Gubernur Pakde Karwo: Pendidikan Vokasi Solusi Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

PENINGKATAN daya saing melalui pendidikan vokasi merupakan langkah nyata mewujudkan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Hasil survey Forum Bursa Kerja Khusus SMK se Jawa Timur tahun 2018 menunjukan bahwa lulusan SMK yang diterima bekerja di industri sebanyak 64,11%. “Sejalan dengan hasil survey tersebut, BPS mencatat terjadi penurunan pengangguran lulusan SMK dari tahun 2014 sebesar 10,53% menjadi 8,83% pada 2018,” disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. Dr. (HC) Soekarwo, SH., M.Hum., saat penobatan dirinya sebagai Doktor Honoris Causa, Kamis (27/12). Kebijakan pendidikan vokasi yang Sukarwo lakukan, telah berhasil mendorong struktur pekerja di Jawa Timur lebih berkualitas. Terjadi pergeseran pendidikan tenaga kerja di Jawa Timur, pada tahun 2008 mayoritas pekerja di Jawa Timur (57,79%) merupakan lulusan pendidikan dasar. “Sementara, tahun 2018 mayoritas pekerja Jawa Timur yakni 53,80%, merupakan lulusan pendidikan menengah. Peningkatan kapasitas tenaga kerja Jawa Timur menjadi input yang mendorong prduktivitas,” papar Pakde Karwo yang menerima gelar penghormatan itu dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Produktivitas tenaga kerja di Jawa Timur, sambung Sukarwo, berdampak pada peringkat daya saing daerah, khususnya daya saing Sumber Daya Manusia (SDM). Daya saing SDM Jawa Timur diapresiasi Asia Competitiveness Institute. “Ini menandakan Jawa Timur memiliki SDM yang berdaya saing,” ungkapnya. Peningkatan daya saing melalui pendidikan vokasi berhasil menurunkan angka pengangguran lulusan SMK serta meningkatkan kapasitas tenaga kerja di Jawa Timur, dan berdampak pada produktifitas tenaga kerja sehingga meningkatkan daya saing dan mendorong laju pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur ditopang oleh kinerja yang produktif. Mengingat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil saat ini yang diiringi pemerataan pendapatan, penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia, sebagai inkulisivitas pembangunan ekonomi,” jelasnya. Dampak kebijakan peningkatan daya saing melalui pendidikan vokasi mendukung kinerja industri bisa mengungkit pendapatan masyarakat. “Saya perkirakan, jika kebijakan berkelanjutan, dapat menghantarkan Jawa Timur memasuki era pendapatan upper midle income di tahun 2019,” tukasnya. (iel/nis/can)
Penganugerahan Doktor Honoris Causa Pakde Karwo, Rektor UMM: Bukti Kepedulian UMM kepada Pendidikan Vokasi

REKTOR Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Fauzan, M.Pd., menyebut, pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan pemartabatan hidup masyarakat, telah lama menjadi tradisi yang dikembangkan Kampus Putih. Hal itu disampaikan Fauzan, saat pidato penganugerahan gelar penghargaan Doktor Honoris Causa kepada Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, S.H., M.Hum, Kamis (27/12). Penganugerahan ini, lantaran perhatiannya kepada dunia pendidikan vokasi dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur. “Pakde Karwo adalah gubernur yang memiliki komitmen tinggi untuk menyiapkan tenaga terampil dari pendidikan umum, kejuruan dan pondok pesantren, yang berorientasi pada pengurangan kesenjangan antara realitas pendidikan, dengan jenis pendidikan yang tersedia,” ujar Fauzan. Penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada Pakde Karwo ini merupakan salah satu bentuk kepedulian UMM terhadap pendidikan vokasi di Indonesia. Pendidikan vokasi, kata Fauzan, dimaksudkan untuk menjawab problematika bangsa, khususnya menyiapkan generasi bangsa yg unggul dan berdaya saing. Sebelumnya, UMM sudah banyak melakukan rangkaian pengembangan kualitas pendidikan Vokasi, khususnya di UMM. “UMM sudah merevitalisasi dan mereformulasi sistem penyelenggaraan pendidikan UMM, termasuk program revitalisasi program vokasi,” lanjut Fauzan. “Seiring datangnya era bonus demografi di Indonesia, sudah seharusnya perguruan tinggi terlibat aktif untuk turut serta ikut andil dalam mengantarkan generasi yang dapat hidup layak dan mampu memainkan peran dalam setiap perubahan kehidupan,” papar Fauzan. Penghargaan kepada Pakde Karwo ini, sambungnya, merupakan salah satu ritual akademik dari rentetan panjang pendidikan vokasi yang diselenggarakan UMM. “Program Vokasi ini untuk menjawab problematika bangsa, khususnya menyiapkan generasi bangsa yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya. Sebagai ikhtiar nyata, UMM merancang pendirian Pusat Pendidikan Vokasi (PPV) UMM dengan tagline creating moment, progressing talent. PPV ini nantinya memiliki visi pelopor dalam pemajuan talenta. PPV akan melayani mulai dari masyarakat umum dewasa, anak-anak lulusan SMA/SMK dan juga civitas akademika UMM. “Memberi kesempatan kapan saja dan kepada siapa saja untuk menambah dan meningkatkan keterampilan, pengetahuan dan sikap sesuai talenta dan minatnya. Sehingga mampu mengambil peluang menjadi pelaku utama dalam Making Indonesia 4.0, seperti yang dicanangkan Presiden Joko Widodo,” terang Fauzan. Untuk mengawali PPV ini, UMM akan membuka 5 sekolah bidang keahlian. Yakni Desain dan Media, TIK dan Elektronika, Bisnis dan Manajemen, Kesehatan dan Hospitality, serta Agribisnis. Kelima sekolah keahlian ini akan dibangunkan gedung seluas 12,5 hektar di wilayah Karang Ploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. “Selanjutnya, jika kelima PPV ini sudah terlihat kemajuannya, UMM tentu akan terus mengembangkan juga menambah sekolah bidang keahlian lainnya yang memang benar-benar dibutuhkan dan sesuai dengan keinginan atmosfer pasar kerja,” pungkasnya. (iel/nis/can)
Gubernur Jawa Timur Pakde Karwo Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari UMM

GUBERNUR Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, S.H., M.Hum. menerima gelar kehormatan Doktor Honoris Causa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (27/12). Gelar tersebut diraih Pakde Karwo, demikian ia dikenal, atas komitmennya dalam pembangunan daerah dan masyarakat Jawa Timur. Utamanya dalam aspek perekonomian selama 2 periode memimpin. Promotor Prof. Dr. Yus M. Cholily, M.Si menerangkan, diterimanya gelar ini didasarkan atas 5 hal. Pertama, prestasi kerja Pakde Karwo dalam bidang pembangunan daerah dan kemasyarakatan di Jawa Timur selama periode 2008 sampai 2018. Kedua, penghargaan prestasi kerja Soekarwo baik nasional maupun internasional yang jumlahnya mencapai 169 penghargaan. Ketiga, prestasi yang luar biasa pada penyelenggaraan pendidikan vokasi di Jawa Timur. Keempat, publikasi karya ilmiah dan karya pembangunan yang telah dipresentasikan dalam forum ilmiah, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional. Kelima, dengan terpenuhinya persyaratan pada pedoman pemberian gelar kehormatan di lingkungan UMM. “Atas pertimbangan dan penilaian tersebut, tim Promotor menyatakan bahwa Promovendus atas nama Dr. H. Soekarwo, S.H., M.Hum. dinyatakan layak untuk diberikan gelar doktor kehormatan,” papar Yus dalam pidato pertanggung jawaban tim Promotor di depan sejumlah tamu dan pejabat negara yang hadir. Antara lain, Mendikbud RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. menyatakan, pemberian penghargaan kepada tokoh yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dan pemartabatan hidup masyarakat, telah lama menjadi tradisi yang dikembangkan UMM. “Hal ini merupakan salah satu cara kami untuk mengimplementasikan visi yang menjadi semangat, yakni UMM dari Muhammadiyah untuk Bangsa,” katanya. Penghargaan berupa gelar Doktor Honoris Causa bidang Pendidikan Vokasi Kerakyatan kepada Pakde Karwo ini, sambungnya, merupakan salah satu ritual akademik dari rentetan panjang pendidikan vokasi yang diselenggarakan UMM. “Program Vokasi ini untuk menjawab problematika bangsa, khususnya menyiapkan generasi bangsa yang unggul dan berdaya saing,” paparnya. (iel/nis/can)
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM Raih Akreditasi A

Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mendapatkan Akreditasi A setelah resmi diumumkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pada 20 Desember 2018 lalu. Sebelumnya, Prodi ini sudah pernah mendapatkan akreditasi A pada periode 2008-2013 lalu, dan sempat turun menjadi B. Namun kini akredtitasi A tersebut berhasil didapatkan kembali. Puji Sumarsono, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Prodi Bahasa Inggris mengatakan, kerja keras Prodi untuk mendapatkan akreditasi ini sebenarnya merupakan keinginan semua civitas akademika. Banyak penilaian dari BAN-PT yang mendasari mereka memberikan akreditasi A pada program studi yang memperoleh ijin penyelenggaraan sejak 9 Maret 1984 ini. Setidaknya ada 7 aspek yang dinilai dalam proses akreditasi kemarin. “Yakni visi misi, tata kelola dan pamong, kemahasiswaan, Sumber daya manusia, Kurikulum, Sarana dan Prasarana, Penelitian pengabdian dan kerjasama,” papar Puji. Dilanjutkan Puji, pihak BAN-PT bersama para asesornya telah beberapa kali turun lapang untuk menilai apakah Prodi Bahasa Inggris UMM benar-benar bisa mendapatkan akreditasi A. Menurut Puji, kedepannya Prodi Bahasa Inggris UMM akan terus melakukan perkembangan-perkembangan agar mereka bisa mempertahankan akreditasi yang mereka dapatkan ini. “Di antaranya memperluas partner perguruan tinggi di luar negri untuk pertukaran dosen dan mahasiswa, serta berupaya untuk mendapatkan akreditasi tingkat internasional,” terang Fuji. Fasilitas perkuliahan mahasiswa juga tidak luput dari perhatian Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMM. Prodi ini akan menambahkan beberapapa mata kuliah khusus dan menjadikan 3 mata kuliah. “Mata kuliah ini awalnya hanya diambil oleh mahasiswa sesuai dengan konsentrasinya. Lantas, dijadikan mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa yaitu English for Young Learners (EYL), Business English, dan Translations,” jelasnya. (gan/can)
Setahun Walikota Batu, Sosiologi UMM Gelar Dialog dengan Masyarakat

MENYIKAPI satu tahun masa jabatan Walikota Batu, Dewanti Rumpoko, Program Studi (Prodi) Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar dialog di Balai Desa Junrejo, Kota Batu, Selasa, (25/12). Agenda yang dihadiri berbagai kalangan masyarakat seperti aktivis penggiat Kota Batu, Karang Taruna dan Mahasiswa ini, membahas berbagai masalah yang harus diperhatikan Dewanti. Masyarakat menganggap banyak kebijakan Walikota yang dinilai bakal memberi dampak buruk di masa mendatang. Salah satunya Aris, warga Kota Batu. “Pembangunan pariwisata sekarang semakin tidak terkontrol. Ini bakalan berdampak ke depannya. Jangan hanya karena investasi, nilai-nilai ekologis dikesampingkan oleh pemerintah,” ungkapnya. Selain itu, hasil penelitian yang disampaikan mahasiswa Sosiologi UMM, juga menunjukan banyaknya masalah di Kota Batu. Mulai dari pelayanan umum, pendidikan bagi masyarakat miskin, dan lapangan pekerjaan. Paparan hasil penelitian Diah Astriani sebagai penyaji mengungkapkan, masyarakat Kota Batu yang bekerja di industri pariwisata, hanya mencapai 20-30%. Keadaan tersebut dianggap karena standar Sumber Daya Manusia yang belum mumpuni. “Hal tersebutlah yang membuat masyarakat Batu justru mengalami kesulitan dalam ekonomi. Lahan pertanian mereka sudah berubah menjadi bangunan beton, dan sekarang sulit cari pekerjaan,” ungkapnya. Dari forum ini menelurkan 3 rekomendasi. Yakni masyarakat perlu berpartisipasi dan mendorong pemerintah untuk mengedepankan masyarakat kecil, memberi perhatian lebih pada UMKM, serta bantuan dana desa.(*/can)
Perkuat Branding Makanan Khas Gresik melalui Food Photography

MAHASISWA Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan acara Workshop Food Photography di kelurahan Sukodono Gresik, Minggu (23/12). Bretya Pati Anoraga, owner @takeafood_foodphotography didaulat menjadi pemateri dalam acara kali ini. Peserta workshop dari beberapa komunitas dan blogger di Gresik melakukan praktek foto aneka makanan tradisional. Aan, demikian disapa, berencana membuat revolusi besar dalam dunia ekosistem fotografi makanan. Yakni mengajak fotografer muda yang punya minat di bidang ini untuk bergabung. Aan membagikan kiat-kiat dasar memotret makanan tradisional Indonesia. Secara khusus makanan khas Gresik. Menurutnya, seorang food fotografer membutuhkan ‘cerita’ agar foto tampak lebih hidup. Selain itu, agar tampilan makanan menarik, seorang fotografer harus dapat menyesuaikan tata pencahayaannya. Izdihar Fakhriyah, ketua pelaksana program ini menyatakan, salah satu tujuan diadakannya program ini adalah untuk menyiapkan peserta, utamanya anak muda kelurahan Sukodono dalam menghadapi program Discover Gresik. “Gresik inginnya tidak hanya dikenal sebagai Kota Industri. Namun juga tetap dikenal melalui makanan khasnya. Seperti pudhak, otak otak, jenang ayas, dan lain sebagainya,” jelas mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM ini. M. Ajib salah satu peserta mengungkapkan, banyak hal baru yang didapat dari workshop ini. Terlebih untuk orang awam. “Acaranya menginspirasi dan mengedukasi kami yang baru mengenal food photography,” ujar anggota Karang Taruna Sukodono ini. Diadakannya workshop food photography sebagai bagian dari rangkaian garapan Mega proyek Discover Gresik. Yakni, program merancang 5 kawasan menjadi destinasi bernilai kemanfaatan sosial yang diintegrasikan melalui praktikum peminatan Public Relations Prodi Ilmu Komunikasi UMM. Desa Kramat Inggil melaui konsep Eco Green Village, Kelurahan Kemuteran melalui konsep Night Market, Kelurahan Kroman melalui konsep Wisata Pelabuhan, Kelurahan Penelingan melalui konsep Cultural and Heritage, serta Kelurahan Sukodono melalui konsep Sentra Kuliner. (*/can)
Adakan Kompetisi Public Speaking, Dijuri Langsung Jurnalis Profesional Kompas TV

DALAM DUNIA KERJA, kemampuan public speaking atau berbicara di depan umum sudah menjadi seperti kebutuhan primer. Hampir di setiap bidang kerja, sangat memerlukan kompetensi satu ini. Menyadari hal itu, Program Studi D-III Keuangan dan Perbankan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Public speaking Competition for D-III Finance and Banking di Aula GKB IV UMM, Kamis (20/12). Kepala Laboratorium Bank Syariah Prodi D-III Keuangan dan Perbankan, Eris Tri Kurniawati, S.E., M.M., Ak. menyatakan, program studi vokasi D-III Keuangan dan Perbankan 70% mata kuliahnya merupakan matakuliah praktek. “Keterampilan Public speaking merupakan salah satu penunjang yang sangat penting dari seluruh matakuliah praktek itu. Karena pada level profesional, lulusan D-III keuangan dan perbankan akan dituntut memiliki kecakapan ini,” terang Eris. Kategori yang dikompetisikan yakni Speech Competition, Presenter, Master of Ceremony dan Moderator. Keempat kategori tersebut juga dibagi kembali menjadi kategori Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Salah satu juri kompetisi, yang juga merupakan Video Jurnalis dan Reporter Kompas TV, Shinta Maulidya, mengaku terkejut dengan kualitas dari seluruh peserta di setiap kategori lomba. “Untuk menguasai Public speaking memang memerlukan waktu dan latihan yang cukup intensif. Terlebih lagi, untuk mahasiswa yang tidak memiliki dasar keilmuan Jurnalistik maupun Ilmu Komunikasi, akan lebih memakan waktu,” kata Shinta. Public speaking, sambung Shinta, tidak hanya identik dengan mahasiswa Jurnalistik dan Ilmu Komunikasi saja. Karena memang faktanya di lapangan, kemampuan Public speaking sangatlah penting. Salah satu peserta, Lila Denayu Yustian, merasa sangat senang dengan adanya kompetisi Public speaking sebagai rangkaian akhir mata kuliah ini. Menurutnya, ini bisa menjadi salah satu motivasi bagi mahasiswa untuk lebih kompetitif. “Kemampuan public speaking yang saya peroleh di bangku perkuliahan juga harus diimbangi dengan praktek agar lebih berdampak besar kepada kemampuan public speaking saya,” jelasnya. (iel/can)
Perkuat Toleransi Antar Umat Beragama, Mobil KaCa UMM Sambangi Yayasan Bunda Teresia Batu

RAMAINYA berbagai persoalan yang menyinggung masalah toleransi antar umat beragama, menjadi perhatian khusus tim Mobil Kamis Membaca (KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini, Mobil KaCa sambang dan sharing program di Yayasan Bunda Teresia Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (20/12). “Bagi kami, kunjungan kali ini terbilang istimewa. Biasanya Mobil KaCa hanya sambang ke tempat-tempat notabene masyarakat Muslim. Kali ini, tim Mobil KaCa memutuskan untuk sambang ke wilayah yang cakupan lebih luas. Karena literasi milik semua kalangan,” terang koordinator tim, Maharina Novia Zahro. Bagaimanapun, sambung Maharina, konflik yang belakangan terjadi, diakibatkan kurangnya interaksi juga dialog dengan kelompok yang dianggap berbeda. Mobil KaCa UMM, disebut Maharina, menjadi sarana edukatif dan tepat untuk menyemai nilai-nilai toleransi. Yakni dengan mengajarkannya sejak dini. Hadir dengan membawa konsep literasi, anak-anak yang berada di sana merasa terhibur dan senang. Pasalnya, anak-anak bukan hanya disuguhkan buku bacaan, namun di sana diajari tentang cara mengolah degradasi warna dengan pensil gambar. Serta, bergembira bersama melalui kegiatan outbound. “Kami tak pernah ragu untuk berjumpa dengan pembaca baru sekalipun anak kecil. Apalagi mereka yang tidak suka membaca. Kami yakin, mereka hanya belum menemukan buku yang ia senangi saja. Jadi kedatangan kami hanyalan membantu mereka menemukan buku yang disukai,” lanjut Maharina. Gabriel contohnya, anak berusia 8 tahun ini mengaku sangat menyukai permainan Bola Shegy. Bersama teman-temannya, dia saling berebut bola dalam salah satu sesi outbond ini. “Seneng banget main bola, tapi capek rebutan sama temen,” ungkapnya polos. Lutfi Nurul Rosyidah sebagai triner, memilih permainan ini karena merasa cukup efektif mengasah konsentrasi dan ketangkasan. “Setiap ada kata Shegy, peserta harus waspada. Karena mereka harus mencari ke mana arah bola yang sudah saya lempar lalu menangkapnya,” terang mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi ini. Sementara, Tintrim Rahayu, pengurus Yayasan yang dihuni oleh anak yatim, cacat dan terlantar ini mengaku senang dengan kedatangan Mobil Kaca. “Kegiatannya sangat bermanfaat. Saya sangat senang melihat mereka senang membaca dan senang dengan berbagai kegiatan yang diadakan seperti ini,” akunya. (rin/can)
Kejuaraan ESports di UMM Jadi Wujud Dukungan Perkembangan Cabang Olahraga Baru

MESKI belum begitu populer, cabang olah raga (cabor) satu ini justru tengah naik pamor. Olah raga elektronik atau electronic sports (ESports), dulu hanya jadi sarana hiburan, kini berubah jadi cabor yang diperlombakan secara resmi. Salah satunya adalah pada gelaran ASIAN Games 2018 yang resmi memasukkan ESports sebagai salah satu cabang olahraga. Demikian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan dukungannya pada cabor ini. Event pertama kali yang dikolaborasikan dengan Tencent dan Tora Bika, menghelat PUBG Campus Championship Indonesia, Kamis (20/12) siang di Aula GKB IV UMM. Game PUBG sendiri sekarang tengah banyak digandrungi. Meski berstatus exhibition, atau tak masuk dalam daftar kontingen pemenang, ajang ini tak sepi peminat. Hal tersebutlah yang mendorong Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM-U) UMM untuk menyelenggarakannya. Kejuaraan ini diselenggarakan secara serentak di 40 Perguruan Tinggi di Indonesia. Di UMM sendiri, hanya dalam kurun 28 jam dibukanya pendaftaran, sudah ada 112 tim yang mendaftar. Padahal kuota bertanding hanya 20 tim. BEM-U sampai harus melakukan seleksi untuk merampingkan pendaftar menjadi 20 tim saja. Di Kota Malang sendiri, ada empat Perguruan Tinggi yang terlibat, yakni UMM, Polinema, Universitas Brawijaya dan UM. Tim yang menang akan mendapatkan Grand prize sebesar lima juta rupiah. Nantinya, tim yang melampaui skor rata-rata akan berangkat mewakili UMM ditingkat Nasional. Serta, berhadapan dengan perguruan tinggi lain. Presiden Mahasiswa UMM, Ainur Rifqi Alhamdani Rahmat menyatakan, “Ini adalah wujud kami mendukung perkembangan E-Sports di Indonesia,” katanya. Ia takjub, sambungnya, dengan antusias para peserta. Terakhir, Rifqy mengajak untuk menyikapi ESports dengan bijak dan menjadikannya sarana prestatif bukan sekedar rekreatif. Lewat kejuaraan ini, masyarakat tak lagi memandang sebelah mata para pemainnya. (mir/can)
DPR RI Komisi VII Puji Kepeloporan UMM sebagai Kampus Hemat Energi

Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (19/12). Kegiatan itu dalam rangka reses Komisi VII DPR RI. Ditunjuknya UMM sebagai tuan rumah Kunker, disebut Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Ridwan Hisjam, tak lepas dari kepeloporannya mengusung konsep kampus hemat energi. Yakni adanya 2 Pembangkit Listrik Tenga Mikro Hidro (PLTMH) Mitra Kerja Komisi-Komisi DPR RI Masa Keanggotaan Tahun 2014-2019 yakni Energi, Riset dan Teknologi, dan Lingkungan Hidup. “Dipilihnya UMM untuk kunjungan kerja ini karena kepeloporannya pada energi baru-terbarukan,” jelasnya. Sebagai kampus yang dikenal dengan predikat pelopor energi baru-terbarukan (EBT), kehadiran 2 Pembangkit PLTMH telah mengantarkan diraihnya Asean Energy Award untuk pertama kalinya di tahun 2009. Di tahun 2018, tepatnya Oktober lalu, melalui Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) UMM juga meraih penghargaan yang sama. UMM dianugerahi sebagai 2nd Runner-up sub kategori bangunan tropis (tropical building). “PLTMH milik UMM tidak hanya digunakan sebagai laboratorium terapan bagi civitas akademika UMM sendiri, tapi juga digunakan perguruan tinggi lain sebagai sumber belajar mahasiswa,” sebut Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. Setelah mendengar jajak pendapat dan aspirasi dari mitra kerja Komisi VII DPR RI juga pergurun tinggi Malang Raya, kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi 2 PLTMH yang berada di lingkungan Kampus III UMM. (*/can)