November 10, 2025, oleh

Malang (beritajatim.com) – Berawal dari sebuah gagasan sederhana usai menjadi relawan di Kuala Lumpur pada 2017, seorang alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mendirikan platform psikologi berskala nasional. Jainal Ilmi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengubah idenya menjadi Catatan Psikologi, yang kini telah berevolusi melayani klien individu hingga korporat.
Kisah sukses ini dimulai dari pengalaman yang mengubah pandangan Jainal saat berada di ibu kota Malaysia. Pria yang akrab disapa Kang Jay ini mengungkapkan bahwa ide mendirikan Catatan Psikologi muncul secara tak terduga.
Saat mengikuti kegiatan relawan di Kuala Lumpur, ia bertemu dengan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia. Salah satu pertemuan yang paling berkesan adalah dengan seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang memiliki akun dakwah di Instagram.
“Waktu itu saya melihat akun tersebut bermanfaat sekali. Dari situ saya berpikir bahwa psikologi juga bisa dibuat seperti itu—menghadirkan edukasi dan manfaat bagi banyak orang,” kenang lulusan S1 Psikologi UMM (2017) dan Magister Profesi Psikologi (2021) ini kepada beritajatim.com, Sabtu (8/11/2025).
Sepulang ke Indonesia pada 2017, Jainal tidak membiarkan gagasan itu menguap. Ia langsung merintis Catatan Psikologi dari nol dengan niat sederhana untuk memberi manfaat. Platform ini lahir pada Agustus 2017, awalnya hanya sebagai akun Instagram biasa.
Pada masa-masa awal, Jainal mengerjakan semuanya seorang diri—mulai dari membuat konten, mengedit, memposting, hingga berinteraksi dengan pengikut. Namun, kerja keras itu membuahkan hasil.
Banyaknya tanggapan positif membuat Jainal semakin serius. Memasuki tahun kedua, ia mulai mengajak mahasiswa Psikologi UMM, terutama adik tingkatnya, untuk bergabung. Dari sinilah Catatan Psikologi tumbuh menjadi komunitas yang aktif mengadakan seminar, talkshow, sesi berbagi, hingga layanan curhat gratis bagi masyarakat.
“Sebelum pandemi, kami sempat menggelar kelas daring melalui WhatsApp dengan peserta mencapai 200–250 orang,” ujarnya.
Pandemi Covid-19 menjadi titik balik yang krusial. Saat semua kegiatan terpaksa beralih ke ranah daring, Catatan Psikologi justru memanfaatkan momentum tersebut untuk bertransformasi menjadi layanan profesional dengan jangkauan yang semakin luas. Kini, platform tersebut telah resmi berbadan hukum menjadi CV Catatan Psikologi Indonesia.
Mengusung nilai inti Kolaboratif, Inovatif, Trust, dan Happiness, layanannya kini mencakup konseling daring dan luring, tes psikologi, speaker agency, expert judgment, konsultasi penyusunan program, hingga penerbitan buku.
Kliennya pun tak lagi hanya individu, tetapi juga korporat berskala nasional dari berbagai bidang, termasuk kesehatan dan industri teknik. Meski kini menjabat sebagai Founder, Jainal telah mendelegasikan posisi CEO kepada orang kepercayaannya agar ia bisa fokus pada pekerjaan tetapnya. Namun, ia tetap menjadi sosok sentral di balik arah dan nilai-nilai perusahaan.
Ia menekankan kunci keberlangsungan platformnya adalah konsistensi dan inovasi. “Saya melihat banyak platform serupa yang berhenti di tengah jalan. Kuncinya adalah konsisten, tapi juga harus ada progres. Kalau bicara bisnis, ya harus ada hasil juga,” ungkapnya tenang.
Menutup perbincangan, Jainal memberikan pesan reflektif bagi generasi muda agar tidak terburu-buru terjebak tren “pengusaha muda” atau “founder muda” yang marak di media sosial.
“Ambil banyak pengalaman dulu, karena bisnis itu tidak sesederhana mencantumkan status CEO di bio Instagram. Ketika waktunya tiba, skill dan pengalaman itu akan menjadi bekal kuat untuk membangun usaha sendiri,” pesannya menutup. (dan/kun)