Respon Perubahan, Universitas Sahid Jakarta Belajar ke UMM

Merespon berbagai perubahan yang tengah terjadi saat ini, terutama dengan adanya perkembangan signifikan dari revolusi industri 4.0, Universitas Sahid Jakarta (Usahid) melakukan lawatan ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (3/2). “Karena perubahan seperti ini perlu kita hadapi dengan gerak cepat, sehingga kita mampu melewati secara bersama-sama,” ujar Dr. Ir. Iman Basriman, M.Si Selaku Wakil Rektor 1 (WR 1) Usahid Jakarta dalam kunjungannya di Ruang Sidang Rektor UMM. UMM, sambung Iman, merupakan partner perguruan tinggi yang mampu membawa Usahid untuk merespon segala perubahan. Lawatan rombongan Usahid untuk kali kedua ini juga membahas hal-hal yang berkaitan dengan kerjasama yang mungkin dilakukan oleh dua universitas. Diskusi tata kelola perguruan tinggi sendiri dibagi menjadi 3 kelompok. Ketiga kelompok itu dipandu ke Biro Administrasi Akademik (BAA) UMM untuk membicarakan mengenai Pembelajaran Kreatif dan Ekuivalensi, kelompok kedua membicarakan tentang Produk Inovasi dan Hilirisasi yang dipandu Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM-UMM), dan kelompok ketiga bersama tim Humas dan Protokoler UMM untuk membicarakan tentang Image Building. “Sekadar mempertegas bahwa, sering kami sampaikan ketika ada kunjungan orang melihat UMM itu dari jauh, yang dilihat secara makroskopik adalah gelegarnya (kebesarannya). Tetapi jika kita melihat secara mikroskopik maka yang terjadi nanti adalah kolaborasi,” ungkap Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si Wakil Rektor 1 UMM. Dilanjutkan Syamsul, banyak produk yang dihasilkan oleh UMM telah diberi reward. Misalnya mahasiswa dibebaskan skripsi serta berbagai kemudahan sebagai bentuk rekognisi dan ekuivalensi terhadap karya kreatif dan inovatif mahasiswa. “Kita sebenarnya harus kulakan atau barter informasi dalam kaitannya dengan kepangkatan. Seperti kepenulisan karya ilmiah, terutama sitasi yang menjadi kebutuhan semua dosen. Kalau pembelajaran inovatif saya kira masih di back up regulasinya oleh mas Menteri (Mendikbud). Kita perlu cari objek kerjasama yang menjadi leading bersama,” ujar Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor UMM dalam sambutannya. Lebih jauh Fauzan berharap, kolaborasi ini tidak hanya sekedar institusi, tetapi harus juga memanfaatkan kolaborasi jaringan institusi. “Bahkan saya kira kedepannya akan ada konteks bussines plan agar memiliki pengalaman. Sehingga jika kita ingin melakukan kerjasama harus menyeluruh, jangan menggunakan sistem kredit saja. Tinggal identifikasi potensi, “ tandas Fauzan. (riz/can)

Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jatim Gelar Raker, Genjot Kaderisasi Ulama Tarjih

Muhammadiyah sebagai gerakan ormas keagamaan, menempatkan dirinya pada proses berkesinambungan dari waktu ke waktu. Sejak berdiri pada tahun 1912, organisasi Muhammadiyah masih tetap eksis sampai sekarang dengan berbagai peran dan kontribusinya dalam kehidupan umat. “Perjalanan panjang lebih satu abad ini, tidak akan berlangsung tanpa adanya kesadaran historis bahwa gerakan Muhammadiyah berlangsung karena digerakkan oleh kader-kader sejati dari generasi ke generasi,” ungkap Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Wilayah Jawa Timur (PWM Jatim), Dr. Mohammad Nurhakim pada pembukaan gelaran Rapat Kerja Majelis Tarjih dan Tajdid, Sabtu (1/2). Secar khusus, Nurhakim penyampaikan, dalam persyarikatan Muhammadiyah, kaderisasi ulama Tarjih Muhammadiyah tidak masuk dalam hirarki struktural yang dilakukan secara khusus sebagaimana kaderisasi yang dilakukan pada ortom-ortom Muhammadiyah. Hal ini menyisakan problem bagi Muhammadiyah terkait dengan minimnya kader-kader Muhammadiyah yang mempunyai konsentrasi dan kapasitas dalam hal ketarjihan Muhammadiyah. Di Majelis Tarjih dan Tajdid, kaderisasi tidak dilakukan dari bawah sejak dini dengan pola yang berjenjang. Tetapi lebih memilih individu-individu yang secara personal mempunyai kemampuan dalam bidang ketarjihan, terutama mereka-meraka yang memiliki kemampuan ilmu-ilmu agama yang ada di fakultas-fakultas agama Islam dan tersebar di kampus-kampus swasta maupun negeri. “Kegiatan-kegiatan yang dilakuakn juga lebih bersifat ad hoc dan tidak berkesinambungan. Sehingga jarang ditemukan atau muncul kader-kader yang handal dalam bidang ini,” terang Nurhakim. Realitas seperti ini menjadi suatu keprihatinan tersendiri di lingkungan Muhammadiyah yang harus segera direspon untuk menyiapkan kader-kader tarjih yang dapat menjadi rujukan dan memberikan solusi atas persoalan keagamaan yang terus berkembang di lingkungan masyarakat khususnya masyarakat Muhammadiyah.. “Atas dasar itu Majlis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan pendalaman pokok-pokok Manhaj Tarjih sebagai tindak lanjut dari kegiatan kaderisasi ulama tarjih Muhammadiyah yang telah dilakukan sebelumnya,” tandasnya. (can)

Konjen Australia Ingin #AussieBanget Corner UMM Jadi Sarana Pererat Hubungan Dua Negara

Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Surabaya, Chris Barnes menyambangi #AussieBanget Corner (ABC) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (1/2). Lawatannya itu dalam rangka memantau perkembangan berbagai program ABC serta membicarakan prospek kerjasama Australia-Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan, kebudayaan dan perdagangan. Selama ini banyak kerjasama telah dilakukan dengan pemerintah Indonesia dan juga berbagai lembaga pendidikan tinggi di kota-kota besar di Indonesia. Hanya saja, sambung Chris, Malang dan Jawa Timur secara umum sebagai destinasi yang penting untuk mempererat hubungan kedua negara tengah menjadi prioritas Australia. “Saya harap Corner ini lebih dihidupkan lagi oleh dosen-dosen UMM yang juga alumni dari Australia. Corner ini juga salah satu cara untuk memperkenalkan Australia lagi sesudah bencana kebakaran beberapa waktu lalu,” ungkap Chris. Kehadiran Chris sekaligus mengundang para anggota ABC untuk menonton festival film Australia yang diselenggarakan Konjen Australia di Surabaya. Di samping itu, juga memberikan kesempatan para mahasiswa dan dosen di bidang perfilman untuk mengikuti kursus selevel master. “Saya mengundang UMM untuk datang dalam rangka menjalin berbagai kerjasama yang lebih menarik di kemudian hari,” tandasnya. Berlokasi  di lantai 3 Perpustakaan Pusat Kampus III UMM, pertemuan singkat ini dihadiri juga oleh Ahmad Amin Sulaiman, M.Ed koordinator Australia Global Alumni UMM, Hasnan Bachtiar, MIMWADV selaku representasi Australia Banget Corner, Dr Listiari, selaku Sekretaris International Relations Office (IRO) serta Lailatul Rif’ah sebagai Koordinator Program Internasional IRO UMM. Dr Listiari, selaku Sekretaris International Relations Office (IRO), melaporkan perkembangan program yang sudah berjalan. Program-program tersebut antara lain yakni sosialisasi Australia Awards Scholarship, bedah dan diskusi film, serta menyelenggarakan kelas International Cross-Cultural Understanding. “ABC bukan hanya penting menjadi pusat informasi beasiswa Australia bagi para mahasiswa UMM. Tetapi juga jembatan kerjasama di bidang pengembangan produk mutakhir universitas, yang bernilai ekonomi tinggi,” ucap Hasnan Bachtiar, selaku representasi ABC UMM. Setelah pertemuan tadi, kedepannya ABC UMM akan membuat Australian Day selama satu hari. Tujuannya untuk menghidupkan kembali ABC yang tidak hanya mengedukasi, tapi juga memperkenalkan kuliner Australia. “Misalkan nanti dari Konjen akan membawa permen atau apapun yang khas dari Australia,” terang Lailatul Rif’ah sebagai Koordinator Program Internasional IRO UMM. “Terdekat, kami dari IRO sendiri akan membuka Australian Awards Scholarship (AAS) pada bulan Maret dan membuka workshop kecil-kecilan untuk memperkenalkan Scholarship kepada alumni. Mungkin juga februari ini mahasiswa yang wisuda dan sedang mencari beasiswa bisa di dapat melalui AAS ini. Melalui pertemuan dengan Konjen ini juga, tentu #Aussiebanget Corner ini bisa lebih hidup lagi,” tandas Wanita yang kerap disapa Rifa ini. (riz/can)

Belajar Bahasa Inggris Asyik untuk Pemula bersama Mobil KaCa UMM

Banyak cara asyik agar Bahasa Inggris mudah diajarkan kepada anak-anak. Salah satunya melalui pembelajaran metode English For Young Learners (EYL) pada kegiatan roadshow Mobil Kamis Membaca (KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), bekerjasama dengan kelompok KKN 07 UMM, Kamis (30/1) pagi. Kegiatan yang diikuti bergilir oleh murid kelas 3 hingga kelas 5 SDN 1 Jambesari Poncokusumo, Kabupaten Malang ini dipandu langsung oleh Rochmatika Nur Anisa, pengajar EYL di UMM. “Kegiatan ini sangat cocok untuk peserta didik pemula yang ingin belajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing dasar,” ungkap Anisa. Dengan diselingi beberapa games yang berjudul Giving Direction Antonim dan Belok Kiri Turn Left” Belok Kanan “Turn Right”, diharapkan dapat meningkatkan fokus pada peserta didik dan meningkatkan hafalan-hafalan kosa kata (vocabulary) dalam bahasa Inggris. Selain itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan kegiatan outbound berupa permainan angin berbisik dan hola hoop berputar bersama Luthfi Badillah, mahasiswa UMM. Kegiatan dilanjutkan dengan membaca buku yang sudah disediakan oleh Mobil KaCa UMM. “Sekolah ini dinilai kurang dalam segi fasilitas dan sarana prasarana, sehingga sangat bersyukur dengan kedatangan Mobil KaCa dan kelompok KKN 07 UMM. sangat bersyukur bisa mengatur jalannya kegiatan dengan tertib dan tenang meskipun muridnya sangat aktif,” ujar Linda, sebagai Guru kelas 6 di SD tersebut. Ilham Akbar, ketua kelompok KKN 07 menjelaskan jika pemilihan SDN 1 Jambesari sebagai subjek pembelajaran Bahasa Inggris menyenangkan dikarenakan kurangnya pengajar. “Ilmu yang sudah kita dapat di kampus, harus diimplementasikan kepada masyarakat. Khususnya bagi murid-murid yang ingin menambah pengalaman dan wawasan,” pungkasnya. (yas/can)

Mahasiswa Asing UMM Bagi Cerita Kehidupan Orang Yaman di Pandanmulyo

Tak kehabisan ide, Mobil Kamis Membaca (KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kali ini mengaspal dengan konsep pertukaran budaya. Salah satunya mengajak seorang mahasiswa asing untuk blusukan ke wilayah-wilayah sasaran gerakan literasi. Mahasiswa asing asal Yaman, Almunta Jaafar, diajak untuk berbagi kisah hidup unik masyarakat di kampung kelahirannya kepada murid MTs Al Munawarah di Desa Pandanmulyo, Malang. Yakni kebiasaan unik masyarakatnya yang gemar makan rumput. Jafeer melanjutkan, bahwa tradisi yang sering dilakukan oleh orang Yaman yakni sering mengunyah rerumputan dengan alasan kesehatan dan penambah stamina. Para siswa pun tercengang mendengar penuturan Jaafer yang tak biasa ini. Kegiatan yang dilakukan bersama kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 04 UMM memilih sekolah tersebut karena menurut ketua divisi Sosial Budaya Haidar Ali Firdaus, MTs Al Munawaroh harus dibekali pandangan untuk melihat dunia luar untuk mengejar impian. “Negara Yaman merupakan tanah jazirah Arab yang berbatasan dengan Laut Merah dan bersebalahan dengan Arab Saudi di sebelah Utara. Masyarakat Yaman senang dengan kegiatan berdagang,” ungkapnya di hadapan siswa, Kamis (23/1). Sehingga, sambungnya, kebanyakan warga Yaman sering berlayar, untuk berkunjung ke negeri orang untuk berjualan termasuk Indonesia. Selain itu, sistem pendidikan di Yaman juga banyak menawarkan boarding school atau biasa disebut pondok. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh murid di yayasan tersebut terlihat sangat antusias. “Saya baru pertama kali melihat orang asing datang ke sekolah. Bahasa arab susah dimengerti tapi saya menikmatinya,” ucap Bila salah satu murid MTS Al Munawarah. Setelah kegiatan ini, siswa diarahkan untuk membaca buku yang disediakan, buku yang laris diambil ialah buku perihal Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap (RPUL). Beberapa dari mereka antusias untuk menelusuri lebih jauh lagi tentang dunia luar, khususnya Yaman. (Yas/Can)

Dekan FK UMM Bicara Pencegahan Virus Korona

Menanggapi persebaran virus Korona atau 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) yang disebut berasal dari Wuhan, Cina, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. dr. Meddy Setiawan, Sp. PD menyebut bahwa virus ini  merupakan virus yang tergolong baru dalam dunia medis. “Virus ini menyerang sistem pernapasan manusia. Mulai flu biasa sampai penyakit yg parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Corona virus novel (n-CoV) adalah jenis baru yang belum diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Corona virus adalah zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia,” kata Meddy, Rabu (30/1). Menurut Meddy yang juga merupakan ahli Spesialis Dalam, beberapa virus Korona yang dikenal beredar pada hewan yang belum menginfeksi manusia. “Dihimbau untuk masyarakat agar tetap memperhatikan makanan hewani yang dikonsumsi. Menghindari memakan hewan hidup-hidup agar virus tersebut tidak menyebar ke manusia,” paparnya. Gejala awal yang terjadi ketika terpapar virus ini ialah flu dengan disertai panas badan, demam, dan sesak sehingga menyebabkan kegagalan pernafasan. Virus yang berinkubasi cepat ini, kata Meddy, harus mendapatkan penanganan medis dengan sigap dan tanggap agar meminimalisir angka kematian. “Pengobatan yang khusus untuk virus 2019-nCoV ini belum ada, pengobatan yang kita berikan bersifat suportif sesuai dengan gejala yang ada. Sampai saat ini belum tersedia vaksin untuk 2019-nCoV,” tambah Meddy. Tindakan pencegahan yang disarankan oleh Meddy agar tidak terjangkit virus tersebut antara lain ialah mengenakan masker, etika batuk yang benar, mengkonsumsi antioksidan dan makanan bergizi seimbang, stop rokok, mencuci tangan dengan menggunakan sabun antiseptik dan air mengalir, sementara menunda bepergian ke daerah yang insiden virus Koronanya tinggi.  (yas/can)

Catat Tanggalnya! DIMPA UMM Gelar Lomba Balap Perahu Karet Antar SMA se Indonesia

Divisi Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Malang (DIMPA UMM) bakal kembali menggelar DIMPA Boat Race Challenge #4 tingkat siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Sederajat seluruh Indonesia. Agenda nasional ini akan digelar pada 17-18 April 2020 mendatang. Mengusung tema “Arungi Jiwa Mudamu”, lomba terdiri dari tiga kategori yakni kategori putra, kategori putri serta kategori campuran. Yusril Khasib Anvasa selaku ketua pelaksana kegiatan menyatakan, pada penyelenggaraan Boat Race ketiga tahun 2018, DIMPA UMM hanya mengadakannya di tingkat Malang Raya. Ketika itu event diikuti 32 tim dari unsur Siswa Pecinta Alam (SISPALA), Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) dan Organisasi Pecinta Alam (OPA). Di tahun 2020 ini, ditargetkan bakal diikuti ratusan peserta dari seluruh Indonesia. “Berbagai jenis olahraga petualangan dewasa ini terus mengalami perkembangan dan peningkatan animo di kalangan anak muda. Salah satunya adalah olahraga air dengan menggunakan media perahu karet. Hal tersebut didasari oleh rasa kesadaran mengenal kekayaan wilayah perairan sungai yang beraneka dan menjaga lingkungan serta sebagai cara menguji ketangkasan dan adrenalin,” ungkap Yusril, Senin (20/1). Lebih jauh Yusril mengatakan, dunia arung jeram di Indonesia sedang mengalami perkembangan. Dibuktikan dengan banyaknya komunitas-komunitas arung jeram maupun divisi-divisi khusus arung jeram pada organisasi dan komunitas pecinta alam. “Ditambah lagi dengan dibentuknya Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) yang berpartisipasi membangun dunia arung jeram Indonesia,” sambung Yusril. Yusril berharap, diadakannya kompetisi ini dapat ikut membangun tumbuhnya industry wisata arung jeram yang memacu munculnya minat berbagai kelompok masyarakat untuk menikmati arung jeram. “Sangat disayangkan karena olahraga ini hanya dikenal oleh segelintir orang. Diharapkan dengan kegiatan ini dapat memperkenalkan olahraga arus deras untuk khalayak umum agar lebih dikenal secara luas,” tutur Yusril. Lomba akan diadakan di danau Kampus III UMM. Sebelumnya pada bulan Oktober 2019 lalu, danau ini diperuntukkan bagi penyelenggaraan Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN). Ketika itu, UMM secara khusus diamanahi Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai tuan rumah ajang bergengsi tingkat nasional ini. (*)

Belajar ke UMM, Universitas Madura: Kami Ingin Belajar ke Orangtua Kami

Sejak diputuskan oleh Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti RI pada April 2019 lalu, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai perguruan tinggi asuh terus melakukan pendampingam intensif kepada sepuluh perguruan tinggi lain. Salah satunya ialah Universitas Madura, Jawa Timur. “Kami ingin belajar ke ‘orang tua kami’ tentang pengelolaan bidang mahasiswa dan tentunya universitas ke UMM,” ungkap Wakil Rektor III Universitas Madura, Ir. Yudi Heryadi, M.MA. saat berkunjung ke UMM (21/1). Datang bersama rombongan aktivis lembaga intra kampus dan jajaran pimpinan, Yudi mengutarakan jika UMM merupakan salah satu universitas yang baik citranya. Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum, Wakil Rektor III UMM mengungkapkan jika UMM selalu menjaga komunikasi antara mahasiswa dan pimpinan. “Di UMM jika mahasiswa ingin menghadap Rektor atau pimpinan lainnya tidak susah, diberi akses juga untuk langsung menghubungi lewat WA,” katanya. Hal ini bertujuan untuk menjaga komunikasi yang baik. Selain itu, berbagai hal yang harus diperbaiki sesegera mungkin pun akan cepat ditanggapi. Namun demikian, Sidik mengungkapkan jika di UMM ada konsekuensi yang harus dihadapi. Jika mahasiswa berprestasi tentu saja akan diapresiasi. Namun jika melanggar akan diberi sanksi. “Ini bukan hanya peraturan, tetapi real diterapkan. Sudah ada contohnya kemarin,” tegasnya. UMM juga memberi apresiasi yang tinggi bagi mahasiswa berprestasi di kancah internasional berupa bebas skripsi. Namun, tak sedikit pula dari mereka yang tetap ingin mengerjakan skripsi seperti mahasiswa lainnya. “Ketika ditanya kenapa, mereka menjawab karena ingin belajar lebih jauh dan matang di UMM,” contohnya. Untuk kegiatan mahasiswa, Sidik menerangkan jika kampus mendukung setiap pendanaan. Namun sifatnya adalah membantu, bukan memenuhi. Cara ini dilakukan agar para mahasiswa memiliki sikap mandiri dan bertanggung jawab. Kunjungan ini kemudian dilanjutkan dengan berkunjung ke Student Center untuk melihat berbagai fasilitas yang disediakan UMM bagi para mahasiswanya. Juga, ada sesi para aktivis intra kampus Universitas Madura berdikusi dengan para pengurus lembaga intra Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) dan Senat Mahasiswa Universitas (SEM-U) UMM. (mir/can)

INKINDO Jawa Timur dan UMM Teken Kerjasama Percepatan Program Profesi Insinyur

INKINDO wilayah Jawa Timur mengundang secara khusus Program Studi Program Profesi Insinyur Universitas Muhammadiyah Malang (PS PPI UMM) dalam kegiatan Rapat Dewan Pengurus pada Selasa, 17 Desember 2019 di Hotel Novotel Samator – Surabaya. Pada kesempatan tersebut, PS PPI UMM diberi kesempatan untuk memaparkan penyelenggaraan Program Profesi Insinyur di UMM. Dari hasil kegiatan tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk melakukan kerjasama percepatan PS PPI bagi pengurus dan anggota INKINDO Wilayah Jawa Timur pada PS PPI UMM. Kerjasama itu ditindaklanjuti silahturahmi ke kampus UMM (10/1) dan diterima langsung Rektor UMM. Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan naskah perjanjian kerjasama percepatan program profesi insinyur pada PS PPI UMM. Penandatanganan dilakukan oleh Ir. Adi Prawito, MM., MT. selaku Ketua Dewan Pengurus Provinsi Jawa Timur dan Dr. Fauzan, M.Pdselaku Rektor UMM. “Hal ini menunjukkan bukti bahwa INKINDO Wilayah Jawa Timur dan UMM ingin berkontribusi dalam menghasilkan SDM yang berpengetahuan handal di bidang keinsinyuran sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014,” ungkap Ketua PS PPI, Fakultas Teknik (FT) UMM, Annisa Kesy Garsidek. UMM termasuk salah satu perguruan tinggi yang mendapatkan mandat untuk menyelenggarakan Program Studi Program Profesi Insinyur. UMM mendapatkan izin pembukaan PS PPI berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 200/KPT/I/2017 tertanggal 27 Maret 2017. PS PPI UMM bertujuan mendukung program Pemerintah Republik Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan tenaga profesional keinsinyuran sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Berdasarkan Pasal 10 dan 11 Undang-Undang No 11 Tahun 2014 Tentang Keinsiyuran, maka setiap orang yang akan melakukan Praktek Keinsiyuran di Indonesia harus memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur (STRI) yang dikeluarkan oleh Persatuan Insiyur Indonesia (PII). “Untuk memperoleh STRI tersebut, maka orang tersebut wajib memiliki gelar profesi Insinyur (Ir) dan sertifikat Kompetensi Insinyur. Pasca buat kesepakatan, kami sudah langsung action. Ada 40 lebih yang daftar profesi insinyur semester ini” sambung Annisa. (*/can)

Konjen RI Kinabalu Malaysia Terima Kedatangan Mahasiswa KKN UMM

Sebanyak 26 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tiba di Malaysia. Para mahasiswa KKN yang datang bersama Kepala Divisi KKN Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (DPPM UMM) Ir. Alik Anshori Alamsyah, MT., disambut oleh Konsulat Jenderal Kinabalu Sabah, Malaysia Khrisna Djelani. Dalam sambutannya, Khrisna mengungkapkan, Malaysia siap menerima pengabdian mahasiswa KKN UMM dengan program-program yang sudah dirancang termasuk bidang pendidikan. “Menjalani program pengabdian masyarakat melalui KKN ini, nantinya kalian akan turut aktif membantu proses pembelajaran di sekolah-sekolah CLC (Community Learning Center) yang membina anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Sabah, Malaysia. Juga mendapat banyak pembelajaran, pengalaman dan kesan tersendiri dalam memaknai ‘nasionalisme’ di luar negeri. Jaga diri dengan baik dan harumkan nama Indonesia, selalu membawa paspor selama berada di luar negeri (Sabah, Malaysia),” pesan Khrisna. Di kota pusat pemerintahan untuk Pantai Barat negeri Sabah ini diperkirakan ada lebih dari 600 ribu Warga Negara Indonesia (WNI). Jumlah ini baru perkiraan dari berbagai aktivitas yang dilakukan oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kinabalu, Malaysia. “Yang tercatat di kantor kami hanya 151 ribu orang,” ujar Cahyono Rustam, Pelaksana Fungsi Penerangan Sosial Budaya KJRI, Kota Kinabalu saat memberi kuliah umum pada agenda Pengarahan dan Pelepasan KKN UMM semester genap 2019/2020, Senin (6/1). Rata-rata para WNI yang datang ke Kinabalu untuk bekerja. Ada yang legal, memiliki majikan dan surat izin kerja. Adapula yang ilegal melalui berbagai jalan tikus. “Tiap bulan, kami memfasilitasi pemulangan WNI oleh Malaysia. Jumlahnya sekitar 300-an orang,” tuturnya. Pekerja Migran Indonesia (PMI), sebutan pengganti TKI, tidak hanya bekerja. Ada juga yang menikah lalu memiliki anak. Anak-anak yang lahir dari hasil pernikahan para PMI ini mayoritas tidak memiliki surat keterangan resmi seperti akta kelahiran. Mereka menikah hanya dengan syarat agama. Dalam hal ini KJRI bertugas mengusahakan untuk membuatkan berbagai surat keterangan sepadan untuk anak-anak para PMI. Untuk pendidikan, anak-anak PMI tidak dapat bersekolah di sekolah negeri Malaysia. Hal ini terkait dengan undang-undang yang dimiliki Malaysia. “Bagi orang asing yang memiliki pendapatan di bawah 5.000 ringgit Malaysia, anak-anaknya tidak dapat disekolahkan di sekolah negeri,” ucapnya. Keadaan ini membuat pemerintah melalui KJRI Kota Kinabalu menginisiasi berbagai metode demi pendidikan anak-anak PMI agar tetap mendapatkan asupan pengetahuan. Indonesia melakukan negosiasi dengan pemerintahan Malaysia untuk mendirikan sekolah-sekolah alternatif. Negosiasi ini pun berhasil, Indonesia mendapatkan izin untuk mendirikan sekolah alternatif. Antusias WNI begitu besar, pada saat awal berdirinya saja ada 1000-an murid yang belajar. “Saya kira program ini harus terus ber-keberlanjutan. Alhamdulillah, dari pihak konjen juga menyambut dengan baik kegiatan ini. Apalagi tujuan kita di sini untuk mendidik anak-anak Indonesia. Adapun untuk fokusnya tetap di bidang pendidikan dengan penempatan di CLC,” ungkap Ketua Divisi KKN DPPM UMM Ir. Alik Anshori Alamsyah, MT. (riz/can)