Ribuan Orangtua Hadiri Silaturahmi Wali Maba UMM

Lulus dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak harus dengan skripsi, ada skema-sekma lain yang bisa ditempuh oleh mahasiswa. Hal Itu ditegaskan langsung oleh Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. di hadapan ribuan wali mahasiswa baru (Maba) pada 7 September 2024 lalu. Adapun agenda tersebut merupakan Pertemuan Wali Maba Kampus Putih tahun ajaran 2024-2025 dengan para pimpinanan UMM. Lebih lanjut, Nazar menjelaskan bahwa jika hanya menggunakan skripsi sebagai satu-satunya skema tugas akhir, maka hal itu akan membatasi kreativitas mahasiswa. Terutama dalam pengembangan minat dna bakatnya. “UMM menyediakan berbagai mekanisme ekuivalensi tugas akhir. Jadi tugas akhir itu tidak selalu melalui skripsi. Namun juga bisa berupa publikasi jurnal imiah bereputasi, penelitian, mekanisme Center of Excellence, bahkan dengan berbagai prestasi lainnya termasuk dibidang non-akademik. Itu sengaja kami berikan agar mahasiswa bisa menjelajahi lebih jauh minat dan bakatnya,” jelasnya Ia juga menerangkan bahwa sistem pembiayaah di UMM sangatlah fleksibel. Orang tua mahasiwa dapat melakukan pembayaran SPP sebanyak dua kali dalam satu semester. Bahkan untuk pembiayaan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) bisa hingga 12 kali selama perkuliahan. “kebetulan saya ini seorang ekonom, jadi tahu betul situasi dan kondisi ekonomi saat ini. Bisa dikatakan, kondisi saat ini belum begitu stabil pasca pandemi Covid. Masih banyak sektor yang mengalami penurunan tingkat, termasuk daya beli masyarakat. Hal itu pasti berpengaruh pada tingkat penerimaan pendapatan. Jadi skema pembiayaan di UMM ini kami desain sedemikian rupa untuk memberikan relaksasi dalam pembayaran,” jelasnya. Sementara itu, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa UMM memberikan sederet kepastian kepada seluruh mahasiswa dan juga orangtua. Di antaranya Pasti Lulus Tepat Waktu, Pasti Bekerja, dan Pasti Mandiri. Menurutnya, hal itu menjadi bentuk komitmen sebuah kampus kepada seluruh mahasiswanya. “Jika bapak ibu sekalian tanya ke kampus, kapan anak saya bisa lulus? Jawaban yang sering diberikan kampus-kampus selalu bergantung pada mahasiswanya dalam menjalani kuliah. Tapi itu menurut saya bukanlah jawaban yang bertanggung jawab. Maka bisa kami pastikan, anak bapak ibu sekalian bisa lulus tepat waktu dengan bekal skill di berbagai program UMM,” tegasnya. Fauzan juga menjelaskan program unggulan UMM, yakni Center of Excellence (CoE) berbasis program studi yang menjadi wadah mahasiswa dalam menningkatkan minat dan bakatnya. Nantinya mahasiswa dapat lebih fokus pada peminatan yang ingin ditekuni. “Kita ambil contoh di program studi peternakan, disitu ada CoE Kelas Profesional Unggas dan Ruminansia. Mahasiswa bisa memilih salah satunya jika ia benar-benar meminati kelas tersebut. Kelas itu juga kerja sama langsung dengan Mitra dari Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI). Mereka bisa langsung belajar dan praktik, serta sebagai bonusnya juga bisa langsung bekerja di sana bahkan ketika masih belum lulus kuliah,” terangnya. Terakhir, Fauzan berterimakasih kepada seluruh wali maba yang telah mempercayai putra putrinya menjadi bagian jas merah kampus putih. Ia juga berpesan kepada seluruh wali maba untuk tetap memantau perkembangan putra putrinya selama menempuh pendidikan di UMM. “Orangtua jangan sampai putus komunikasi dengan anak selama kuliah. Saya yakin, bapak dan ibu sekalian yang mempercayakan putra putrinya di UMM memang tahu betul akan reputasi UMM di kancah nasional hingga internasional,” pungkasnya. (Faq/Wil)

UMM Pertegas Komitmen Jadi Kampus Inklusi

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung inklusivitas di lingkungan akademik. Salah satunya dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pembentukan Lembaga Layanan Disabilitas (LLD). Acara ini diselenggarakan pada 4 September lalu dan diikuti puluhan skretaris prodi dan kaprodi dari berbagai program di UMM. FGD ini menghadirkan dua pemateri utama, yakni psikolog Siti Suminarti Fasikhah dan Ni’matuzahroh. Mereka memaparkan tentang pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang inklusif dan ramah bagi mahasiswa dengan kebutuhan khusus. Dalam sesi diskusi, Siti Suminarti Fasikhah menekankan bahwa inklusivitas bukan hanya sekedar label. Namun merupakan upaya berkelanjutan yang harus diwujudkan melalui kebijakan, sarana prasarana, serta dukungan yang menyeluruh bagi seluruh sivitas akademika. Di sisi lain, Ni’matuzahroh selaku pemateri kedua menilai bahwa UMM telah lama membuka peluang bagi mahasiswa dengan kebutuhan khusus dan beragam karakteristik. Termasuk di dalamnya terkait hambatan fisik, kognitif, sosial, dan emosi. “Upaya untuk memodifikasi proses dan evaluasi pembelajaran sudah dilakukan. Namun dengan adanya LLD, diharapkan komitmen ini semakin kuat dan terintegrasi,” katanya menegaskan. Selama ini, UMM terus menunjukkan dedikasinya terhadap prinsip education for all. Melalui FGD ini, berbagai program studi di UMM diharapkan dapat lebih memahami dan meningkatkan kapasitas mereka dalam mendukung mahasiswa berkebutuhan khusus, sehingga tercipta suasana belajar yang adil dan setara. Adapun pembentukan LLD di UMM merupakan langkah strategis untuk menyatukan berbagai upaya yang telah dilakukan secara terpisah menjadi satu lembaga yang terstruktur dan terarah. LLD akan berfungsi sebagai pusat koordinasi dan pengembangan layanan bagi mahasiswa berkebutuhan khusus, serta memberikan pelatihan bagi tenaga pendidik dan staf dalam menangani kebutuhan khusus di lingkungan kampus. Ni’matuzahroh melihat, terselenggaranya FGD ini juga menjadi upaya UMM untuk mempertegas peranannya dalam mendukung inklusivitas. Selain itu juga langkah untuk memastikan bahwa seluruh mahasiswa, tanpa terkecuali, dapat meraih pendidikan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan mereka. (*/Wil)

UMM Borong Anugerah Kampus Unggulan LLDikti Jatim

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi. Kali ini Kampus Putih sukses memborong banyak penghargaan dalam Anugerah Kampus Unggulan (AKU) pada 5 September lalu di Grand Mercure Malang. Pengahragaan tersebut diberikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur yang meliputi berbagai kategori. Menariknya, UMM mendapat empat penghargaan langsung dalam anugerah tersebut. Antara lain kualitas pelaporan terbaik, perguruan tinggi berprestasi bidang kemahasiswaan, implementasi sistem penjaminan mutu internal (SPMI), dan kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat klaster mandiri. Tidak sampai disitu, ada juga tiga dosen UMM yang mendapat anugerah academik leader. Mereka adalah Dr. Sugiarti, M.Si. pada bidang seni dan budaya, Prof. Dr. Tobroni, M.Si pada bidang kependidikan, dan Prof.Ir. Ilyas Masudin, MLogSCM., Ph.D. pada bidang teknologi. Kepala Humas UMM Dr. Isnaini, M.Pd. menyampaikan bahwa berbagai penghargaan yang didapatkan kampus putih tersebut menjadi komitmen nyata dalam memajukan pendidikan. Selain itu juga menjadi bentuk konsistensi sivitas akademika UMM dalam menjaga pelayanan pendidikan. Apalagi mengingat bahwa ini bukanlah kali pertama UMM mendapat anugerah kampus unggulan dari LLDIKTI Wilayah VII, bahkan setiap tahun. “Menjaga pelayanan pendidikan di UMM itu wajib hukumnya dan itu bisa dibuktikan dari anugerah yang kami raih. Ini bukan kali pertama kami memperolehnya, hampir setiap tahun kami raih,” ungkapnya. Menurutnya, prestasi tersebut tentu akan dijaga dan terus ditingkatkan. Mengingat bahwa kebutuhan masyarakat juga sangat dinamis di setiap zamannya. Hal itulah yang menjadi tantangan tersendiri bagi perguran tinggi untuk terus meningkatkan inovasi dan produk unggulan. Sementara itu, Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah VII Dr. dr. Ivan Rafian, M.KP., menyampaikan, anugerah kampus unggulan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan semangat bagi universitas, baik negeri maupun swasta yang ada di Jawa Timur. Semangat tersebut tentu untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih unggul. Terlebih lagi sebagai persiapan dalam menyambut Indonesia Emas tahun 2045. Selain itu, ia juga mendorong para pimpinan universitas untuk saling berkolaborasi untuk kemajuan pendidikan. Apalagi melihat tantangan global yang sangat dinamis dan akan sulit jika dihadapi sendirian. Ia berharap, anugerah ini menjadi motivasi bagi semua kampus, khususnya yang ada di Jawa Timur untuk terus meningkatkan kualitas. “Harapan kami tidak lain untuk menciptakan perubahan dalam dunia pendidikan yang mampu menjawab tantangan global. Universitas sebagai tempat untuk mencetak sumber daya manusia harus mampu menciptakan produk yang unggul pula,” ungkapnya. (Faq/Wil)

Keren, UMM Ajari Mahasiswa Barunya Bahasa Pemrograman Python

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selalu menjadi terdepan untuk memberikan inovasi. Terbaru, Kampus Putih melakukan kick off Program Pelatihan Dasar Teknologi Digital (PDTD) yang akan diberikan untuk semua mahasiswa baru Gen.24 UMM. Untuk mengawali program ini, Biro Sistem dan Informasi dan Digitalisasi (BSID) mengadakan Training of Trainer (ToT) bagi dosen dan instruktur yang nantinya akan menjadi tenaga pengajar dan pendamping praktek teknologi digital.  Kegiatan ToT ini dilaksanakan mulai tanggal 4 September 2024. Kepala BSID UMM Dr. Ir. Suyatno, M.Si. mengatakan perkembangan globalisasi berdampak signifikan terhadap perubahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk perubahan jenis pekerjaan yang dikendalikan oleh teknologi digital.  Maka, untuk menyiapkan mahasiswa dan lulusan, UMM membekali mereka dengan skill teknologi digital.  Lulusan UMM akan memperoleh kompetensi ekstra berupa bahasa pemrogramnan Python.  Bahasa pemrograman Python dipilih karena relatih mudah dipahami oleh semua mahasiswa, walaupun bukan dari prodi Informatika. “Harapannya para mahasiswa dapat mengenal dan menguasai coding dengan bahasa pemrograman tertentu. Kemudian bisa mengimplementasikannya pada dunia kerja” katanya menegaskan. Suyatno mengatakan agenda ini bertujuan agar mahasiswa baru memahami bahasa pemrograman Python, mempraktekkannya, dan bisa mengembangkan proyek sistem informasi dengan mengguanakn bahasa Python. “Materinya mulai dari konsep dasar pemrograman, python secara umum, struktur dan operasi dasar, analisis dan visualisasi data, dan lain sebagainya. Jadi mereka diharapkan bisa berkreasi menggunakan Python ini,” katanya. Adapun semua mahasiswa baru Strata-1 dan Vokasi TA 2024/2025 akan turut serta di dalam agenda ini. Dijalankan pada Oktober 2024 hingga Februari 2025, program ini diharapkan bisa mendorong anak-anak muda agar bisa berinovasi dan memberikan solusi bagi masalah-masalah yang ada di masyarakat. Para pengajarnya terdiri dari para dosen profesional serta sederet praktisi.  Materi bahasa pemrograman Python diberikan secara bertahap dan berkelanjutan mulai dari level dasar, lanjutan dan level profesional melalui mata kuliah yang melekat pada kurikulum masing-masing program studi. “Ini menjadi gebrakan baru di dunia pendidikan. Tidak  hanya mahasiswa Informatika saja yang diajari bahasa pemrograman, tapi semua mahasiswa seluruh Program Studi akan bisa memahaminya serta mampu menggunakannya di masing-masing bidangnya. Sejauh ini, mungkin baru UMM yang mengadakan agenda semacam ini. Semoga ilmu yang didapat mahasiswa bisa dimanfaatkan dengan baik, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat,” pungkasnya mengakhiri. (Wil)

Melihat Program Baru UMM, Development of Quranic Literacy Program

Untuk menguatkan komitmen dalam meningkatkan kualitas spiritual dan religiusitas para akademisi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meluncurkan program baru bernama Development of Quranic Literacy Program (DQLP). Launching program tersebut dilaksanakan pada 4 September ini dan dihadiri para sivitas akademika, mulai dari dosen, tenda kependidikan, hingga para pimpinan Kampus Putih. Terkait program ini, Wakil Rektor V UMM Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dan SDM Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si. menegaskan bahwa DQLP merupakan sebuah keniscayaan yang harus dihadirkan. Apalagi mengingat pentingnya Al-quran dalam kehidupan para muslim. Menurutnya, banyak yang sudah belajar Al-quran kemudian merasa sudah sempurna. Padahal, selalu ada ruang untuk memperindah dan memperbaiki bacaan. Adapun program DQLP dirancang untuk memperdalam pemahaman dan kemampuan membaca Alquran dengan benar. Ada lima kategori utama yang ingin dikembangkan dan disebut dengan 5T yakni tartil, tahsin, tafsir, tahfidz, dan tilawah. “Setiap kategori akan dibimbing oleh mentor yang sudah berpengalaman dan berkompeten di bidangnya. Dengan adanya kategori-kategori ini, program diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para akademisi yang memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda terhadap Alquran,” jelasnya. Lebih lanjut, Tri menjelaskan bahwa kelas DQLP akan dilaksanakan satu kali dalam seminggu dan akan dimulai pada tanggal 28 September 2024. “Ini bukan hanya soal mendapatkan poin administrasi key Pperformance indicator (KPI), tetapi lebih kepada menyeimbangkan ilmu agama dengan keilmuan akademik yang ada,” tambahnya. Hadir pula sebagai narasumber utama, Dr. M. Saad Ibrahim, MA dan Prof. Dr. Imam Suprayogo. Keduanya memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Mereka membagikan pengalaman-pengalamannya saat mengajarkan dan mengamalkan Alquran di berbagai kesempatan. Menurut mereka, setiap ayat yang dibaca dan pahami harus bisa dimaknai dan terjemahkan dalam sikap dan perilaku. Hal itulah  yang menjadi esensi dari hidup berlandaskan Alquran. Kehadiran kedua narasumber ini memberikan dimensi yang lebih mendalam pada peluncuran DQLP. Mereka tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga berbagi kisah inspiratif yang mengilustrasikan bagaimana Alquran bisa menjadi pemandu dalam setiap aspek kehidupan. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor II UMM Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., CA., turut hadir untuk meresmikan program tersebut. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya program ini dalam menumbuhkan perilaku yang lebih baik bagi seluruh sivitas akademika UMM. Ia juga mengakui bahwa memulai suatu program baru tentu memiliki tantangan tersendiri, namun beliau menekankan pentingnya ikhtiar dan kesabaran dalam menjalankannya. DQLP dirancang untuk tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga untuk menginternalisasi nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari para akademisi. Selain itu, DQLP juga diharapkan dapat menjadi bagian integral dari pengembangan spiritualitas di UMM. Sejalan dengan visi dan misi universitas yang menekankan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman. (Ri/Wil)

UMM Ajari UMKM Pentingnya Sertifikasi Halal

Mayoritas penduduk Indonesia merupakan seorang muslim, maka tidak heran apabila sertifikasi halal pada produk makanan dan minuman dianggap sangat penting. Maka dari itu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Malang, Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Malang, dan Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk Halal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) saling berkolaborasi. Mereka melangsungkan workshop dan pelatihan mengenai sertifikasi halal pada 31 Agustus lalu. “Pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran halal dan pentingnya sertifikasi halal bagi para pelaku UKM serta wirausaha sekitar. Tidak hanya itu, kami juga ingin membangun ekosistem halal dan kawasan industri halal, khususnya yang ada di Malang,” kata Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Sa’ati, M.P. selaku Kepala Pusat Studi Penelitian dan Pengembangan Produk halal UMM. Adapun workshop itu tidak hanya memberikan penjelasan mengenai apa itu sadar halal, pentingnya halal, dan cara membranding suatu usaha. Tetapi juga penjelasan secara teknis terkait bagaimana para UKM dapat menyiapkan beberapa berkas yang dibutuhkan untuk nantinya diunggah ke dalam formulir sistem jaminan produk halal (SCPH). Apalagi melihat realita bahwa para peserta seminar belum mengantongi sertifikat halal. Sehingga harapannya, mereka bisa memulai mendaftarkan produk dan didampingi oleh tim. Elfi, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa sertifikasi halal penting sebagai peningkatan mutu dari aspek perizinan, syarat legalitas produk, dan meningkatkan keperceyaan konsumen, baik lokal maupun global. Ia melihat bahwa masih banyak masyarakat yang kurang mengerti akan pentingnya mengonsumsi makanan halal. Apalagi ini merupakan salah satu syariat Islam dan Indonesia memiliki penduduk muslim yang banyak. Adapun UMM senantiasa mendukung pengembangan produk halal di Indonesia. Misalnya dengan mendirikan Pusat Studi P3 Halal UMM yang aktif melibatkan para dosen dan mahasiswa dalammelaksanakan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Tidak hanya itu, sejak tahun 2010 UMM juga telah menyediakan kurikulum terkait manajemen produk pangan halal. Sehingga ini sesuai dengan visi-misi yang dimiliki oleh kampus dalam mendukung Iptek yang berlandaskan keislaman dan kemuhammadiyahan. Sebagai penutup, ia berpesan agar semua masyarakat dapat saling bergotong royong dalam menyadarkan pentingnya ekosistem halal ini. “Para pelaku usaha harus paham bahwa sertifikasi halal adalah hal penting. Mampu mempertanggungjawabkan produknya dengan standarisasi halal. Bekerja di dunia kuliner tidak hanya mencari keuntungan semata, tapi juga mampu menyisipkan unsur ibadah untuk meraih ketenangan dan cita-cita di akhirat,” pungkasnya. (Zaf/Wil)

Ini Sosok Syifa, Wisudawati UMM dengan Pengalaman Internasional Melimpah

Berangkat dari dorongan motivasi emosional yang diberikan para dosen, Syifa Cahya Ramdhati sukses menjadi salah satu wisudawati terbaik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2024 dengan pengalaman internasional yang banyak. Ia yang diwisuda pada 29 Agustus lalu itu menyebut bahwa niat kuat, target terukur, dan usaha sungguh-sungguh adalah kunci. Perjalanan akademik internasionalnya di mulai sejak semester awal perkuliahan. Dia aktif mengikuti International Short Course Winter & Spring program Asia University Taiwan di tahun 2020-2021. Kemudian ia aktif ikut dan berkecimpung di program-program internasional lain. Salah satu yang menarik adalah keberhasilannya menyelesaikan proses satu semester di di Kadir Has Universitesi Türkiye. Selama satu semester di Turki, Syifa begitu rajin mengikuti perkuliahan dengan sistem belajar based on full discussion selama 2-3 jam pelajaran di forum kelas. Selain itu, Dia mengaku mendapatkan mata kuliah baru yang tidak ditemui selama kuliah di UMM yaitu moral psychology dan group process. Ia bahkan tergabung menjadi bagian dari Erasmus Student Network (ESN) yaitu, forum paguyuban mahasiswa internasional di Turki, khususnya di lingkup Kadir Has Universitesi. “Saya sangat menikmati setiap kegiatan dan pertukaran informasi baru seputar kebudayaan dunia yang didapat dalam forum tersebut. Kegiatannya itu meliputi sharing session, dance class, penampilan kebudayaan dari masing-masing negara asal, field trip, hingga open donation untuk isu-isu peristiwa internasional,” ungkapnya. Selanjutnya, perempuan asal Bandung itu berkesempatan terlibat dalam International Short course & Internship Universitas Muhammadiyah Malang x Asia University Taiwan 2023. Ia bertugas sebagai interpreter yang mendampingi 25 mahasiswa Taiwan selama di Indonesia. Di antaranya, mengkaji beberapa fenomena kasus psikologi yang terjadi di Indonesia dan Taiwan. Di tahun yang sama, ia juga terpilih menjadi delegasi mewakili Psikologi UMM dalam Program Akreditasi International FIBAA tahun 2023. Ia menceritakan, dalam proses ini dibutuhkan persiapan panjang dibimbing tim fakultas dan penilaiannya sangat ketat. Ia bersyukur bisa berkuliah di UMM yang senantiasa menyediakan privilese dengan beragam kegiatan dan informasi international scholarships. Ia biasanya mendapatkan informasi melalui International Relations Office (IRO) UMM yang selalu up to date tentang informasi-informasi dan beasiswa. Ia berpesan agar anak-anak muda tidak pernah lelah berhenti mencapai impian. Menurutnya, UMM sudah sangat apik menfasilitasi dan membebaskan mahasiswanya. Memberikan wadah untuk berbagai potensi yang dimiliki anak muda. “Pesan Saya bagi teman-teman mahasiswa adalah jangan hanya menunggu informasi juga. Adakalanya kita sebagai mahasiswa harus mengambil inisiatif,” katanya menegaskan. (Din/Wil)

Raja Juli Wamen ATR/BPN Hadir di Wisuda UMM

Etos kerja yang tinggi, memahami pentingnya ilmu pengetahuan formal serta informal, memperkuat skill sosial, dan menjaga integritas merupakan kunci kesuksesan. Hal itu disampaikan oleh Raja Juli Antoni, Ph.D. selaku Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia (Wamen ATR RI) di hadapan ribuan wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 3 Agustus lalu. Ia mengungkapkan bahwa UMM merupakan kampus legendaris yang seringkali masuk dalam perangkingan universitas terbaik. Tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional. “Barang siapa yang tidak mampu menahan lelahnya belajar, maka ia harus mampu menahan perihnya kebodohan. Itu merupakan kalimat yang saya pegang teguh dalam menjalani kehidupan. Di samping itu saya juga selalu mengingat ucapan Alm. Malik Fadjar yang dulu merupakan Rektor UMM. Beliau mengatakan agar kita harus terus mencintai ilmu pengetahuan dan melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ungkapnya. Juli, sapaan akrabnya, mengungkapkan, saat ini masih banyak masyarakat yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan. Kemiskinan yang dimaksud adalah kemiskinan dalam pandangan struktural maupun kultural. Menurutnya, itu menjadi bahan pembelaan bagi mereka yang malas untuk berubah dan tidak ada rasa untuk meningkatkan kualitas hidup. “Dulu, ayah saya hanya seorang guru honorer. Meski begitu, ia selalu percaya bahwa ilmu pengetahuan pasti dapat meningkatkan derajat seseorang dan itu terbukti pada diri saya. Dari situ saya dapat mengambil kesimpulan bahwa yang menjadi pembeda dengan orang lain yakni etos kerja, keinginan untuk selalu belajar, punya skill komunikasi yang baik, dan menjaga integritas,” tambahnya. Dia juga berpesan kepada seluruh wisudawan untuk bisa mengambil nilai dari segala tugas yang diberikan oleh pimpinannya. Menurutnya, itu menjadi salah satu bentuk kepercayaan yang harus dilaksanakan dengan maksimal. Serta sebagai wadah yang dapat digunakan untuk meningkatkan keahlian. “Tidak semua memiliki kesempatan, dan kesempatan itu datang dari segala penjuru termasuk tugas yang diberikan dalam dunia pekerjaan. Jangan sampai menganggap itu suatu yang memberatkan,” katanya. Di sisi lain, Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menyampaikan bahwa para wisudawan akan segera menempuh kehidupan yang sebenar-benarnya. Berinteraksi langsung dengan masyarakat yang memiliki dinamika kompleks. Hal itulah yang harus dihadapi oleh lulusan UMM dengan gagah berani. “Kalian harus bisa dan terus mengasah diri untuk selalu berpandangan positif. Senantiasa berpikir untuk kemanfaatan dan mengejar nilai-nilai kebaikan. Pemimpin itu punya tanggung jawab yang besar untuk terus memberikan manfaat, baik bagi dirinya sendiri maupun lingkungan,” ungkapnya. Hal senada disampaikan oleh Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. Ia menerangkan terkait tempaan dan bekal yang sudah diperoleh selama berkuliah di UMM. Menurutnya, semua proses itu tidak lain untuk membentuk para wisudawan menjadi seorang pemimpin masa depan. “Student Today Leader Tomorrow menjadi tagline UMM yang selalu digaungkan oleh founding father kita. Hal itu harus terus kita hayati bersama. Saat kuliah kalian menjadi student dan saat lulus harus menjadi seorang leader,” ungkapnya. Pemimpin harus mampu menginspirasi dan membimbing lingkungan sekitar untuk menjadi lebih baik. Menurutnya, itulah karakter lulusan UMM sesungguhnya saat terjun di tengah masyarakat. Nazar juga mendorong wisudawan agar selalu optimis dalam menyambut kehidupan dengan baik. “Nasib Indonesia di masa depan ada di tangan kalian. Kalianlah yang nantinya menjadi penerus bangsa. Maka saya percaya bahwa saudara adalah kader-kader terbaik persyarikatan dan bangsa Indonesia,” pesannya. (Faq/Wil)

Gabungkan Ludo dan Matematika, Mahasiswa UMM Juara di Kompetisi Nasional

Sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus didorong untuk berprestasi. Salah satu yang terbaru adalah tim mahasiswa dari Prodi Pendidikan Matematika Kampus Putih yang sukses meraih medali perak dalam Gebyar Nasional Essay Siswa dan Mahasiswa (Genesis), Agustus lalu di Mataram. Mereka menuliskan essay dan membawakan tema poster terkait media pembelajaran matematika unik yang menarik bagi para siswa SMP. “Dalam hal ini kami menggunakan permainan ludo yang dikombinasikan dengan matematika dan kartu. Penggunaan media pembelajaran mampu membuat suasana belajar matematika lebih menarik dengan cara bermain yang asik. Tujuan dari media pembelajaran ini sendiri untuk meningkatkan pemahaman dalam belajar bangun ruang seperti mengingat rumus maupun ciri-ciri pada bangun datar tersebut,” kata Annisa Khoirunnillah, salah satu tim. Adapun bidang matematika juga memiliki keterkaitan dengan permainan Ludo terutama dalam materi ruang datar. Yakni melalui penerapan geometri bidang datar pada desain papannya. Penggunaan koordinat untuk menentukan posisi pion, serta penerapan transformasi geometri seperti translasi dan rotasi saat pion bergerak juga ada kaitannya. Setiap angka pada dadu memiliki peluang muncul yang sama ini mengajarkan dasar-dasar probabilitas dan statistik. Selain itu, pemain juga dapat menggunakan probabilitas untuk membuat keputusan strategis, seperti memutuskan pion mana yang sebaiknya digerakkan berdasarkan kemungkinan hasil lemparan dadu. Pemain harus menjumlahkan angka pada dadu untuk menentukan berapa banyak langkah pion yang bisa diambil, serta menghitung jarak yang tersisa untuk mencapai tujuan. Setiap angka pada dadu memiliki peluang muncul yang sama. “Ini mengajarkan siswa tentang dasar-dasar probabilitas dan statistik. Jalur yang ditempuh oleh pion dari titik awal hingga titik akhir bisa dianalisis sebagai jalur atau siklus dalam graf, memberikan wawasan tentang pergerakan dan strategi,” tambah Annisa. Ia juga mengatakan bahwa pada sesi presentasi poster, para juri mengapresiasi media pembelajaran yang mereka buat. Kemudian juga mendorong mereka agar membuat aplikasi atau website permainan yang dapat mudah diakses secara online di platform manapun. Ia berharap, kemenangan ini bisa menginspirasi anak-anak muda lain untuk berinovasi, menciptakan karya, dan berprestasi. Adapun keberhasilan itu tidak ia dapatkan sendiri. Ia ditemani oleh anggota lain yakni Rahma Fitri Inadi, Aida Aulia Sekti Asih, Dwi Erlinawati dan Makrifatul Khoiriyah. (*/Wil)

Akmal, Wisudawan Berprestasi UMM Bidang Seni Suara

Adalah Ahmad Akmal, seorang wisudawan dari Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang memiliki segudang prestasi di bidang seni suara dan musik. Sejak kecil ia sudah menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap dunia musik, terutama seni paduan suara. Bakatnya dalam bernyanyi mulai terlihat sejak usia dini, ketika ia sering mengikuti berbagai perlombaan paduan suara di tingkat sekolah hingga provinsi. Keberhasilan dalam berbagai kompetisi ini menjadi langkah awal yang mengantar Akmal menuju perjalanan karir seni yang gemilang. Ia yang diwisuda pada 29 Agustus itu menceritakan, saat masuk UMM ia tak pernah melupakan kecintaannya pada musik. Hal itu mendorongnya untuk bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Gita Surya, sebuah UKM yang berfokus pada paduan suara. Momen itu menjadi titik balik perjalanan prestasi Akmal. Melalui wadah itu, ia semakin sering mengikuti berbagai perlombaan paduan suara dan memenangkannya, baik di tingkat nasional maupun internasional. Akmal juga menceritakan bahwa salah satu pencapaian terbesarnya ketika ia dan tim berhasil meriah prestasi grand champion pada ajang Malaysian Choral Eisteddfod International Choir Festival 2023 di Kuala Lumpur. Ajang bergengsi ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi Akmal. “Saya sangat bersyukur bisa berpartisipasi dalam festival tersebut. Selain mendapatkan banyak pelajaran mengenai teknik bernyanyi, saya juga berkesempatan untuk bertemu dengan banyak teman baru dari berbagai negara. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya,” ujarnya. Selain itu, ia juga sukses meraih medali emas di kompetisi paduan suara nasional di Universitas Ciputra, juara satu satu kategori pop pada POSSE Nasional di Riau, silver medal di ajang internasional Penabur Online-Mixed Youth Category at Penabur International Choir Festival dan lain sebagainya. Ia bersyukur UMM memberikan wadah yag luar biasa baginya untuk terus berprestasi dan menyalurkan bakatnya. Tidak hanya fokus pada seni suara, Akmal juga menunjukkan dedikasinya dalam bidang akademik. Ia aktif sebagai asisten laboratorium di kampus dan beberapa kali terlibat dalam penelitian dosen. Meski begitu, kesibukan akademik tidak menghalangi Akmal untuk terus mengasah bakatnya dalam seni suara. Bahkan, keterlibatannya dalam berbagai kegiatan kampus membuktikan bahwa Akmal adalah sosok mahasiswa yang mampu menyeimbangkan antara prestasi akademik dan non-akademik. Akmal menyadari bahwa meskipun gelar yang ia peroleh berasal dari bidang pendidikan, kecintaannya pada musik dan paduan suara tidak pernah surut. Ia memiliki impian besar untuk membangun sebuah komunitas paduan suara di kampung halamannya, yaitu Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. “Saya ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak di kampung saya untuk merasakan indahnya dunia paduan suara. Saya berharap mereka bisa berprestasi, bahkan hingga tingkat internasional,” ungkapnya. Sebagai seorang wisudawan berprestasi, Akmal merasa bangga bisa mengharumkan nama UMM, tidak hanya melalui prestasi akademik, tetapi juga melalui kontribusinya di bidang seni suara. Ia berharap bahwa prestasinya ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi, apapun bidang yang mereka tekuni. (Ri/Wil)