Mahasiswa UMM Jadikan Matematika Menyenangkan dengan Lomba Game Ubuntu Linux

Matematika kini tak lagi menjadi pelajaran yang membosankan dan menakutkan, melainkan ajang yang menyenangkan bagi siswa-siswi di sekolah. Ini dirasakan oleh siswa kelas 6 MI Miftahul Ulum Ampeldento, Pakis, Malang, yang berkesempatan mengikuti lomba matematika berbasis game edukasi Ubuntu OS pada 31 Juli lalu. Lomba ini diadakan oleh Tim Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 38 gelombang 5. Lomba yang digagas oleh Haidar Yusuf dan timnya ini bertujuan menciptakan suasana belajar matematika yang menyenangkan dan kompetitif bagi para siswa. Lomba menggunakan game edukasi Tux-Math berbasis Ubuntu OS yang telah dikonfigurasi manual untuk menyesuaikan dengan kemampuan siswa. “Matematika merupakan salah satu mata pelajaran di sekolah yang sangat penting, tidak hanya untuk aktivitas sehari-hari, tetapi juga sebagai bekal pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi,” ujar Haidar. Lomba ini dilaksanakan di ruang kelas masing-masing untuk menjaga suasana belajar yang kondusif. Sebanyak 32 siswa kelas 6 mengikuti lomba ini, yang dibagi menjadi 16 kelompok, masing-masing terdiri dari dua siswa. Lomba terdiri dari dua babak: penyisihan dan final. Kedua babak berada pada tingkat kesulitan ‘Ranger’ dengan batasan waktu yang berbeda. Pada babak pertama, kelompok dengan skor tertinggi maju ke babak final. Babak final menjadi puncak ketegangan, di mana pemenang ditentukan berdasarkan kelompok yang paling lama bertahan dengan skor tertinggi dalam batas waktu tiga menit. Para siswa dengan penuh perhatian dan konsentrasi berusaha untuk menjadi juara. Kelompok yang berhasil meraih juara diberikan hadiah sebagai apresiasi atas kemenangan mereka. Antusiasme para peserta sangat luar biasa, bahkan di luar ekspektasi Haidar dan timnya. Respon positif dari pihak sekolah dan para siswa menunjukkan bahwa inovasi ini berhasil menarik minat siswa terhadap matematika. Haidar dan timnya berharap, melalui kegiatan ini, siswa-siswa dapat memahami bahwa matematika itu seru, mudah, dan menyenangkan untuk dipelajari. “Saya sangat senang melihat antusiasme peserta yang tinggi. Mereka berusaha keras menjawab soal-soal matematika dengan harapan menjadi juara. Bahkan, beberapa siswa meminta untuk diadakan tanding ulang karena tidak ingin dianggap kalah,” tambah Haidar. Selain lomba matematika, Tim PMM UMM juga mengadakan program lain seperti pembelajaran awal tentang penggunaan software dan aplikasi online seperti Canva, Word, dan Zoom bagi para siswa MI Miftahul Ulum. Selain itu, mereka juga mengadakan sosialisasi tentang modus penipuan online melalui media sosial dan cara mengatasinya. (Din/Faq)
Mahasiswa UMM Teliti Pelepah Pisang Raja Untuk Pembalut Organik

Pohon pisang dikenal sebagai tanaman serbaguna dengan ribuan manfaat. Mulai dari akar, batang, pelepah, daun, hingga buahnya. Tak heran jika tanaman ini menjadi salah satu sumber penting dalam kehidupan sehari-hari. Melihat hal tersebut, kelompok mahasiswa dari Program Studi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan penelitian terkait pelepah pisang raja yang dijadikan sebagai bahan serap pembalut organik sekaligus bermanfaat untuk mencegah tumbuhnya Jamur Candida Albicans. Mereka adalah Alisha Maryam sebagai ketua, Faiza Rahma Maulida, Sevayahe Ayuning Vinosa, Felix Natha Niela Fawwaz, dan Vera Miftakul Rahma Kamali. Penelitian mereka dilatarbelakangi oleh data internasional yang menyebutkan bahwa secara global, 70% wanita berusia 25-34 tahun pernah terjangkit penyakit kandidiasis vulvovaginal. Alisha Maryam menjelaskan bahwa meskipun penyakit tersebut sudah memiliki obat, seperti coconazole yang digunakan secara oral dan clotrimazole secara intravagina, namun keduanya memiliki efek samping yang membuat wanita menjadi kurang nyaman. “Keduanya memiliki efek samping seperti mual, muntah, diare, sensasi terbakar, dan iritasi. Dengan menggunakan pelepah pisang raja sebagai bahan serap pembalut organik yang memiliki kandungan Flavonoid, diharapkan dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans yang merupakan penyebab penyakit kandidiasis vulvovaginal,” Alisha menerangkan bahwa pemilihan pelepah pisang raja dibandingkan jenis pisang lainnya karena selain terbukti mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans, pelepah ini juga memiliki daya serap yang lebih baik dibandingkan dengan pelepah pisang jenis lain. Mereka menggunakan berbagai metode seperti ekstraksi, wheel stator, pembuatan suspensi, dilusi, dan uji scanning electron microscope. “Daya serapnya cukup banyak yakni 16,98 gram yang nilainya tidak jauh berbeda dengan bahan serap kapas pembalut pada umumnya. Namun dengan melihat nilai manfaatnya yang bisa menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Ini menjadi lebih aman untuk digunakan oleh para wanita,” jelasnya. Lebih lanjut, ia menyebut berdasarkan hasil penelitian itu dapat memberikan pandangan serta inovasi baru dalam dunia kesehatan wanita. Terlebih lagi bahwa seorang wanita harus lebih memperhatikan diri dalam kebersihan daerah kewanitaan. “Manfaat yang kami harapkan dari penggunaan pembalut organik berbahan dasar serat pelepah pisang raja ini adalah dapat mengurangi prevalensi kandidiasis vulvovaginal, baik di Indonesia maupun secara global,” ujar Alisha. Terakhir, Alisha berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk tidak ragu dalam berinovasi dalam dunia riset. Semua hal yang bersifat terbarukan pasti melewati kondisi trial and error. Dan itu juga menjadi tantangan tersendiri dalam meneliti serta menciptakan hal-hal yang baru. “Jangan pernah takut untuk berinovasi dalam dunia riset. Tantang diri kalian untuk berpikir kreatif dan mencari solusi baru. Terus belajar, dan kolaborasi dengan orang lain. Ingat, setiap penemuan besar dimulai dari ide kecil yang dikembangkan dengan dedikasi dan semangat pantang menyerah,” pesannya. (Zaf/Faq)
Kenalkan Teknologi, Mahasiswa UMM Inovasikan Tempat Sampah Pintar di SD Sumbersuko

Pengabdian Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil inovasikan Tempat Sampah Pintar untuk menarik perhatian siswa SD Sumbersuko, Malang. Mereka sengaja dengan menggunakan proyek ini untuk membangkitkan minat siswa kelas 5 dan 6 terhadap robotika dan cinta lingkungan. Mahasiswa UMM itu adalah Putri Nayla Sabri, Ayu Lestari, Rukiah Oktoviani Saputri Namakule, Sofiatul Fadhila, dan Siti Soviana Romlah Putri Nayla Sabri menerangkan bahwa itu terinspirasi dari proyek yang digarapnya bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Robotik UMM. Ia memperkenalkan teknologi sederhana melalui tempat sampah pintar tersebut. Meskipun tempat sampah yang mereka buat itu terlihat sederhana. Yakni dengan fungsi dapat membuka dan menutup tempat sampah secara otomatis dengan menggunakan sensor. Hal tersebut dapat menarik perhatian para siswa untuk lebih sering membuang sampah pada tempatnya. “Saya ingin anak-anak di sini bisa mengenal teknologi sejak dini. Tempat sampah pintar ini adalah langkah awal untuk membangkitkan minat mereka terhadap robotika dan teknologi,” ungkapnya. Menariknya, inovasi mereka mendapatkan sambutan positif dari pihak sekolah. Para murid terlihat antusias mengikuti penjelasan Nayla tentang cara kerja tempat sampah pintar. Dengan pengetahuan dasar tentang sensor dan mekanisme otomatis, Nayla berhasil menyederhanakan konsep yang kompleks agar mudah dipahami oleh siswa SD, sambil memperlihatkan wujud tempat sampah pintar secara langsung. Tidak hanya itu, mereka juga menyediakan panduan praktis berupa video tutorial di berupa video yang berisi langkah-langkah pembuatan tempat sampah pintar, memungkinkan sekolah maupun para siswa untuk mencoba membuatnya sendiri di rumah. “Sengaja juga kami ajarkan mereka dalam pembuatan tempat sampah pintar itu, mulai dari bahan apa saja yang dibutuhkan hingga perakitan. Dan kami juga buatkan video tutorial yang bisa mereka akses kapan saja,” jelasnya. Terakhir ia berharap bahwa dengan inovasi tersebut dapat memberikan ketertarikan para siswa kepada dunia teknologi. Menyadari pentingnya pengenalan teknologi sejak dini, terutama di era digital saat ini. Ia berharap program Tempat Sampah Pintar ini dapat menjadi langkah awal yang baik bagi siswa SD untuk lebih memahami dan tertarik pada dunia teknologi “Saya percaya bahwa dengan pendekatan yang tepat, anak-anak bisa belajar teknologi dengan cara yang menyenangkan dan aplikatif. Saya ingin mereka merasa bahwa teknologi itu tidak sulit dan bisa dipelajari dengan cara yang menyenangkan,” pungkasnya. Respons positif juga datang dari para wali kelas yang mengapresiasi upaya Nayla. Menurut salah satu wali kelas, program ini sangat membantu meningkatkan minat belajar anak-anak terhadap ilmu pengetahuan. Anak-anak sangat senang dan tertarik dengan program ini. Mereka jadi lebih semangat belajar, terutama dalam hal teknologi dan sains. “inovasi seperti ini dapat terus berlanjut, memberikan wawasan baru, dan membantu murid-murid lebih dekat dengan teknologi,” pungkasnya. (Ri/Faq)
UMM Pastikan Diri Masuk pada Perangkingan Internasional

Sukses di kancah nasional maupun internasional, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memantapkan sumberdaya dengan indikator tambahan pada perangkingan global. Dalam upaya mempertahankan sinergi. UMM gelar giat Workshop Perangkingan International pada 13 Agustus lalu. Kegiatan itu meliputi sharing session dan penyelarasan konstruksi mengenai perangkingan, serta tata kelola berbasis kinerja sebagai atau Key Performance Indicator (KPI) strategi di tingkat internasional. Saat ini, UMM menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang lolos melampaui standar indikator kinerja nasional dan masuk pada indikator internasioal. Kepala Biro Riset Pengabdian, dan Kerjasama, Dr. Salahudin S.IP, M.Si., M.P.A. menjelaskan bahwa, hal ini didukung oleh sumberdaya yang meyakinkan dengan langkah-langkah strategis yang perlu diupayakan. Termasuk di dalamnya, penguatan dari berbagai sisi UMM dalam memaksimalkan perangkingan internasional. “Kami sudah merumuskan langkah-langkah strategis, serta sudah melakukan konsolidasi ditingkat pimpinan, hingga tingkat program studi dan mahasiswa. Untuk itu, Kami sudah pastikan perangkingan global UMM berkelanjutan dan terus meningkat kedepannya,” jelasnya. Menariknya, kegiatan workshop juga disertai konsolidasi tim Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) secara sistematis. Dengan harapan menambah sinergi antar sesama PTMA untuk senantiasa mendukung UMM berada pada jalur yang terarah fokus pada perangkingan internasional. Sehingga, dengan terlaksananya agenda tersebut, tim UMM semakin memantapkan diri membawa UMM lebih kuat pada perangkingan internasional. “Saya berharap, dengan adanya agenda workshop ini tim kami semakin solid dan bisa bekerja yang mengarah pada target utama dimana bagaimana UMM ini bisa diakui dunia, salah satunya adalah perangkingan global,” tambahnya. Disisi lain, Wakil Rektor 4 UMM Muhammad Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi, PhD. Menerangkan bahwa Workshop ini diadakan sebagai wadah sharing dan juga meningkatkan sinergi sesama PTMA dalam meningkatkan ranking di percaturan global. Khususnya bagi perguruan tinggi semacam UMM yang telah terakreditasi Unggul. Selain itu, sudah ada prodi-prodi yang terakreditasi internasional dan sumberdaya yang sangat memadai sehingga, sudah saatnya bagi UMM masuk ke kompetisi internasional. “Dua tahun ini UMM berhasil terdaftar dalam cluster 500 hingga 600 perguruan tinggi terbaik di Asia. kedepan ranking ini terus bisa meningkat kedepannya. Selain itu juga bisa masuk ke perankingan lain seperti Webometric ataupun Unirank yang juga diakui banyak perguruan tinggi. Saat ini UMM selalu masuk jajaran atas di Indonesia dan Asia,” pungkasnya. (Din/Faq)
Mahasiswa UMM Teliti Pelepah Pisang Raja Untuk Pembalut Organik

Pohon pisang dikenal sebagai tanaman serbaguna dengan ribuan manfaat. Mulai dari akar, batang, pelepah, daun, hingga buahnya. Tak heran jika tanaman ini menjadi salah satu sumber penting dalam kehidupan sehari-hari. Melihat hal tersebut, kelompok mahasiswa dari Program Studi Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan penelitian terkait pelepah pisang raja yang dijadikan sebagai bahan serap pembalut organik sekaligus bermanfaat untuk mencegah tumbuhnya Jamur Candida Albicans. Mereka adalah Alisha Maryam sebagai ketua, Faiza Rahma Maulida, Sevayahe Ayuning Vinosa, Felix Natha Niela Fawwaz, dan Vera Miftakul Rahma Kamali. Penelitian mereka dilatarbelakangi oleh data internasional yang menyebutkan bahwa secara global, 70% wanita berusia 25-34 tahun pernah terjangkit penyakit kandidiasis vulvovaginal. Alisha Maryam menjelaskan bahwa meskipun penyakit tersebut sudah memiliki obat, seperti coconazole yang digunakan secara oral dan clotrimazole secara intravagina, namun keduanya memiliki efek samping yang membuat wanita menjadi kurang nyaman. “Keduanya memiliki efek samping seperti mual, muntah, diare, sensasi terbakar, dan iritasi. Dengan menggunakan pelepah pisang raja sebagai bahan serap pembalut organik yang memiliki kandungan Flavonoid, diharapkan dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans yang merupakan penyebab penyakit kandidiasis vulvovaginal,” Alisha menerangkan bahwa pemilihan pelepah pisang raja dibandingkan jenis pisang lainnya karena selain terbukti mampu menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans, pelepah ini juga memiliki daya serap yang lebih baik dibandingkan dengan pelepah pisang jenis lain. Mereka menggunakan berbagai metode seperti ekstraksi, wheel stator, pembuatan suspensi, dilusi, dan uji scanning electron microscope. “Daya serapnya cukup banyak yakni 16,98 gram yang nilainya tidak jauh berbeda dengan bahan serap kapas pembalut pada umumnya. Namun dengan melihat nilai manfaatnya yang bisa menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Ini menjadi lebih aman untuk digunakan oleh para wanita,” jelasnya. Lebih lanjut, ia menyebut berdasarkan hasil penelitian itu dapat memberikan pandangan serta inovasi baru dalam dunia kesehatan wanita. Terlebih lagi bahwa seorang wanita harus lebih memperhatikan diri dalam kebersihan daerah kewanitaan. “Manfaat yang kami harapkan dari penggunaan pembalut organik berbahan dasar serat pelepah pisang raja ini adalah dapat mengurangi prevalensi kandidiasis vulvovaginal, baik di Indonesia maupun secara global,” ujar Alisha. Terakhir, Alisha berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk tidak ragu dalam berinovasi dalam dunia riset. Semua hal yang bersifat terbarukan pasti melewati kondisi trial and error. Dan itu juga menjadi tantangan tersendiri dalam meneliti serta menciptakan hal-hal yang baru. “Jangan pernah takut untuk berinovasi dalam dunia riset. Tantang diri kalian untuk berpikir kreatif dan mencari solusi baru. Terus belajar, dan kolaborasi dengan orang lain. Ingat, setiap penemuan besar dimulai dari ide kecil yang dikembangkan dengan dedikasi dan semangat pantang menyerah,” pesannya. (Zaf/Faq)
UMM Pastikan Diri Masuk pada Perangkingan Internasional

Sukses di kancah nasional maupun internasional, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memantapkan sumberdaya dengan indikator tambahan pada perangkingan global. Dalam upaya mempertahankan sinergi. UMM gelar giat Workshop Perangkingan International pada 13 Agustus lalu. Kegiatan itu meliputi sharing session dan penyelarasan konstruksi mengenai perangkingan, serta tata kelola berbasis kinerja sebagai atau Key Performance Indicator (KPI) strategi di tingkat internasional. Saat ini, UMM menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang lolos melampaui standar indikator kinerja nasional dan masuk pada indikator internasioal. Kepala Biro Riset Pengabdian, dan Kerjasama, Dr. Salahudin S.IP, M.Si., M.P.A. menjelaskan bahwa, hal ini didukung oleh sumberdaya yang meyakinkan dengan langkah-langkah strategis yang perlu diupayakan. Termasuk di dalamnya, penguatan dari berbagai sisi UMM dalam memaksimalkan perangkingan internasional. “Kami sudah merumuskan langkah-langkah strategis, serta sudah melakukan konsolidasi ditingkat pimpinan, hingga tingkat program studi dan mahasiswa. Untuk itu, Kami sudah pastikan perangkingan global UMM berkelanjutan dan terus meningkat kedepannya,” jelasnya. Menariknya, kegiatan workshop juga disertai konsolidasi tim Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) secara sistematis. Dengan harapan menambah sinergi antar sesama PTMA untuk senantiasa mendukung UMM berada pada jalur yang terarah fokus pada perangkingan internasional. Sehingga, dengan terlaksananya agenda tersebut, tim UMM semakin memantapkan diri membawa UMM lebih kuat pada perangkingan internasional. “Saya berharap, dengan adanya agenda workshop ini tim kami semakin solid dan bisa bekerja yang mengarah pada target utama dimana bagaimana UMM ini bisa diakui dunia, salah satunya adalah perangkingan global,” tambahnya. Disisi lain, Wakil Rektor 4 UMM Muhammad Salis Yuniardi, S.Psi., M.Psi, PhD. Menerangkan bahwa Workshop ini diadakan sebagai wadah sharing dan juga meningkatkan sinergi sesama PTMA dalam meningkatkan ranking di percaturan global. Khususnya bagi perguruan tinggi semacam UMM yang telah terakreditasi Unggul. Selain itu, sudah ada prodi-prodi yang terakreditasi internasional dan sumberdaya yang sangat memadai sehingga, sudah saatnya bagi UMM masuk ke kompetisi internasional. “Dua tahun ini UMM berhasil terdaftar dalam cluster 500 hingga 600 perguruan tinggi terbaik di Asia. kedepan ranking ini terus bisa meningkat kedepannya. Selain itu juga bisa masuk ke perankingan lain seperti Webometric ataupun Unirank yang juga diakui banyak perguruan tinggi. Saat ini UMM selalu masuk jajaran atas di Indonesia dan Asia,” pungkasnya. (Din/Faq)
Semarak HUT ke-79 RI di UMM, Ada Banyak Lomba Hingga Bantu PKL sekitar

Semarak Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia (HUT ke-79 RI) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 17 Agustus lalu. Beragam kegiatan menarik disuguhkan, mulai dari lomba serta hingga berbagai doorpize. Abdurrohman Muzakki M.Pd selaku ketua panitia menjelaskan bahwa, selain tujuan utama untuk memeriahkan HUT ke-79 RI. Ia menjelaskan bahwa semarak Lomba Agustusan ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan memperkuat sinergi antar keluarga besar UMM. Perlombaan yang diadakan ada sekitar 13 jenis dengan total doorprize dan hadiah yang dipersiapkan mencapai puluhan juta rupiah. Salah satu lomba yang menarik perhatian adalah lomba kostum yang diadakan pada saat upacara. Mengusung tema nusantara dan nasionalitas. Upacara kemerdekaan semakin berkesan meriah dengan kostum-kostum budaya, adat, hingga profesi yang dikenakan oleh para peserta upacara. “Alhamdulillah, Semarak Lomba Agustusan kali ini disambut meriah dan antusias oleh teman-teman peserta dari seluruh keluarga besar sivitas akademika UMM. Dengan adanya momentum HUT dan semarak lomba ini, saya berharap keluarga besar UMM semakin kompak, sehingga output semangat bekerja kita juga semakin positif,” ungkapnya. Disisi lain, Fadjar Ramdhani Setyawan SH., MH selaku koordinator acara menambahkan bahwa, dengan kegiatan ini diharapkan memberikan nilai positif bagi masyarakat khususnya warga kampus putih. Selain itu, UMM juga merangkul berbagai pedagang kaki lima. Mereka secara khusus diundang untuk memberikan jamuan sarapan kepada seluruh peserta. “kami ini juga sengaja undang beberapa PKL dan warung makan untuk hadir langsung disini menyiapkan makanan. Ada belasan PKL yang mereka menyiapkan makanan ringan hingga berat dengan total lebih dari 3000 porsi. Itu juga kami lakukan sekaligus untuk membantu roda perekonomian pelaku usaha di sekitar kampus,” jelasnya. Selain itu, salah satu peserta sekaligus pemenang lomba kostum dengan kategori adat dari Fakultas Kedokteran UMM mengaku sangat menikmati semarak Agustusan kali ini. Putri sapaan akrabnya bersama rekan-rekannya memilih memakasi kostum adat daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, di momentum yang sangat spesial dirayakan setahun sekali, patutnya sebagai rakyat Indonesia mencerminkan sempoyan Bhineka Tunggal Ika. Salah satunya dengan lomba kostum kebudayaan dan adat, serta profesi yang ada di nusantara. “Saya harap pesta kostum seperti ini kedepannya tetap dilestarikan, agar kita sesama warga Indonesia bisa mengenal kebudayaan, profesi dan adat istiadat lain yang tersebar di tanah air,” ungkapnya. (Zaf/Din/Faq)
Semarak HUT ke-79 RI, UMM Kibarkan Giant Flag di Pujon Hill

Dilokasi yang berbeda, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kibarkan bendera raksasa di wilayah Pujon Hill UMM. Bersama dengan Divisi Mahasiswa Pencinta Alam (DIMPA) UMM, bendera berukuran 22 meter x 8 meter tersebut membentang gagah di salah satu tebing Pujon Hill UMM. Itu merupakan salah satu bentuk semarak Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia (HUT ke-79 RI). Pujon Hill sendiri merupakan lokasi hutan pendidikan yang dikelola oleh UMM. Memiliki luas 78 hektar, lokasi tersebut dikenal sebagai Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK). Oleh UMM, kawasan tersebut dimanfaatkan sebagai laboratorium alam hutan dataran tinggi khususnya bagi mahasiswa Program Studi Kehutanan. Tatag Mutaqin, S.Hut., M.Sc. selaku penanggung jawab kegiatan upacara HUT ke-79 RI di Pujon Hill UMM mengatakan bahwa giat tersebut merupakan bukti rasa cinta UMM terhadap alam. Terkait pengibaran giant flag, ia menyebut bahwa ini kali ketiga bendera merah putih dipasang di Pujon Hill UMM. Hal itu juga menandai spirit sivitas akademika UMM yang mencintai lingkungan. “Teman-teman dari DIMPA ini sangat semangat dan antusias dalam berpartisipasi untuk semarak kemerdekaan. Mulai dari latihan yang dilakukan berbulan-bulan hingga hari ini dilangsungkan. Selama proses itu tentu ada aksi saling kerjasama dan bahu-membahu untuk bisa mengibarkan bendera indonesia yang sangat besar itu ditebing,” jelasnya. Tatag sapaan akrabnya berharap bahwa budaya gotong royong yang ada di Indonesia ini tetap terus lestari selamanya. Mengingat bahwa kemerdekaan ini didapat raih oleh para pahlawan dengan cara saling membantu satu sama lain. Tidak ada individualisme dalam merebut kemerdekaan, dan kita saat ini juga tidak boleh individualisme dalam mengisi kemerdekaan. Disisi lain, Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, ST., MT dalam amanatnya menekankan pentingnya memahami makna kemerdekaan yang sebenarnya. Untuk mengisi kemerdekaan, ia menjelaskan bahwa warna negara Indonesia harus memiliki karakter kompetitif, yang mendorong semangat belajar tinggi, dan karakter inovatif, yang mendorong terciptanya inovasi baru. “Agar kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh para pahlawan dapat lestari, kita harus memiliki dua karakter penting. Pertama, karakter kompetitif, yaitu mentalitas dan watak yang mendorong semangat belajar tinggi. Kedua, karakter inovatif, yaitu mentalitas yang mendorong kita untuk selalu berinovasi dalam berbagai hal,” jelasnya. Dia juga berpesan kepada seluruh peserta upacara untuk senantiasa mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat. Terlebih lagi untuk menyambut Indonesia Emas tahun 2045. “Kampus Putih UMM dipastikan memainkan peran penting dalam mempersiapkan generasi yang mandiri dan berinovasi, sejalan dengan visi UMM dari Muhammadiyah untuk Bangsa,” jelasnya. (Faq)
Ribuan Peserta Berbaju Adat dan Kostum Profesi, Meriahkan HUT ke-79 RI di UMM

Ribuan peserta upacara dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia padati Helipad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 17 Agustus lalu. Menariknya, mereka yang terdiri dari Dosen, Karyawan, hingga Mahasiswa kampus putih tersebut mengenakan berbagai kostum. Mulai baju adat daerah, budaya, hingga profesi. Terkait hal itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menjelaskan bahwa ini juga menjadi salah satu mewujudkan misi memperkokoh nilai kebangsaan. Keanekaragaman budaya dan tradisi di Indonesia sangatlah beragam, semua bersatu dalam Bhineka Tunggal Ika. “Memperkokoh kebangsaan adalah fondasi penting untuk menjembatani perbedaan yang ada secara dinamis untuk satu Indonesia yang berjaya makmur dan berkeadilan. Kecerdasan intelektual emosional dan spiritual haruslah secara proaktif dipraktikan, terlebih kita semua berada pada institusi pendidikan sebuah tempat sakral untuk melahirkan generasi emas Indonesia,” tegasnya. Lebih lanjut, Nazar sapaan akrabnya juga mengingatkan kepada seluruh peserta upacara untuk senantiasa bersama-sama, saling bahu-membahu untuk kemajuan bangsa Indonesia. Mengingat bahwa negara yang kuat merupakan hasil dari kerjasama antar seluruh warga negara. Selain itu, Ia juga menyampaikan terkait misi utama dakwah pendidikan muhamadiyah. Yakni Mewujudkan pribadi yang berjiwa hidup dan dinamis dalam susasana lahiriah dan batiniyah. Sekaligus memperkokokoh ukhuwah sebagi pondasi penting dalam menjembatani perbeda. Hal itu tidak lain bertujuan untuk satu Indonesia berjaya makmur dan keadialan “Dari pakaian ini baru menggambarkan sedikit keanekaragaman Indonesia, sebetulnya ada banyak sekali suku budaya bahasa yang ada di Indonesia. Kita semua harus bersatu dalam merawat keharmonisan bangsa dan negara,” tegasnya. Sementara itu, Abdurrohman Muzakki M.Pd selaku koordinator pelaksana Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia (HUT ke-79 RI) UMM menyampaikan bahwa ternyata. Proses pelaksanaan upacara kemerdekaan yang dilakukan UMM secara serentak dilaksanakan pada dua lokasi berbeda, pertama di Kampus 3 UMM dan juga di Pujon Hill UMM. Serta ada juga pemberian beberapa anugerah penghargaan bagi Program Center of Excellence (CoE) terbaik. Selain ribuan pakaian adat, hal menarik yang disajikan peringatan tersebut adalah belasan macam makanan daerah. Sederet pedagang kaki lima (PKL) di sekitar kampus diundang dan diborong dagangannya untuk para peserta upacara. Ada yang menyajikan pecel, soto, rawon, bakso, dan lain sebagainya. Para peserta bisa langsung mengambil ribuan prosi makanan usai mengikuti upacara dan saling berfoto bersama. (Faq)
Rektor UMM Lantik BEM dan Senat Mahasiswa

Roda kepemimpinan akan terus beregenerasi seiring berjalannya waktu, itu juga terjadi di iklim organisasi internal mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mulai dari Senat Mahasiswa (SEMA) hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di tingkat Universitas. Terbaru, kepemimpinan periode 2024-2025 SEMA dan BEM UMM dilantik pada 15 Agustus lalu di Aula BAU. Naufal Rizky Firdaus selaku Presiden Mahasiswa (Presma) menjelaskan bahwa kedepan organisasi yang dinahkodainya akan difokuskan kepada budaya riset. Hal itu juga bertujuan untuk mendukung percepatan dalam menciptakan produk-produk inovatif yang bentuknya fisik maupun non-fisik. Sekaligus mendukung visi UMM yakni Pada tahun 2030 menjadi Universitas terkemuka dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) berdasarkan nilai-nilai Islam. “Visi kami yakni Mewujudkan BEM UMM sebagai ruang aktualisasi yang inklusif adaptif inovatif serta berintegritas untuk UMM berkemajuan. Itu kami adaptasi langsung dari Visi kampus putih. Tentu kami sadari bahwa BEM tidak bisa berjalan secara individu , maka jelas akan kami dukung dan kolaborasikan bersama untuk mewujudkan visi Universitas,” jelasnya. Naufal sapaan akrabnya juga berpesan kepada seluruh mahasiswa untuk mampu pro-aktif dalam mengoptimalkan seluruh wadah yang diberikan oleh kampus. Baik itu berupa program, organisasi internal, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), penelitian, hingga pengabdian. Mengingat bahwa semua bekal yang didapatkan itu akan lebih banyak daripada hanya sekedar pergi ke kampus dan mengikuti perkuliahan di kelas saja. “Menjadi mahasiswa itu harus banyak hal yang dijelajahi, mulai dari leadership, komunikasi, kerjasama tim, dan berbagai softskill yang lain. Mengingat bahwa itu mungkin akan sangat jarang ditemui didalam kelas. Karena kita tahu bersama bahwa didunia perkulihan itu bukan hanya soal belajar text-book, namun mempersiapkan diri untuk kehidupan yang sebenarnya,” pesannya. Disisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. menegaskan bahwa organisasi mahasiswa dapat berpesan aktif dalam membentuk dan menciptakan bibit para calon pemimpin yang baik bagi masa depan. Banyak sekali guru bangsa, pemikir, hingga cendikiawan yang masa mudanya aktif dalam organisasi. “Pendahulu kita seperti Alm. Prof. Dr. K.H. Abdul Malik Fadjar, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. dan yang lain sebaginya. Mereka dulu juga aktif sekali di organisasi mahasiswa, dan saya optimis kalian semua bisa seperti mereka,” ungkapnya. Terakhir, Nazar sapaan akrabnya berpesan kepada seluruh fungsionaris organisasi internal mahasiswa untuk bisa menjadi teladan bagi mahasiswa yang lain serta mampu merangsang lingkungan sekitar untuk menjadi lebih baik. Serta mampu untuk membangun kepekaan terhadap isu lingkungan sosial yang ada serta kemampuan dalam mendengarkan suatu aspirasi. “Kalian semua adalah mahasiswa-mahasiswa pilihan, jalankan amanah ini dengan baik, karena tugas utama kalian adalah meningkatkan kualitas lingkungan akademik yang ada di kampus. Serta saya tekankan kembali, bahwa kalian sekarang akan dipandang dan dijadikan sebagai teladan bagi yang lain,” pesannya. (Zaf/Faq)