. Setelah selesai dari kelas tahsin ini, ia akan melanjutkan ke program berikutnya yaitu kelas tahfidz atau menghafal.
Adapun program DQLP menyediakan enam program pilihan yang dapat diikuti oleh dosen dan civitas akademika UMM. Keenam program itu adalah tahsin, tartil, tafhim, tafsir, tahfidz dan tilawah. Sebelum masuk ke dalam program, tiap peserta mengikuti placement test dengan metode tasmi. Setelah mengikuti tes, para peserta dimasukkan ke dalam kelas-kelas sesuai minat dan level kemampuan. Selama program berlangsung, para peserta mendapatkan pembelajaran intensif dari para fasilitator yang kompeten. (*/wil)