Ombudsman RI Minta Mahasiswa UMM Waspadai Maladministrasi Pelayanan Publik

Anggota Ombudsman Republik Indonesia (RI) Dr. Ninik Rahayu, SH., MS. mengisi kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (28/2). Dihadiri ratusan mahasiswa dari Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik, Ninik memaparkan peran Ombudsman RI dalam penguatan wawasan penyelenggaraan pelayanan publik. Ninik memulai pemaparannya dengan menjelaskan fungsi, wewenang dan tugas Ombudsman RI. Fungsi Ombudsman sendiri yakni mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik. Sementara wewenangnya adalah Melakukan pemanggilan, pemeriksaan dan klarifikasi; Melakukan mediasi, konsiliasi, dan menyusun rekomendasi; Mengumumkan temuan; Menyarankan perbaikan organisasi dan prosedur; Menyarankan perubahan perundang-undangan. “Sementara tugasnya yakni Menerima laporan masyarakat; Memeriksa substansi atas laporan; Menindaklanjuti laporan masyarakat; Melakukan investigasi atas prakarsa sendiri; Melakukan koordinasi; Mengelola jaringan; Mencegah maladministrasi,” ungkap Ninik. Maladministrasi itu adalah perilaku penyelenggara/ pelaksana yang melawan hukum, melampaui wewenang, penyalahgunaan wewenang, kelalaian atau pengabaian kewajiban hukum, menimbulkan kerugian materiil dan imateriil bagi masyarakat ataupun perseorangan. “Adapun beberapa bentuknya bisa berupa kualitas pelayanan yang tidak memenuhi standar pelayanan, memperlambat atau menunda proses pelayanan, tidak melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan hingga memungut biaya diluar dari ketentuan yang berlaku,” sambung Ninik. Di akhir materinya, Ninik mengajak para peserta untuk menyampaikan keluhannya terkait dengan pelayanan public (maladministrasi) melalui via email [email protected] maupun via telpon di 137. (riz/can)

PLTMH Baru UMM di Ekowisata Boon Pring Picu Kemajuan Berbagai Bidang

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Fakultas Teknik dan sejumlah pihak kembali menjadi pelopor pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan melakukan pembangunan stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) baru-baru ini. Kali ini pembangunan dilakukan di lingkungan Eco Wisata Boon Pring Andeman, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen Kabupaten Malang, Jawa Timur. UMM tak sendiri, pembangunan PLTMH ini juga didiprakarsai Bank Nasional Indonesia (BNI) Kanwil Malang, Jawa Pos Radar Malang, Bumdes Kerto Raharjo serta didukung oleh Pemerintah Kabupaten Malang. Dalam pembangunannya memakai dana CSR Bina Lingkungan dari BNI. Dalam pembangunannya, BNI menggelontorkan dana sebesar 348 juta rupiah. Dana ini sepenuhnya digunakan untuk pembangunan PLTMH. Pembangunan PLTMH Boon Pring Desa Sanankerto yang memakan waktu pengerjaan selama 10 bulan ini diresmikan oleh Bupati Malang, Drs. Sanusi, MM, Minggu (1/2). Dihadiri Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad, Beby Lolita Indriani selaku Head of Regional BNI Kanwil Malang, perangkat Desa Sanankerto, serta para pejabat pemerintahan Kabupaten Malang. Tak lupa, para civitas akademika UMM. Ketua Tim Teknis PLTMH UMM, Ir Suwignyo, MT menerangkan PLTMH di lingkungan Eco Wisata Andeman – Boon Pring ini berbasis masyarakat untuk mendukung konservasi sumber air Andeman dan pengembangan ekowisata terpadu. “Upaya ini didasarkan pada Sumberdaya Mata Air Andeman dan keinginan masyarakat serta Pemerintah Desa Sanakerto yang potensial untuk dikembangkan,” terangnya. “Pengembangan sumberdaya mata air ini diharapkan dapat terbentuknya pusat perkembangan ekonomi pedesaan berbasis masyarakat. Tujuannya guna meningkatkan kesejahteraan ekonomi, pengembangan lapangan kerja dan masyarakat produktif pendukung pariwisata serta pengembangan lingkungan sosial berkelanjutan,” sambung Wignyo saat ditemui di sela acara peresmian PLTMH Boon Pring Sanankerto. Salah satu potensi mata air Andeman adalah energi listrik yang dihasilkan PLTMH yakni pada siang hari dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif perdesaan dan untuk pengembangan irigasi pompa kawasan agrowisata. Serta dapat dijadikan sebagai taman edukasi wisata sains-teknologi energi terbarukan.Pada malam harinya dimanfaatkan untuk penerangan kawasan wisata dan lingkungan sekitarnya. Secara teknis PLTMH Desa Sanankerto mengandalkan debit air 0,50 M3 perdetik dengan mengambil dari sumber aliran air Andeman. Turbin yang digunakan berbeda dengan yang dipakai pada PLTMH di UMM sebelumnya. “Turbin Boonpring menggunakan propeller poros vertikal. Jika berhasil akan kita kembangkan untuk diproduksi dan akan dijual,” kata dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik UMM tersebut. Turbin ini, sambung Suwignyo, merupakan rancangan tim Fakultas Teknik UMM. Energi yang digerakkan dari turbin rancangannya mencapai 14 kWatt sepanjang tahun. Dalam pembuatan PLTMH Boonpring Desa Sanankerto ini direncanakan akan di mulai pada bulan Mei dan rampung pada akhir September. “PLTMH Boonpring selanjutnya akan menjadi laboratorium lapangan bagi Fakultas Teknik UMM,” tambah Wignyo. Kepala Desa Sanankerto, H. Subur, S.E, menerangkan keberadaan PLTMH di wilayah yang dipimpinnya ini diakui akan menambah nilai lingkungan Boonpring sebagai tempat tujuan wisata sehingga mampu memunculkan inovasi-inovasi baru di dalamnya. “Selain akan menambah produktivitas pengerajin bambu, kedepannya Sanankerto akan dijadikan pusat pembelajaran Agrowisata,” tuturnya saat memberi sambutan. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd saat memberikan sambutan menyatakan bahwa meski UMM adalah lembaga pendidikan, tetapi salah satu misinya adalah bagaimana mencerdaskan masyarakat dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Di hadapan para kepala desa se kabupaten Malang yang hadir, Fauzan menawarkan untuk melakukan kerjasama yang sama, seperti yang telah dilakukan di Desa Sanankerto ini. Bupati Malang, Drs. Sanusi, MM. mengaku bangga dengan capaian ini. “Di Indonesia sumber energi terbarukan masih menjadi tantangan yang harus dikembangkan. Terlebih di era modern, pembangunan PLTMH ini memegang peranan vital dalam mencapai kemajuan pembangunan di bidang lainnya. Harapannya pembangunan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Sanusi yang turut memberi sambutan. (uma/can)

Menteri Kesehatan Terawan Dikukuhkan Jadi Keluarga Kehormatan UMM

Kehadiran Menteri Kesehatan Republik Indonesia Letjen TNI (Pur.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI di gelaran wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode I UMM Tahun 2020 merupakan salah satu upaya melanjutkan tradisi akademik Kampus Putih dengan mendatangkan tokoh bangsa pada gelaran-gelaran penting universitas, sebagai sumber informasi bagi sivitas akademika dan keluarganya. Setiap tokoh yang hadir, sivitas akademika UMM selalu memberi penghormatan dengan menjadikannya keluarga kehormatan Kampus Putih, UMM. Hal ini ditandai dengan dipakaikannya almamater kebanggaan UMM kepada Menteri Kesehatan Terawan. Penyematan ini dilakukan sebelum Menteri Terawan memberi orasi ilmiah bertajuk “Mewujudkan Indonesia Maju melalui Percepatan Penurunan Angka Stunting”. “Di tengah kesibukkannya, beliau sempatkan hadir untuk berbagi ilmu agar kita memahami khususnya adalah isu-isu kesehatan yang saat ini sedang marak,” ungkap Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd saat menyambut kehadiran Menteri Terawan. Fauzan lantas menaruh harap kepada 977 wisudawan untuk menjadi manusia yang bermanfaat terhadap siapa saja. Namun, tidak lupa juga kepada orang tua. “Kami yakin, dengan bekal pengalaman yang saudara peroleh selama saudara studi di kampus ini. Saudara akan mampu memasuki dunia kompetisi, dalam berbagai bidang kehidupan. Keterlibatan saudara dalam tradisi hidup berkompetisi selama saudara menjadi mahasiswa UMM sangat berarti sebagai dasar untuk mengembangkan diri yang mandiri,” pesan Rektor Fauzan. Sebelumnya, pada Jumat (28/2) Menteri Kesehatan Terawan juga menghadiri kegiatan pemerikasaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan Pemerikasaan Payudara Klinis (SADANIS) di Rumah Sakit Umum UMM. Kegiatan ini diinisiasi Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia Maju Bidang 2, yang peduli dengan peningkatan kualitas kesehatan wanita, bekerjasama dengan Rumah Sakit UMM. (riz/bel/can)

Harapan Menteri Kesehatan Terawan untuk Wisudawan UMM

Secara khusus, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Letjen TNI (Pur.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) RI menaruh harap kepada 977 wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diwisuda pada periode I Tahun 2020. Utamanya dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi. Pertama, dari segi pendidikan UMM diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang siap pakai. “Jangan pernah berhenti belajar, meskipun sudah diwisuda jangan berhenti belajar. Terus menimba ilmu supaya kita menjadi lulusan yang siap pakai, berkualitas dan berkarakter,” ungkap Terawan. Yang kedua dari segi penelitian dan pengembangan. Lulusan UMM diharapkan dapat menghasilkan penelitian dan pengembangan yang mendukung percepatan untuk mencapai tujuan pembangunan. “Harus ingat, terus melakukan riset penelitian dan pengembangan. Saya masih melakukan. Saya masih membuat jurnal internasional terus-menerus. Karena itu saya yakin, lulusan wisudawan yang baru masih terus ingin mengembangkan ilmunya, meneliti. Selalu jeli melihat peluang untuk bisa diteliti,” ujar Terawan. Dan yang terakhir dari segi pengabdian kepada masyarakat. Lulusan UMM juga diharapkan dapat menggerakkan pemberdayaan masyarakat untuk mengoptimalkan upaya preventif dan promotif dalam mengendalikan penyakit, melalui gerakan masyarakat hidup sehat. “Jadi ingat, begitu diwisuda, kalian adalah pelayan masyarakat. Dengan segala macam kedudukan yang kalian dapatkan, dari segala pekerjaan yang saudara emban. Saudara sekalian adalah menjaadi pelayan masyarakat yang akan mengabdikan diri kepada masyarakat,” tegas Terawan yang pada kesempatan itu juga dikukuhkan sebagai keluarga kehormatan UMM. Menkes Terawan lantas memberi selamat kepada para wisudawan. Demoga ilmu yang didapat bisa digunakan dan diaplikasikan untuk kesejahteraan dan kesehatan masyarakat Indonesia. “Semoga upaya yang kita jalani untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif, membangun sumber daya manusia yang unggul menuju ke sumber daya yang maju tercapai,” tandasnya. (riz/bel/can)

Menteri Kesehatan Terawan Bicara Stunting di Wisuda UMM

World Bank mengeluarkan suatu pengukuran baru menggantikan Indeks Pembangunan Manusia yang dinamakan Indeks Modal Manusia atau Human Capital Indeks, yaitu suatu pengukuran investasi suatu negara bagi modal pembangunan manusianya. Pengukuran ini digunakakan sebagai penentuan status pembangunan suatu negara. Ada tiga pilar utama penyusun modal manusia generasi mendatang, dimana kesehatan merupakan salah satu pilar yang menilai ada tidaknya stunting, apakah anak-anak menyelesaikan sekolah dengan kesehatan yang baik, dan siap untuk tingkat pendidikan selanjutnya dan/atau bekerja. Untuk itulah, dalam rangka mewujudkan Indonesia masuk ke dalam kategori negara maju maka isu stunting menjadi prioritas. Demikian disampaikan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Letjen TNI (Purn) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad. (K) RI. saat memberi orasi ilmiah di gelaran wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) periode I tahun 2020, Sabtu (29/2). Ia memaparkan orasi bertajuk “Mewujudkan Indonesia Maju melalui Percepatan Penurunan Angka Stunting” di hadapan 977 wisudawan. Lebih jauh Terawan menyampaikan, stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunkan produktifitas, dampak kedepannya menghambat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kemiskinan serta kesenjangan. Tingkat kecerdasan anak Indonesia berada di urutan 64 terendah dari 65 negara. Dilanjutkan Terawan, dari pengukuran angka HCI Indonesia saat ini adalah 0.53. Nilai 0,53 artinya, berdasarkan capaian pendidikan dan status kesehatan saat ini diperkirakan anak-anak Indonesia yang lahir saat ini 18 tahun kemudian hanya dapat mencapai 53% dari potensi produktivitas maksimumnya. Saat ini HCI Indonesia berada di peringkat 87 dari 157 negara di dunia. Stunting sendiri adalah kondisi gagal tumbuh kembang pada anak balita akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak  lebih pendek  untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir tetapi baru tampak setelah anak berusia 2 tahun. “Kekurangan gizi selain disebabkan oleh masalah pangan, diperberat oleh adanya infeksi penyakit, baik menular maupun tidak menular, kemudian sanitasi yang buruk, ketersediaan air minum yang layak, serta pola asuh keluarga,” ungkap Terawan yang pada kesempatan itu juga dikukuhkan sebagai Kegiatan upaya pencegahan terjadinya stunting harus dilakukan pada seribu hari pertama kehidupan yang dimulai sejak ibu hamil sampai dengan anak berusia 2 tahun yang merupakan Golden Periode, periode yang sangat penting dalam pertumbuhan dan perkembangan balita. “Dengan penanganan yang tepat pada 1000 hari pertama kehidupan, maka akan lahir dan tumbuh bayi yang terhindar dari gangguan gizi serta berkembang secara optimal,” tandas Terawan. (bel/riz/can)

Seminar Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara RS UMM Dihadiri Menteri Kesehatan

Kanker serviks dan payudara merupakan penyebab tertinggi kanker yang diderita oleh wanita di Indonesia. Berdasarkan data yang dipaparkan oleh Kementerian Kesehatan per tanggal 31 Januari 2019, angka penderita kanker payudara sebesar 42,1 per seratus ribu penduduk, dengan angka kematian sebanyak 17 per seratus ribu penduduk. Serta angka kejadian kanker serviks sebesar 23,4 per seratus ribu penduduk, dengan angka kematian sebanyak 13,9 per seratus ribu penduduk. Dengan tingginya angka kejadian tersebut, maka Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Indonesia Maju Bidang 2, yang peduli dengan peningkatan kualitas kesehatan wanita menyelenggarakan kegiatan pemerikasaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan Pemerikasaan Payudara Klinis (SADANIS) di Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (28/2). Menteri Kesehatan Republik Indonesia Letjen TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp. Rad. (K) secara khusus hadir meninjau langsung kegiatan yang diikuti ratusan peserta ini. “Terimakasih Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang yang sudah menyediakan tempat untuk terselenggaranya tes IVA dalam program OASE Kabinet Indonesia Maju. Dari ibu-ibulah muncul kekuatan sehingga bangsa ini bisa tegak, disamping anak-anak bisa terbebas dari stunting,” ungkap Terawan saat memberi sambutan. Terawan juga dijadwalkan menghadiri gelaran wisuda periode I UMM Tahun 2020 di Hall Dome UMM. Ia didapuk untuk memberikan orasi ilmiah di hadapan 977 orang yang diwisuda, mulai dari jenjang Diploma Tiga, serta Strata 1, 2, dan 3. Agenda ini merupakan bentuk kerjasama Rumah Sakit UMM dan OASE Kabinet Indonesia Maju, yang merupakan organisasi yang terdiri dari istri-istri para Menteri Kabinet Indonesia Maju. Organisasi ini diketuai oleh istri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Suryan Widati Muhadjir Effendi. Beranggotakan Ester Dahlia Terawan, Lilik Abdul Halim Iskandar, Kartika Nurani Basuki, Koesni Harningsih Moeldoko, dan Siti Faridah Pratikno. Mereka bahkan sempat membuat video Tiktok sikap batuk yang benar dan 6 langkah cuci tangan. “Untuk para penderita kanker serviks dan kanker payudara, selain menderita kerugian ekonomi, juga kerugian bagi keluarga. Karena ibu adalah sentral dari keluarga,” demikian ditegaskan Suryan Widati Muhadjir Effendi di sela kegiatan. Seminar dan pemeriksaan deteksi dini kanker serviks dan payudara sendiri dibawakan oleh dokter spesialis kandungan di RSU UMM dr. Halida Nelasari, Sp.OG. Halida mengajak para peserta yang hadir di Aula Lantai 5 RSU UMM untuk mengenali faktor-faktor penyebab, gejala pengidap kanker serviks dan payudara, hingga memaparkan pencegannya. (yas/can)

Mobil KaCa UMM Bikin Kelas Vloger di Sekolah Tinggi Agama Budha

Semangat inklusif Mobil Kamis Membaca (KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus digalakkan. Kali ini Mobil KaCa UMM mengaspal Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Kertarajasa, Kota Batu. Kali ini, mengadakan kelas Public Speaking dan Bercerita Melalui Video Blog (Vlog). “Harus jadi diri sendiri dan menyampaikan pesan dengan cara yang menarik,” ungkap Syahrin Pertiwi saat menanggapi pertanyaan salah satu peserta pada sharing session Mobil Kamis Membaca (KaCa) di STAB Kertarajasa, Kamis (27/2). Public Speaking, terusnya, merupakan hal yang penting untuk dimiliki setiap orang. Tanpa Public Speaking, seseorang akan kesulitan menyampaikan gagasannya. Public Speaking juga sangat dianjurkan untuk dikuasai oleh para profesional yang akan sering menghadapi masyarakat. Pada sesi Bercerita Melalui Vlog, peserta diajari untuk membuat berbagai konten positif di media sosial bersama Mirza Bareza, content creator UMM. “Ceritakan berbagai hal positif melalui Vlog, karena semua orang punya ceritanya masing-masing. Perkara menarik tidaknya, bisa diasah melalui proses,” tutur Mirza. Selain itu, para mahasiswa juga diberi waktu khusus untuk memilih bacaan yang dikoleksi oleh Mobil KaCa. Seluruh sisi mobil sesak karena antusiasme para mahasiswa yang ingin segera memilih buku. Mulai buku sejarah, komik, hingga ensiklopedia. Bramantio Bagus Prasojo, salah satu mahasiswa STAB Kertarajasa mengaku senang kedatangan Mobil KaCa UMM ke kampusnya. “Materi-materi yang dibawakan hari ini belum pernah saya dapatkan sebelumnya, semoga kolaborasi bersama UMM bisa terus terjalin,” harapnya. Muhammad Isnaini, Sekretaris Humas dan Protokoler UMM mengungkapkan jika kunjungan serupa akan terus digalakkan demi menjalin dan menjaga hubungan baik antar agama. “UMM punya semangat dari Muhammadiyah untuk bangsa, jadi siapapun diharapkan bisa merasakan semangat kami,” tandasnya. (mir/can)

Jawab Tantangan Kampus Merdeka, Tim Dosen UMM Tawarkan Digitalisasi Kurikulum Lewat Teknologi Lective

Salah satu dari empat kebijakan utama Kampus Merdeka yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia ialah hak belajar mahasiswa di luar program studinya setara dengan 40 sks, ditambah mahasiswa dapat melakukan sit in di program studi lain di kampusnya sebanyak satu semester. Sehingga total mahasiswa dapat menempuh 3 semester di luar program studinya. Hal utama yang terdampak dari kebijakan tersebut adalah kurikulum program studi. Setiap program studi dituntut untuk merancang kurikulum yang selalu mutakhir dan adoptif terhadap perubahan serta adaptif dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Disisi lain, kurikulum juga menjadi salah satu aspek yang distandarisasi kualitasnya melalui Permendikbud no. 03 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Kurikulum juga menjadi syarat terakreditasinya suatu program studi dalam instrumen baru akreditasi IAPS 4.0. Tantangan tersebut mendorong Tim Pengabdian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan pelatihan penyusunan kurikulum perguruan tinggi berbasis teknologi dengan Lective (www.lective.id). Lective merupakan teknologi tepat guna hasil penelitian unggulan perguruan tinggi yang menyediakan fasilitas bagi setiap program studi untuk merancang kurikulum secara digital. Penyusunan kurikulum dengan Lective dilakukan secara komprehensif dan sistematis dimulai dari mengisi hasil analisis tracer study, merancang profil lulusan dan capaian pembelajaran lulusan. Langkah selanjutnya melakukan penelusuran dan pembobotan bahan kajian yang dapat memenuhi capaian pembelajaran lulusan. Terakhir membentuk matakuliah berdasarkan bahan kajian yang telah dikelompokkan sebelumnya. Sistem juga memberikan rekomendasi bobot SKSmatakuliah secara otomatis berdasarkan hasil perhitungan bobot bahan kajian. Melalui Program Pengabdian Masyarakat Internal (PPMI) skim Bersaing, tim pengabdian UMM bekerja sama dengan Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban. Tim yang terdiri dari 3 dosen lintas program studi yakni Galih Wasis Wicaksono, M.Cs. (Informatika), Komariah, M.Si, M.Hum (Ilmu Hukum) dan Dr. Hari Windu Asrini, M.Si (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), menyelenggarakan kegiatan pelatihan Lective pada hari Kamis 20/2/2020 di Kampus UNIROW Tuban Jawa Timur. Kegiatan pelatihan diikuti oleh seluruh Dekan dan Ketua Program Studi di UNIROW. Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor UNIROW, Prof. Dr. Supiana Dian Nurtjahyani, M.Kes. Dalam sambutannya, Rektor UNIROW menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. “Semoga melalui kegiatan ini, UNIROW bisa menyongsong tantangan kedepan dalam menerapkan Kampus Merdeka, di mana mahasiswa diberikan kebebasan  untuk dapat mengambil 40 sks di luar prodinya dalam berbagai bentuk melalui desain kurikulum yang adaptif,” ungkap Rektor UNIROW. Selama kegiatan pelatihan berlangsung, para pejabat struktural di lingkungan UNIROW dipandu mempraktikan penggunaan sistem Lective. Galih Wasis Wicaksono sebagai perwakilan dari UMM sekaligus founder Lective menjelaskan manfaat Lective bagi program studi. Setelah seluruh proses penyusunan kurikulum dengan Lective dilakukan, sistem akan memvisualisasikan relevansi antara profil lulusan dengan capaian pembelajaran, serta matakuliah yang menunjang tercapainya learning outcomes melalui bahan kajian pembentuk mata kuliah. “Visualisasi ini tentunya sangat membantu mahasiswa untuk memilih mana saja mata kuliah yang akan mendukung kompetensi yang diharapkan, sehingga sangat mendukung penerapan kampus merdeka,” tegasnya di sela-sela kegiatan. (*/can)

UMM Tuan Rumah Monev Darmasiswa Kemdikbud

Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan bagi mahasiswa asing untuk belajar mendalami Budaya dan Bahasa Indonesia, BIRO Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri (BPKLN) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI), bekerjasama dengan Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai tuan rumah, menyelenggarakan Monitoring Evaluasi Program Beasiswa Darmasiswa, wilayah Regional Malang Raya, Senin (24/02). Dalam sambutannya, Arif Budi Wurianto M,.Si selaku Kepala BIPA UMM mengaku sangat senang menjamu para mahasiswa asing yang datang dari enam pengelola beasiswa Darmasiswa selain UMM, yakni Universitas Brawijaya, Politeknik Negeri Malang, Universitas Negeri Malang, STIE Malang Kucecwera, serta IKIP Budi Utomo. “Kegiatan beasiswa Darmasiswa ini sangat positif untuk mengenalkan budaya Indonesia dan belajar Bahasa Indonesia agar lebih dikenal negara asing. Selain itu pembelajaran penting lainnya, mahasiswa asing juga mendapat pembelajar toleransi, karena budaya Indonesia yang sangat beragam,” ucap Arif. Sherly Lantang selaku Pembantu Pimpinan Subbag KNIU, Bagian FI, Biro PKLN, Kemdikbud berpesan bahwa segala keluh kesah mahasiswa asing selama kegiatan beasiswa akan dievaluasi kembali. Nantinya, bukan hanya mendapat gelar pendidikan, tapi mahasiswa asing juga ditempa untuk menjadi duta Bahasa dan Budaya Indonesia di negara asalnya. Kerjasama Program Beasiswa Darmasiswa dengan UMM sudah berjalan 14 tahun lamanya, sejak pertama kali diadakan tahun 2006, dengan dibantu oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Mahasiswa yang menempa ilmu berhak mendapatkan  tunjangan pendidikan sebesar 2,5 juta perbulannya. “Untuk periode yang akan datang, UMM akan lebih banyak mengadakan kerjasama, baik dalam bentuk kerjasama luar negeri maupun dalam negeri. Untuk itu, perlu bantuan dan dukungan dari seluruh civitas akademika dalam mempererat hubungan kerjasama,” jelas Mathieu Mergans selaku Staf Khusus Rektor Bidang Hubungan Internasional. Sembari meminta maaf karena ketidakhadiran mahasiswa asing dari UMM karena sedang menjalankan homestay programs atau semacam Kuliah Kerja Nyata selama satu Minggu di Batu, Mathieu berharap agar UMM sebagai tuan rumah dapat menjadi tali penyambung silaturahmi, bagi mahasiswa asing yang sedang menjalani program beasiswa Darmasiswa di Malang. (yas/can)

Kemenag Pesankan Ini Kepada Lulusan PPG UMM

“Dari yang saya lihat saat masuk keruangan ini yang terpancar adalah kebahagiaan, tentu anda sudah tahu perjuangan dan tugas berat para guru. Program Profesi Guru (PPG) ini merupakan salah satu instrumen dalam meningkatkan mutu guru,” ujar Prof. Dr. Suyitno, M.Ag. selaku Direktur Direktorat GTK Madrasah Kementerian Agama RI (Kemenag RI) pada sambutannya dalam Gelar Kelulusan dan penyerahan sertifikat PPG Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). “Saya berani mengatakan apakah guru yang sudah ikut PPG, kemudian kalian bisa menjamin dirinya sudah bermutu?” lanjut Suyitno. Bermutu itu adalah sebuah proses, bermutu itu never ending, never stoping. Jadi PPG ini hanyalah proses. Karena ke depan akan ada Program Keprofesian Berkelanjutan (PKB) meliputi pengembangan diri serta karya inovatif dan lain sebagainya. “Masih banyak yang harus dilakukan. Jadi proses panjang tidak hanya dilalui melalui PPG. Jadi ini adalah satu bentuk rehat dan refresh setelah sekian lama melakukan pengajaran di sekolah. Dimana kita mendapatkan pengayaan info baru, pengayaan pembelajaran dan siswa kita butuh itu, butuh hal-hal baru,” sambung Suyitno di Teater Dome UMM. Sabtu (22/2). Pada gelar kelulusan dan penyerahan sertifikat pendidik PPG Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM periode 4 berasal dari Program Studi (Prodi) Matematika, Biologi, B. Indonesia, Bahasa Inggris, PPKN, dan PGSD. Dengan  PPG Dalam Jabatan (Daljab) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejumlah 308 Mahasiswa, terdiri dari Prodi Matematika berjumlah 57 Mahasiswa, Biologi 26 mahasiswa, Bahasa Indonesia 67 Mahasiswa, Bahasa Inggris 91 mahasiswa, serta PGSD 67 Mahasiswa. Adapun PPG Dalam Jabatan (Daljab) Kementerian Agama (Kemenag) sebanyak 108 mahasiswa yakni 28 orang dari Pendidikan Bahasa Indonesia, 25 orang Pendidikan Kewarganegaran, 55 orang Pendidikan Bahasa Inggris dan berasal dari 11 provinsi, 26 Kabupaten Kota. Dengan jumlah total sebanyak 416 mahasiswa, yakni 105 (25%) Laki-laki dan 311 (75%) Perempuan. Salah satu guru Program Profesi Guru (PPG) turut berbagi cerita saat mengikuti PPG, “Tidak hanya disini saja, selama tiga bulan kami di Labuhan Bajo harus bolak-balik ke kota untuk mengikuti pembelajaran Daring (pembelajaran online), bahkan saya awalnya tidak tahu caranya memakai komputer, laptop, serta bagaimana menyetel proyektor di kelas,” ungkap Kamsin S.Pd. Gr salah satu peserta Kelulusan PPG UMM. “Namun, ketika sampai di sini saya mempelajari itu semua. Sehingga guru yang awalnya biasa saja sekarang harus lebih profesional, harus tahu materi apa yang di sampaikan, teori apa yang disampaikan, indikator apa yang akan dilakukan. Ada banyak manfaat yang kami dapat di PPG. Ini menunjukan bahwa kepedulian pemerintah terhadap pendidikan itu sangat tinggi,” lanjut pria asal SMPN Satu Atap Pulau Messah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTT) ini. “Untuk menjadi guru itu, harus siap kerja cerdas. Tidak hanya menyiapkan RPP saja. Lalu kerja mawas yakni dengan ikhtiar, berdoa dan tawakal. Sehingga tidak hanya bekerja dengan hati-hati saja. Kemudian harus kerja tuntas. Dan yang tidak kalah pentingnya ialah kerja ikhlas. Dan harus diimbangi dengan kerja keras. Dengan begitu mudah-mudahan akan membawa keberkahan di masa yang akan datang,” jelas Dr. Poncojari Wahyono, M.Pd Dekan FKIP UMM. “Saya mencoba mentabulasi diksi yang dipakai oleh pak Dekan, diksi itu adalah ultimate atau puncak yang akan kita gapai yaitu bahagia, happines, sa’adah. Menekuni profesi sebagai guru itu harus kita maknai untuk menapaki kebahagiaan karena guru itu adalah seorang inspirator alih-alih menjadi motivator,” jelas Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si selaku Wakil Rektor 1 (WR 1) UMM. Karena motivator dan inspirator itu adalah dua diksi yang berbeda, sambung Syamsul, karena jika menjadi motivator harus pintar merangkai kata, menjadi suatu kalimat yang menggugah dan harus pintar melafadzkan rangkaian kata menarik. Tetapi sebagai seorang inspirator, tidak perlu melihat wajahnya, tampilannya, tetapi apa yang dia lakukan itu bisa menginspirasi dan bisa menggugah. “Menjadi guru itu sesuatu yang luar biasa, meskipun resikonya juga luar biasa. Karena ketika menjadi guru, kita harus menyediakan pundak kita sebagai titik tumpu bagi para murid untuk melihat dunia, melihat cakrawala. Maka dari itulah peran kita membahagiakan dan kita harus enjoy menikmati profesi itu,” tandas Syamsul dalam sambutannya. (riz/can)