Jadi Wisudawan Berpestasi UMM berkat Pengalaman Golf dan Exchange Internasional

Adalah Aldin Ulil Amri Ramadhan, salah satu wisudawan berprestasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sukses mengukir banyak pengalaman internasional selama berkuliah. Ia yang akan diwisuda pada 21 November itu menyebut, menaruh tujuan setinggi mungkin secara sistematis adalah salah satu kunci dibalik keberhasilannya baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Di samping itu, ia juga aktif di bidang non akademik, seperti menjadi ketua pertama UKM Golf UMM. Dengan pennuh tekad, Aldin mengukir perjalanan akademik internasionalnya sejak semester awal perkuliahan. Pandemi Covid-19 tak menghalangi tekad kuat belajarnya. Pada tahun 2021 Ia berkesempatan mengikuti dua kegiatan internasional, yaitu Short Course di Taiwan dan short course online dengan pemateri dari profesor top dari 15 perguruan tinggi dunia. Lebih lanjut, Aldin juga menempuh International Credit Transfer ke Malaysia selama satu semester. “Meski Malaysia merupakan negara tetangga, tetapi saya belajar banyak mengenai budaya belajar. Seperti sistem pendidikan, bagaimana perspektif psikologi terhadap berbagai permasalahan, hingga cara mengangi permasalahan konseling. Ini juga menjadi perbedaan budaya yang menarik untuk dipelajari lebih lanjut,” ungkap calon wisudawan Psikologi itu. Bergeser ke benua biru Eropa, pria asal Lumajang tersebut berhasil mengikuti progam magang kerja di Kedutaan Besar di Praha, Republik Ceko selama beberapa bulan. Disana, Ia mengaku banyak mendapatkan wawasan mengenai dunia diplomatik internasional antar negara. Menariknya, tak hanya menempuh pembelajaran di bidang yang ia tempuh, ia mengaku mendapatkan kesempatan merasakan pengalaman di berbagai atase kebidangan. Termasuk di atase politik, atase penerangan budaya, hingga atase ekonomi dunia. Dari kegiatan tersebut, Ia mengaku mengalami pelbagai perubahan aspek baik dari segi personal, memperluas pemikiran terhadap dunia, dan keilmuan akademiknya. “Tak hanya akademik, banyak relasi yang saya dapatkan selama di Praha. Salah satunya mendapat kesempatan berkomunikasi serta berinteraksi secara langsung dengan beragam tokoh pejabat diplomatik Indonesia. Seperti anggota DPRD RI, DPRD Provinsi Sumatera, banyak duta besar (Dubes) dari seluruh dunia yang berkerjasama dengan Republik Ceko. Termasuk beberapa asosiasi tanah air yang bekerjasama dengan sektor pariwisata disana,” sambungnya. Ia mengaku terkesan dan sangat menghargai ragam perbedaan kebudayaan masing-masing negara yang pernah dikunjungi. Berdasarkan pengalamannya, negara-negara yang Ia kunjungi sangat menjunjung tinggi kesejahteraan kesehatan mental, serta flexibilitas dan disiplin terhadap suatu hal. Tak hanya berprestasi dalam bidang akademik, Ia juga merupakan ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Golf UMM sejak tahun 2022. Selama dua tahun menjabat, beragam kontribusi UKM Golf UMM perlahan mulai terkukir, diantaranya aktif bekerjasama dalam kepanitiaan kompetisi bergengsi. Ia menceritakan, dalam proses itu ia membutuhkan rencana yang terstruktur dan level fokus yang tinggi, serta dukungan dari berbagai koridor. Terakhir, ia berpesan kepada seluruh anak muda dan calon wisudawan UMM untuk berusaha dengan maksimal dibarengi dengan doa kepada sang Pencipta. “ Saya juga berterimakasih pada UMM yang sangat berperan dalam pencapaian saya selama menjadi mahasiswa. Tanamkan pada diri kita bahwa disiplin adalah satu kunci kita mencapai kesuksesan,” pesannya. (din/wil)

Tim Mahasiswa Ini Sukses Menangi Penghargaan di Ajang Nasional

Tidak mudah menyerah serta selalu berusaha menjadi bentuk tanggung jawab tersendiri dari mimpi yang ingin diraih dan diperjuangkan. Hal itulah yang diterapkan oleh para mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sukses meraih penghargaan presentasi kelompok terbaik dalma ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) yang dilaksanakan Oktober lalu. Mereka adalah Sonya Dzakiyah Zayyantri selaku ketua, Putri Setia Ningsih, dan Muhammad Nasir Falah. Menariknya, dalam proses mengikuti kegiatan Pimnas, dua anggota kelompok sudah lulus terlebih dahulu sehingga hanya tinggal Sonya yang harus berjuang. Terkait hal itu, Sonya bercerita bahwa ia sempat ragu untuk pergi dalam ajang Pimnas ini. Namun mengingat dua anggota lainnya selalu mendukung dan ingin menemaninya, akhirnya ia terus melanjutkan perjuanganya. Meski, melakukan presentasi hasil karya ilmiahnya seorang diri, ia tidak merasa sendirian karena dibalik itu dua orang anggotanya yang selalu menyemangati. Adapun karya ilmiah yang ia bawa terkait dengan pembangunan instalasi air melalui kabut atau udara untuk masa depan. Menurutnya, di masa depan akan ada kemungkinan air akan berkurang hingga berpotensi habis. Apalagi mengingat jumlah penduduk di Bumi yang semakin bertambah banyak seiring waktu. Maka, ia berharap ide mereka dapat membantu memberi solusi atas permasalahan air tersebut. Meski ada sederet kelompok yang membahas pada aspek air, namun hanya timnya yang memiliki gagasan unik untuk membangun instalasi air dari kabut tersebut. Ini menjadikan mereka satu-satunya kelompok yang membahas permasalahan air dengan metode yang baru dan unik. “Ide ini sebenarnya terinpirasi dari hewan kumbang yang hidup di gurun terbesar di Afrika yang bernama Gurun Namib. Apalagi saat kami menyadari bahwa hewan tersebut dapat bertahan dengan baik di tengah panasnya gurun. Kita akhirnya melakukan riset lebih jauh terkait sistem bertahan hidup kumbang untuk mendapat pasokan airnya tersebut,” katanya. Mereka akhrirnya menemukan fakta bahwa hewan kumbang ini dapat bertahan dengan cara berdiri dengan sudut 40 derajat. Di bagian punggungnya terdapat benjolan yang mengandung hidrofobik dan hidrofilik untuk mengumpulkan air dari kabut. Dari situlah, mereka memiliki ide untuk mengadaptasi bentuk jaring-jaring yang punya pola sesuai dengan sayap dari kumbang tersebut. “Nantinya kami juga akan memanfaatkan energi listrik melalui panel surya cahaya dan juga menambahkan turbin udara agar prosesnya semakin maksimal.” Ujarnya menambahkan. Ia juga merasa sangat senang bisa mendapatkan penghargaan di kompetisi bergengsi itu. Apalagi ada dukungan penuh dari UMM, kemahasiswaan, dan juga dosen pembimbing yang membuat mereka mampu bertahan hingga ajang Pimnas usai. Ia berharap, ke depannya semakin banyak anak muda yang mampu menelurkan ide brilian untuk kemajuan manusia, khususnya di Indonesia. (zaf/wil)

LK UMM Rayakan Kreativitas Generasi Muda di Hari Sumpah Pemuda

Lembaga Kebudayaan (LK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar acara final akbar Kaleidoskop Kebudayaan pada 28 Oktober lalu untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda. Ajang ini mempertemukan para finalis peserta SMA dan SMK yang bersaing dalam berbagai lomba. Mulai dari tari kreasi daerah, vokal kreasi daerah, baca puisi dan musikalisasi, hingga desain batik digital. Bahkan ada beragam lomba menarik lain seperti vlog dan fotografi seni budaya, hingga kaligrafi. Kegiatan tersebut mengangkat tema besar digitalisasi kebudayaan, dengan harapan menanamkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia. Kepala LK UMM Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. menyambut hangat para peserta. Ia berharap aktivitas ini bisa mendorong dan menjadi pengingat pentingnya kebudayaan. Terutama bagi para anak muda saat ini. “Acara ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda, momentum penting yang mengingatkan kita akan semangat generasi muda untuk menjaga persatuan dan kebudayaan bangsa. Bagaimana anak-anak muda punya semangat dan motivasi untuk berinovasi bagi negeri,” jelasnya. Antusiasme peserta pun semakin terasa saat Ibu Daroe mengapresiasi karya-karya yang akan ditampilkan di depan para juri. Ia mengajak para peserta untuk menunjukkan yang terbaik, serta berpesan agar mereka menumbuhkan kecintaan terhadap kebudayaan sebagai pondasi generasi emas Indonesia pada 2045. Ajang tersebut juga diharapkan bisa menjadi kesempatan berharga bagi peserta untuk mengekspresikan kecintaan mereka pada budaya. Selain itu juga sekaligus menambah wawasan untuk melestarikannya. Sementara itu, Wakil Rektor V UMM Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. menyambut baik antusiasme peserta dan mengapresiasi LK UMM atas terselenggaranya acara yang meriah itu. Tri juga mengajak generasi muda untuk terus menjunjung budaya bangsa dan tidak melupakan akar kebudayaan di tengah era digital yang terus berkembang. Tak hanya kompetisi, acara ini juga memberikan panggung bagi penampilan seni yang menggugah dan menyemarakkan suasana. Para peserta yang berasal dari berbagai daerah, tampil dengan karya yang menunjukkan kecintaan mereka terhadap kebudayaan lokal masing-masing. Rangkaian acara yang inspiratif ini diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta untuk menguatkan semangat kebersamaan dan mempererat rasa cinta mereka pada budaya bangsa. (vin/wil)

Begini Serunya Gramedia Goes to Campus di UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menjadi tuan rumah acara-acara menarik. Kali ini program Gramedia Goes to Campus hadir dan memberikan beragam kegiatan menarik bagi anak-anak muda dan mahasiswa. Mulai dari talkshow pengembangan diri, pelatihan yang meningkatkan skill, bahkan sederet tryout menarik. Adapun Keseruan acara itu berlangsung selama dua hari yakni 23-24 Oktober ini. Pada hari pertama, para mahasiswa dan anak muda berkesempatan untuk ikut berbagai workshop dan try out. Di antaranya pelatihan tes minat bakat, try out IELTS, wokrshop pembuatan CV, hingga interview in english fo job yang membantu para mahasiswa ketika lulus nanti. Semua itu dilakukan UMM dan Gramedia untuk meningkatkan dan melatih softskill para mahasiswa. Tercata, ada lebih dari 300 mahasiswa yang mengikuti rangkaiaan kegiatan ini. Sementara itu, pada hari kedua program tersebut menghadirkan sederet narasumber yang ahli dalam bidangnya. Ada penulis buku Mariposa Luluk HF yang juga merupakan alumnus UMM. Kemudian juga Gus Dhofir, penulis buku Peradaban Sarung hingga seorang CEO dan Co-Founder dari Inspigo yang bernama Tyo Guritno. Mereka memberikan berbagai topik menarik agar para mahasiswa bisa mempersiapkan karir dengan baik. Melatih kepercayaan diri dalam diri mahasiswa dan mampu bersaing di dunia kerja kelak. Dalam paparannya, Luluk HF mengatakan bahwa penulis pemula perlu memiliki mindset yang kuat dan tidak berekspektasi berlebihan dalam karya-karya yang sudah dibuat. Yang terpenting adalah bagaimana penulis dapat berkomitmen untuk terus berkarya dan memberikan dampak. Salah satu cara yang biasa ia buat adalah dengan menyusun tangga pencapaiaan diri. Dengan begitu, para penulis, terutama pemula, bisa mengetahui seberapa jauh mereka sudah melangkah dan mengetahui arah masa depannya. “Semangat yang naik turun itu wajar karena manusia tidak setiap hari bahagia. Maka dari itu, kita harus memahami diri sendiri. Jika sedang ada diposisi surut, jangan terlalu memaksakan diri untuk menulis. Tenangkan diri telebih dulu hingga suasana membaik sehingga setelah itu kita bisa mencoba menulis kembali,” ujarnya memberi tips agar dapat konsisten menjadi seorang penulis. Di sisi lain, Direksi Gramedia Heri Darmawan mengatakan pihaknya memang memiliki visi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka dari itu, timnya datang ke kampus UMM untuk memberikan kontribusi dan memberikan dampak baik, utamanya dalam bidang pendidikan. “Semoga program ini benar-benar bisa memberikan pencerahan dan membuka jalan kesuksesan bagi para anak muda,” katanya berharap. Hal serupa juga disampaikan Rektor UMM Prof. Nazaruddin Malik, M.Si. Menurutnya, agenda hasil kolaborasi UMM, Gramedia, dan Bank Danamon ini sangat insightful. Ada banyak hal baru yang mungkin belum mahasiswa tahu. “Saya senang sekali kalau ada event-event yang fokusnya pada pengembangan karir di masa depan, termasuk pentingnya menulis. Tugas saya tentu menyemangati dan mewadahi generasi muda, khususnya UMM, untuk selalu terbuka pikirannya. Selain itu juga mendukung peningkatan tingkat literasi generasi muda,” tegasnya. (wil)

Mahasiswa UMM asal NTT ini Dapat Beasiswa ke Barcelona

Aloysius Gonzaga Alnabe, Mahasiswa Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses terbang ke Barcelona melalui program beasiswa Indonesian International Student Award (IISMA) 2024. Gonza, sapaan akrabnya, bersama 40 rekan mahasiswa student exchange Indonesia berkesempatan menikmati belajar selama tiga bulan di Universitat Pompeu Fabra (UPF) Barcelona, Spanyol sejak September. Lebih lanjut, Gonza mengaku sangat bersyukur mendapatkan kesempatan emas dan mendapatkan pengalaman belajar yang luar biasa ini. Di samping itu, Gonza juga membagikan tiga hal menarik tentang Barcelona yang membuatnya terkesan dan menikmati perjalanan belajarnya disana. Pertama kali menginjakkan kaki di kota terbesar kedua Spanyol itu, Ia mengaku kagum terhadap tata ruang kota yanag didesain pedestrian-friendly sehingga memudahkan pejalan kaki. Hal menarik lainnya adalah banyak bangunan bersejarah berusia ratusan tahun berdiri kokoh sangat indah. Kemudian, hal menarik ketiga berasal dari budaya dan sistem pendidikan, serta suasana belajar di perguruan tinggi UPF based on full discussion antara dosen dan mahasiswa. “Saya sangat menikmati belajar di UPF Barcelona ini. Kami (mahasiswa) tidak merasa terintimidasi serta diberi keluasan kebebasan untuk bertukar pikiran dan argument dengan para dosen. Saya merasa enjoy dengan suasana atau budaya mengajar dan belajar di sini,” tambahnya. Lebih lanjut, mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur itu membagikan kesannya dan pengalaman menarik selama di Barcelona. Menurutnya, Tapas adalah satu tradisi unik dan menarik khas Spanyol yaitu menyantap makanan porsi kecil sebagai hidangan pembuka. Selain makanan, Gonza juga menjelajahi salah satu destinasi wisata yang menawarkan pemandangan deretan pegunungan cantik terkenal di Catalonia, barat laut Barcelona yaitu Montserrat. “Menurut saya, Spanyol terutama Barcelona adalah salah satu tempat di dunia ini yang nyaris sempurna. Monumen-monumen bersejarah berdiri sedemikian rupa dengan arsitektur yang indah, tata ruang kota yang terstruktur rapi didukung juga pedestrian-friendly, makanan yang mendunia, serta destinasi wisata yang worth it banet untuk dikunjungi ketika teman-teman ke Barcelona,” sambungnya antusias. Tak hanya senang dapat menikmati keindahan kota Barcelona, Gonza juga bertekad untuk mampu menyalurkan segala ilmu dan wawasan baru yang Ia dapatkan untuk bisa juga sama-sama dipelajari bersama. Menariknya, selain sebagai mahasiswa HI UMM, Gonza juga giat mengajar bahasa Inggris di beberapa tempat. Dibalik kesuksesaannya pertukaran pelajar di UPF, Gonza mengaku kerap kali sangat rindu kampus dan kampung halamannya. Terakhir, Gonza berpesan kepada anak muda untuk jangan ragu dan jangan takut untuk memulai sesuatu yang kamu sukai. Menurutnya, aktif dalam organisasi, kegiatan sosial, dan aktif mengikuti lomba-lomba menjadi nilai tambah yang cukup berpengaruh dalam perjalanan kehidupan. Sehingga bisa bertahan menghadapi permasalahan yang muncul. “Lalu, saya juga berterimakasih kepada UMM yang telah senantiasa menjadi wadah dan memberikan dukungan kepada para mahasiswanya untuk memperoleh pendidikan setinggi-tingginya. Saya harap teman-teman mahasiswa UMM lainnya memanfaatkan segala fasilitas kampus. UMM sudah sangat luas mewadahi dengan beragam program beasiswa internasional, jangan ragu, ambil dan daftarkan dirimu. Apapun hasilnya, jadikan itu sebagai wadah untuk mengukur kemampuan diri,” tegasnya. (din/wil)

Kerjasama Polda Jatim, UMM Dipercaya Perkuat SDM Kepolisian

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur teken kerjasama pada 4 Oktober 2024 ini. Salah satu aspek yang dibahas adalah penguatan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan tinggi. Kerjasama itu juga sekaligus memperkuat kiprah Kampus Putih dalam membantu masyarakat secara luas. Terkait kolaborasi ini, Kepala Polda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto mengatakan bahwa ini menjadi upaya pihaknya dalam peningkatan SDM. Maka, kerjasama dengan universitas menjadi salah satu jalannya. UMM dinilai memiliki kualitas yang mumpuni dan dipercaya bisa memberikan pendidikan yang baik. Ia berharap, tenaga Polri dapat menamatkan pendidikan di jenjang sarjana maupun magister di perguruan tinggi UMM. “Selain itu, saya juga titip kepada rektor UMM dan sivitas akamedikanya untuk sama-sama menjaga ketertiban. Khususnya dalam menjaga perhelatan pesta demokrasi yang akan datang. Menjaga kondisi tetap damai dan betul-betul fair, terutama di wilayah Jawa Timur,” katanya. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. mengatakan bahwa UMM dan kepolisian memiliki ikatan batin yang luar biasa. Muhammadiyah sedarai awal sudah menyatakan bersama pemerintah bahwa NKRI harga mati. Maka, UMM akan selalu mendukung dan membantu kepolisian dalam berbagai aspek. Pihaknya juga siap berkolaborasi dalma pengembangan SDM dengan berbagai unggulan yang dimiliki UMM. “Kita selalu siap di berbagai dimensi yang ada. UMM sangat terbuka untuk melaksanakan kolaborasi dengan Polda Jatim. Akselerasi kualitas SDM unggul memang diperlukan di berbagai lini. Termasuk di lini kepolisian, maka kerjasama dengan kampus merupakan langkah yang strategis. Selain itu, kami juga selalu terbuka untuk melakukan kerjasama di bidang riset, keamanan, pengadian masyarakat maupun lainnya,” katanya. Adapun selama ini Kampus Putih memang sudah berkiprah untuk menjaga perdamaian dan keamanan di masyarakat. Misalnya pada aspek penanggulangan narkoba, kekerasan, dan lainnya. Bahkan UMM juga turut membantu pengembangan SDM di lembaga pemasyarakatan. Mulai dari pelatiahn menulis, membuat karya, menyusun buku, buka bersama, idul adha, dan lain sebagainya. (wil)

Meriahnya Pesmaba UMM: Flying Board hingga Formasi Flashlight

Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selalu menghadirkan hal-hal baru tiap tahunnya. Gelaran ini juga ditunggu-tunggu, tidak hanya oleh para mahasiswa UMM, tapi juga ditunggu oleh masyarakat. Pada Pesmaba 2024 yang dimulai pada 9 September ini, berbagai hal menarik disuguhkan. Mulai dari atraksi flying board di danau UMM, berbagai macam formasi flashlight, hingga pengibaran enam bendera oleh tim flying fox. Bahkan ada ucapan selamat datang raksasa di gedung kuliah dan kehadiran tim pemadam kebakaran yang memeriahkan. Terkait keseruan Pesmaba, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. mengatakan bahwa semua hal menarik tersebut memang sudah disiapkan sejak lama. Khususnya untuk menyambut maba gen 24 UMM. “Maba harus mengawali perkualiahan dengan bahagia. Salah satu cara UMM yakni dengan menampilkan hal baru dan unik seperti di Pesmaba tahun ini,” katanya. Adapun saat atraksi, atlet flying board menunjukkan kebolehannya dengan manuver-manuver di atas air. Selain itu juga melakukan salto yang membuat takjub ribuan penonton yang memadati pinggir danau UMM. Adapula enam bendera yang dikibarkan para mahasiswa melalui jalur flying fox. Di antaranya bendera Selamat Datang Gen 24 UMM, Pionir Digital, dan Pelestari Bumi. Di samping itu juga ada bendera Stop Genosida Palestina, Hapuskan Rasisme Global, serta Bersama Wujudkan Kedamaian. “Tiap bendera memiliki maknanya masing-masing dan menjadi spirit berkontribusi Kampus Putih dan mahasiswa. Maba gen 24 UMM diharapkan mampu menjadi pionir digital sekaligus sukses melestarikan bumi. Mereka harus bisa menjadi pemimpin yang mencegah rasisme global, menghentikan genosida di Palestina, dan bersama mewujudkan kedamaian,” tambah Dr. M. Isnaini, M.Pd. selaku kepala Humas UMM. Sementara itu, koordinator flashlight Pesmaba Jamroji, S.Sos., M.Comms. menjelaskan bahwa setelah menjadi pioner sejak 2014 lalu, kini UMM mulai meninggalkan metode flashmob. Sebagai gantinya, Kampus Putih mempopulerkan flashlight yang lebih menarik dan unik. Adapun cara itu sudah mereka lakukan sejak Pesmaba 2023 lalu. “UMM memang selalu membuat tren baru. Dulu di 2014 kami menjadi pioner flashmob, sekarang kami juga datang dengan tren flashlight memanfaatkan gawai para mahasisa baru. Hal itu tentu memudahkan dan memberikan kesna unik,” katanya. Dalam kesempatan itu, para maba UMM membentuk dua formasi utama. Pertama, formasi dengan tulisan ‘Menyala UMMku’ sebagai komitmen untuk terus menyala dan memberikan kontribusi bagi masyarakat. Kedua, yakni formasi ‘Menyala Mabaku’ yang menjadi harapan agar para mahasisa baru bisa mengembangkan potensi dan bakatnya, kemudian menyala serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Gelaran spektakuler itu membuat takjub para mahasiswa baru. Salah satunya Zafira Azzahra Putri, mahasiswa manajemen asal Kalimantan timur. Ia mengaku senang dan bahagia bisa bergabung dengan UMM, apalagi Pesmaba tahun ini sangat meriah. Ia menilai hal itu membuatnya lebih bersemangat mengawali proses perkuliahannya di Kampus Putih. “Seru sekali, apalagi dengan adanya atraksi flying board dan flying fox. Kemudian juga formasi flashlight yang tidak ada duanya. Keseruan ini tentu akna viral dan membuat Pesmaba tahun ini semakin menarik perhatian masyarakat luas. Semoga berbagai pesan yang ada di pesmaba ini bisa kami laksanakan dan mampu mendorong kami menjadi generasi unggul yang siap wujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (Wil)

Lulus 100%, UMM Angkat Sumpah dan Lantik Ners 27

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar Angkat Sumpah Profesi dan Pelantikan Ners ke-27 di Ballroom Rayz Hotel UMM. Menariknya, para ners tersebut lulus 100%. Acara semakin khidmat dengan hadirnya para orangtua wali mahasiswa, baik secara luring maupun daring dari berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia. Dengan pembacaan basmalah, forum sidang Angkat Sumpah Profesi dan Pelantikan Ners 27 dibuka oleh DPW PPNI Provinsi Jawa Timur pada 21 Agustus lalu. Kemudian, forum dilanjutkan dengan pembacaan Laporan Pendidikan dan SK kelulusan ners yang dibacakan oleh Sunardi, M. Kep sebagai Kaprodi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM. Dinyatakan sebanyak 69 mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Ners FIKES UMM dinyatakan 100% lulus Uji Kompetensi Nasional (Ukomanas). Adapun mahasiswa lulusan ners terbaik adalah Dinda Putri Safitri dengan IPK 3,96 dan disusul terbaik kedua Indah Beliana Fauziah dan terbaik ketiga Nabilah Widya dengan total IPK yang sama. “Selamat pada mahasiswa prodi Ners FIKES UMM angkatan 27. Kalian hebat. Alhamdulillah, dalam 2 tahun berturut-turut kalian lulus 100%. Ini tidak lepas dari pembinaan akademik yang terstruktur, penyiapan rumah sakit yang mumpunj, dan persiapan mental yang terus-menerus dilakukan oleh seluruh sivitas akademika Fikes UMM,” ungkapnya. Pelantikan dan pengambilan sumpahprofesi ners dipandu oleh Dekan Fikes UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom. Ia berpesan bahwa sumpah yang diucapkan mengandung tanggung jawab terhadap bangsa dan negara Republik Indonesia. Begitupun dengan memelihara Pancasila, UUD 1945, serta demi kesejahteraan rakyat. Yoyok juga sangat mengapresiasi para orangtua wali Mahasiswa dari berbagai daerah di seluruh Indonesia yang sudah menyempatkan hadir membersamai di momen penting tersebut. Ia menyampaikan, Prodi Pendidikan Profesi Ners UMM berhasil meluluskan 100% mahasiswa di Ukomnas yang sekaligus memperpanjang rekor UMM. Tak luput, Ia juga merasa sangat bangga dengan pencapaian dari proses panjang yang dilewati oleh para mahasiswa. “Saya berharap dan saya sepakat bahwa perjuangan ini jangan berhenti disini. Pasti, adik-adik akan terus berjuang. Dan salah satu hal yang menarik sekaligus pilihan alternatif di UMM untuk memperkuat apa yang sudah kita capai, adalah menjadi Perawat Diaspora. Hingga saat ini, sudah tercatat puluhan orang alumni Ners UMM yang bekerja di luar negeri dan sudah kita identifikasi, serta terus kami bangun komunikasinya. Ada yang berada di Jepang, Timur Tengah (Kuwait dan sekitarnya), Belanda, dan Jerman. Selain itu, Fikes UMM sudah memiliki kerjasama dengan salah satu Konsorsium Rumah Sakit di Jerman,” katanya. Lebih lanjut, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. dalam sambutannya, menyampaikan bahwa, momen ini adalah sebuah proses yang tidak lahir begitu saja. Sumpah adalah bentuk isyarat yang bertahap hingga menjadi sebuah tekad. Tekad inilah yang nantinya selalu lterefleksikan dalam sikap dan tindak-tanduknya, baik dalam menjalani profesi dan kehidupan kemanusiaanya. “Khoirunnas Anfa’uhum Linnas memiliki makna yang mendalam dan sedapat mungkin kita menjadi orang pertama yang membantu dan memberi pertolongan dalam bentuk apapun. Itulah wajah penting dari apa yang kita sebut sebagai reputasi lulusan UMM,” ungkapnya. (Din/Faq)

Sepasang Suami Istri Lulus Bersama Dalam Program Doktor UMM

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mencatat momen bersejarah ketika sepasang suami istri, Hadinoto dan Eni Suhesti, menjalani ujian terbuka doktoral di hari yang sama pada 22 Agustus lalu. Keduanya adalah mahasiswa Program Doktor Ilmu Pertanian di UMM, mereka dikenal memiliki semangat akademik yang tinggi dan komitmen kuat terhadap studi mereka. Adapun Hadinoto dengan penelitiannya yang berjudul Strategi Konservasi Burung Pada Berbagai Tipe Habitat di Kota Pekanbaru. Ia menyoroti peran penting burung dalam ekosistem dan mengamati dampak perubahan tutupan lahan di Provinsi Riau, yang sebagian besar didominasi oleh perkebunan monokultur, terhadap keanekaragaman burung. Ia juga menerangkan bahwa burung menjadi indikator kesehatan lingkungan, sehingga keberagaman habitat sangat penting untuk konservasi mereka. “Penelitian ini mengidentifikasi 34 famili, 75 jenis, dan 2.244 individu burung di enam tipe habitat yang berbeda di Pekanbaru. Dengan metode survei lapangan dan analisis SWOT, disusun strategi konservasi yang mendukung pertumbuhan dan pelestarian burung. Persepsi masyarakat terhadap burung di Pekanbaru secara umum baik, dengan skor rata-rata 104,03 (83,22%), yang menunjukkan kesadaran akan pentingnya konservasi burung,” jelasnya. Hadi sapaan akrabnya berharap hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah, akademisi, dan peneliti dalam upaya konservasi burung. Strategi yang diusulkan mendukung pelestarian dan pemanfaatan peluang konservasi yang ada, serta memberikan rekomendasi dalam penyusunan peraturan terkait pelestarian burung di Pekanbaru dan sekitarnya. Sementara itu, Eni Suhesti dengan penelitian yang Berjudul Model Rakitan Teknologi Peningkatan Kualitas dan Produksi Madu Apis mellifera L. Dengan Pakan Acacia crassicarpa menjelaskan bahwa. Penelitian tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dan produksi madu dari lebah Apis mellifera di Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, Riau, dengan menggunakan tanaman Acacia crassicarpa sebagai sumber pakan. Eni sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Acacia crassicarpa merupakan tanaman yang menghasilkan nektar sepanjang tahun dan sangat potensial untuk mendukung produksi madu. Ia mengaku Penelitian tersebut dilakukan dalam tiga tahap yakni survei komposisi dan produksi nektar pada berbagai usia tanaman, eksperimen pengaruh waktu panen dan umur tanaman terhadap kualitas dan produksi madu, serta penyusunan model teknologi untuk peningkatan kualitas dan produksi madu. “Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur tanaman dan waktu panen mempengaruhi kualitas madu, dengan waktu panen optimal 30 hari dan umur tanaman terbaik 8 hingga 18 bulan. Model teknologi yang disusun meliputi persiapan lokasi, perawatan koloni, dan pemanenan optimal. Model ini diharapkan dapat meningkatkan produksi madu berkualitas tinggi di daerah rawa gambut,” terangnya. Fenomena ini juga menginspirasi banyak mahasiswa lain, menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang kuat, mencapai tujuan akademik yang tinggi bukanlah hal yang mustahil. Jas Merah Kampus Putih sangat bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka dan berharap bahwa prestasi ini akan memberikan dampak positif yang luas, baik di kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum. Pencapaian Hadinoto dan Eni Suhesti ini memperlihatkan bahwa kesuksesan akademik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh sinergi yang tercipta dari hubungan yang mendukung dan semangat kolektif dalam mencapai tujuan bersama. (Faq)

UMM terpilih Menjadi Tuan Rumah Kuliah Umum Kemlu RI Serentak di 38 Provinsi Indonesia

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terpilih menjadi salah satu tuan rumah Kuliah Umum Politik Luar Negeri Republik Indonesia (RI) dengan tema “10 Tahun Perjalanan Diplomasi Indonesia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Menariknya, kegiatan dilaksanakan secara serentak di beberapa Perguruan Tinggi (PT) di 38 provinsi di seluruh tanah air pada pukul 10.00 WIB, 20 Agustus lalu. Masih dalam semangat kemerdekaan, kuliah umum diselenggarakan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahunnya ke-79 yang hanya berbeda dua hari dengan HUT RI, serta untuk mendekatkan kebijakan kemlu dengan para mahasiswa dan sivitas akademika. Pada kesempatan ini, turut hadir juga Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno L. P. Marsudi memberikan keynote speech secara virtual dan terpadu melalui zoom meeting. Dalam penjelasannya, Retno sapaan akrabnya menyoroti kondisi dunia yang sedang tidak baik-baik saja. Semenjak pandemic covid-19 perjalanan dunia politik luar negeri dari tahun ke tahun semakin banyak tantangan dan penuh perjuangan dalam prosesnya. Baca juga : Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Pencarian Korban Gempa  “Dampak Covid-19 masih terasa, persaingan pajak antara para negara besar semakin menanjak. Rivalitas ini menyebabakan kesulitan yang lebih besar bagi dunia untuk menyelesaikan tantangan dan masalahnya,” jelasnya. Tak hanya itu, Retno sapaan akrabnya menyampaikan tentang pentingnya dampak konsisten menghormati hukum internasional. Fenomena dunia yang terjadi, seperti konflik panjang antara Palestina dan Israel yang semakin memburuk. Menurutnya, seandainya negara dunia menghormati hukum internasional secara konsisten, maka negara Palestina pasti sudah merdeka dan Israel pasti sudah dituntunt pertanggung jawabaannya. Selain itu, tidak akan ada lebih 40.000 orang terbunuh di Gaza dalam 10 bulan terakhir. Di sisi lain, Duta Besar Tri Tharyat memaparkan materi mengenai 10 tahun terakhir perjalanan diplomasi Indonesia dibawah kepemimpinan Menlu Retno L. P. Marsudi. Menariknya,  peran diplomasi Indonesia sudah benar-benar diakui dunia, bahkan menjadi the trusted partner atau mitra terpercaya. Ada beberapa diplomasi Indonesia yang menjadi prioritas Kemlu. Diplomasi yang disoroti meliputi Prioritas Politik Luar Negeri (Polugri) RI 4+1: Diplomasi Ekonomi, Diplomasi Perlindungan WNI, Diplomasi Kedaulatan, Peningkatan Kontribusi dan Kepemimpinan Indonesida di Kawasan Dunia, serta Infrastruktur diplomasi. Baca juga : Alumnus Pendidikan Biologi UMM Sukses Jadi Pengusaha Anggrek dengan Omzet Lebih Dari 50 Juta Lebih lanjut Tri Tharyat menjelaskan mengenai perjuangan dan tantangan diplomasi Indonesia ditengah krisis perekonomian dunia. Diplomasi ekonomi Indonesia mencakup 3 poin utama yaitu: Penguatan perdagangan dan investasi, Penguatan penetrasi pasar produk industri strategis Indonesia di luar negeri, dan Penguatan diplomasi kesehatan. Sementara itu, Wakil Rektor 3 UMM Dr. Nur Subeki, ST., MT., mengucapkan  berterimaksih atas ditunjuknya UMM sebagai tempat diselenggarakannya Kuliah Umum yang secara serentak diadakan di 38 provinsi di Indonesia. Ini merupakan kepercayaan dari Kemlu kepada UMM. Ia juga menyampaikan bahwa diplomasi juga memiliki peran yang besar menuju Indonesia Emas 2045. “Diplomasi sangat penting untuk menuju Indonesia Emas tahun 2045. Kalau kita hanya berharap menuju Indonesia Emas 2045, namun tidak memiliki kemampuan diplomasi yang baik, maka hal itu sulit utuk diwujudkan. Dengan hadirnya para mahasiswa di kuliah umum ini nantinya akan memperoleh kuci-kunci kecil menuju kesuksesan,” pesannya. (Din/Faq)