Alumnus UMM, Kini Jadi Komisaris Pertamina

Menjadi seorang Komisaris di sebuah perusahaan yang besar apalagi milik BUMN, merupakan hal luar biasa dan menjadi cita-cita banyak orang di luar sana. Adalah Abdul Musyawir Yahya, S.HI., M.H. alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang kini jadi Komisaris Independen PT. Pertamina Geothermal Energy Tbk. Ia merupakan mahasiswa angkatan 2010 Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Agama Islam (FAI). Tentu, perjalanan karir Abdul saat ini tidak lepas dari bekal selama menjadi bagian dari jas merah kampus putih. Ia menceritakan, Selama kuliah ia sangatlah aktif dalam kegiatan kampus, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Menurutnya, kampus menjadi tempat menimba ilmu, berekspresi, dan bereksperimen tentang arti kehidupan yang sebenarnya. “Sudah jelas, karir saat ini itu berkat bekal dari UMM, bekal Ilmu pengetahuan yang sifatnya teori dan praktik lapangan itu sangat bagus. Ditambah dengan aktifitas keorganisasian di IMM dan BEM itu menguatkan softskill yang itu sangat bermanfaat kapan saja dan dimana saja,” kisahnya. Ia menjelaskan bahwa prosesnya hingga saat ini tidaklah instan, tentu ia dapatkan melalui kerja keras dan dedikasi yang tinggi. Dengan latar belakang sebagai seorang pengusaha yang telah dijalankan sebelumnya. Mulai dari owner Super Kamera Malang, Lumeo Audiovisual Malang, Panjava English Garden, Garden Coffee, Martabak Satu Juli, serta Penerbit Akar. Ia mendaftar secara profesional dan dari pengalaman itulah menjadi catatan penting bagi perusahaan dalam menilai kelayakannya sebagai seorang wirausahawan. “Jurusan kuliah saya adalah HKI, sedangkan perusahaan ini bergerak di bidang energy geothermal. Jadi inilah tantangan saya, tetapi karena ini sudah menjadi amanah dan tanggung jawab maka saya harus bisa menjalankannya dengan sebaik mungkin,” ungkapnya. Pria yang pernah menjadi Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Periode 2021-2023 itu melanjutkan bahwa keaktifannya dalam mengikuti berbagai organisasi ini tidak hanya dijadikan sebagai pengisi waktu. Tetapi ia juga jadikan sebagai salah satu sarana pengembangan diri. Abdul mengaku bahwa pengalaman berorganisasi membantunya dalam mengasah skill kepemimpinan dan manajemen waktu dengan baik, yang akhirnya kini jadikan sebagai bekal penting dalam perjalanan karirnya. “Dinamisasi kehidupan itu sangatlah kompleks, kita bisa mulai mempelajari hal itu dari kampus yang lingkupnya bisa dikatakan sempit. Karena masih ada lingkup yang lebih luas lagi hingga di kancah nasional dan internasional. Dan itu saya pelajari betul saat menjadi mahasiswa UMM, dan terus saya terapkan meskipun sudah bukan lagi menjadi mahasiswa,” jelasnya. Abdul juga mengaku menjalankan peran sebagai komisaris adalah keinginannya untuk mengembangkan sayap secara profesional. Dia juga memberikan pesan bahwa kejujuran dan kepercayaan merupakan dua hal dibentuk sedini mungkin. Selain itu ia juga menekankan pentingnya integritas dan kepercayaan dalam lingkup dunia kerja, karena menurutnya dimanapun ia berada sifat teladan yang baik harus selalu ada. “Sudah saatnya saya mengabdi kepada negara bukan hanya mengabdi dalam organisasi masyarakat seperti IMM atau Muhammadiyah. Apa yang kita tanam hari ini akan kita panen kemudian hari, Manfaatkan sebaik-baiknya apa yang bisa kalian dapatkan di kampus. Maksimalkan ilmu yang kalian peroleh tetapi ingat, kunci utama keberhasilan adalah rasa kejujuran dan kepercayaan,” pesannya. (zaf/faq)
Mahasiswa UMM Edukasi Masyarakat, Pentingnya 1000 Hari Pertama Bayi

Masa depan buah hati yang cerah dan gemilang merupakan impian dari setiap pasangan, terutama bagi seorang ibu. Rupanya, hal ini berkaitan erat dengan periode emas tumbuh kembang bayi, yaitu di 1000 hari pertama kehidupan bayi. Melihat hal tersebut, Tim Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membagikan edukasi mengenai pentingnya asupan makanan yang optimal selama 1000 hari pertama kehidupan bayi kepada para ibu di Dusun Sempu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada 28 Juli lalu. Kegiatan penyuluhan ini adalah bagian dari rangkaian program Pengabdian kepada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 64 gelombang 2. Menariknya, sebelum agenda kegiatan penyuluhan terdapat program posyandu dan pemeriksaan kesehatan yang disambut positif oleh para ibu. Antusias para peserta juga terlihat dengan turut hadirnya para balita dalam kegiatan tersebut. Penyuluhan tersebut mengungkap tentang rahasia asupan optimal untuk 1000 hari pertama kehidupan bayi. Maria Noveareza Hadrun selaku pemateri menegaskan bahwa, pemenuhan nutrisi, kasih sayang, dan stimulasi bayi sangat penting diperhatikan seama masa 1000 hari pertama. Tahapan nutrisi dimulai dari masa kehamilan ibu. Pada tahap ini, diperlukan status gizi yang baik, agar menghindari dampak negatif pada janin di dalam kandungan. Nutrisi penting yang harus diperhatikan diantaranya, folat, kalsium, vitamnin D, protein, dan zat besi. “Perlu kita perhatikan bersama, bahwa 1000 hari itu meliputi 270 hari masa kehamilan dan sisanya adalah usia anak dari lahir hingga mencapai umur 2 tahun. pada usia 0-6 bulan pemberian Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik untuk bayi. Selain sebagai sumber nutrisi, bersama ASI juga terdapat kasih sayang dan stimulasi sensoris yang penting bagi perkembangan, serta tingkat kecerdasan bayi,” jelasnya. Wanita yang sekaligus Mahasiswa Kedokteran UMM itu juga menegaskan bahwa bayi diatas 6 bulan yang hanya diberikan ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi makronutrien maupun mikronutriennya. Di menegaskan bahwa pada masa inilah, peran Makanan Pendamping ASI (MPASI) penting untuk diperhatikan sebagai nutrisi tambahan. MPASI diberikan secara bertahap, dimulai dengan tekstur dan konsistensi kehalusan seiring perkembangan oromotor bayi. “Kalau ibu-ibu pernah dengar bahwa pemberian ASI tidaklah penting setelah usia bayi mencapai 6 bulan itu adalah mitos ya dan sangat tidak dibenarkan. Yang benar adalah melakukan pemberian MPASI secara bertahap. Perlu diingat bahwa apa yang dialami, dilakukan, dan dikonsumsi selama 1000 hari pertama kehidupan akan memberikan dampak jangka panjang pada masa depan anak,” pesannya. Terakhir, dia berharap melalui edukasi ini juga dapat memberikan pengetahuan lebih kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan 1000 hari pertama. Banyak sekali manfaat yang muncul mulai dari pencegahan stunting, pengoptimalan gizi pada anak, hingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan mental pada anak. Sehingga itu juga menjadi langkah awal dalam mencetak generasi unggul dan sehat. (Din/Faq)
Alumnus HKI UMM, Kini Jadi Hakim Pengadilan Agama

Profesi seorang hakim memiliki tanggung jawab yang besar dalam membangun peradilan suatu negara, Tidak heran apabila seorang Hakim selalu dituntut profesional serta adil dalam setiap persidangan. Adalah M. Khusnul Khuluq Alumnus Program Studi (Prodi) Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang yang kini menjadi seorang hakim di Kota Sungai Penuh, Jambi. Keberadaannya menjadi bukti nyata bahwa lulusan UMM mampu berkontribusi aktif dalam menegakkan keadilan di Indonesia. Pria asal Bojonegoro tersebut telah menggeluti profesi ini sejak tahun 2020, meningat bahwa ilmu yang telah di dapat dari prodinya selaras dengan pengadilan agama, maka ia mencoba mendaftar formasi calon hakim nasional sebagai CPNS calon hakim di tahun 2017. Menurutnya menjadi seorang hakim adalah panggilan jiwa untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan negara. “Dulu itu proses menjadi calon CPNS berlangsung selama kurang lebih 2 tahun, akhirnya saya dapat dilantik menjadi seorang hakim Pengadilan Agama Sungai Penuh hingga sekarang. Menjadi hakim itu juga bermanfaat bagi banyak orang disekitar. Meskipun perjalanan menjadi seorang hakim penuh dengan tantangan,” ungkapnya. Khusnul sapaan akrabnya juga menceritakan peran besar kampus putih dalam mendidiknya selama kuliah. Dia mengungkapkan bahwa pendidikan dan ilmu yang diajarkan sesuai dengan apa yang dibutuhkannya selama menjadi seorang hakim. Mulai dari mekanisme pemberian teori didalam kelas hingga praktikum. “Di prodi HKI ini sangat istimewa pembelajarannya, mengadakan berbagai training menjelang persiapan pendaftaran Formasi Hakim Nasional, itu menjadi bekal yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa HKI. Lalu juga banyak sekali praktikum yang itu selaras dengan profesi hakim,” kisahnya. Selain itu, dia juga menekankan bahwa pendidikan itu tidak hanya sekedar memperoleh gelar, tetapi juga membentuk karakter dan tujuan hidup. Bangku perkuliahan tempat untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan kehidupan yang sebenarnya akan dirasakan saat lulus kuliah. Dinamisasi kehidupan yang sangat cepat menjadi tantangan nyata harus dihadapi. Terakhir, dia berpesan kepada seluruh alumni UMM yang kini yang bekerja di lembaga pemerintahan, agar dapat mengabdi dengan amanah dan sepenuh hati. Integritas dan dedikasi yang tinggi adalah kunci untuk mewujudkan harapan masyarakat tersebut. “Di luar sana banyak masyarakat yang berharap besar kepada kita untuk menjadikan negara ini adil dan makmur. Itu menjadi amanah bagi kita semua khususnya yang menjadi seorang abdi negara, ” pesannya. (Zaf/Faq)
Dosen Teknik Mesin UMM Ungkap Keuntungan BBM Rendah Sulfur

Pemerintah tengah gencar menyampaikan rencana rilis Bahan Bakar Minyak (BBM) rendah. Meski terdengar masih asing, Dr. Ir. Yepy Komaril Sofi’i, ST., MT selaku dosen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan bahwa rencana ini akan membawa banyak keuntungan ke depannya, terutama bagi kendaraan bermesin diesel. “Secara teknis, pada bagian mesin diesel ada yang namanya Nozzle Injector. Kandungan sulfur berlebih di dalam bahan bakar, dapat menyebabkan tertutupnya semacam lubang-lubang nozzle. Hal ini membuat gerakan suplai bahan bakar yang diinjeksi akan semakin terhambat,” tambahnya. Lebih lanjut, Yepy sapaan akrabnya menjelaskan bahwa sulfur sering ditemukan dalam bahan bakar. Pertamina Indonesia sendiri telah berupaya untuk menyediakan bahan bakar yang rendah sulfur serta memenuhi ketentuan kandungan maksimum sulfur yang ditetapkan oleh Euro IV, yaitu tidak lebih dari 50 ppm. Seperti Pertamax hijau 95 dengan nilai oktan atau RON 95, Pertamax turbo RON 98, dan Pertadex dengan nilai cetane 53. Selain produk tersebut, kandungan sulfur di bahan bakar yang lain masih cukup tinggi. Dia juga menjelaskan bahwa ada beberapa keuntungan BBM rendah sulfur. Yang pertama, jika dilihat dari mechanical engineering terhadap perawatan mesin lifetimenya akan lebih lama atau awet. Selanjutnya dampak bagi lingkungan jika sulfur menurun, maka emisi gas yang dihasilkan juga menurun, karena jika di konsep pembakaran terdapat dua jenis pembakaran yaitu sempurna dan tidak sempurna. “Pembakaran tidak sempurna meliputi motor bakar dan pembakaran industri, yang mana dari setiap pembakaran akan menghasilkan karbon monoksida (CO), uap air dan senyawa lainnya. Sulfur nantinya akan menghasilkan Sulfur Dioksida (SO2) yang berpengaruh pada peningkatan emisi gas. Jadi BBM rendah sulfur ini akan lebih berdampak positif baik untuk mesin berbahan bakar diesel maupun bagi lingkungan,” tegasnya. Yepy menyampaikan dukungannya terhadap rencana pemerintah untuk menyediakan BBM rendah sulfur. Meski demikian dirinya mmengingatkan, agar upaya pemerintah tersebut dilakukan secara massif. Utamanya dalam segi infrastruktur seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sudah tersuplai BBM rendah sulfur secara merata. “SPBU rendah sulfur hendaknya tak hanya di Kota-Kota besar melainkan merata sampai seluruh Indonesia. Termasuk pada industri otomotifnya, sebagai penyuplai kendaraan yang sesuai spesifikasi dengan bahan bakar rendah sulfur. Hal ini agar terdapat kegiatan yang selaras antara kebijakan dengan praktik di lapangan,” pungkasnya. (Dit/Faq)
Mahasiswa UMM Ciptakan Krim Anti Kerut Kulit Untuk Segala Usia

Mempunyai kulit yang cantik dan sehat memang impian setiap orang, namun saat ini peningkatan kadar radikal bebas pada kulit menyebabkan penuaan dini yang menjadi masalah penting bagi kulit. Melihat keresahan tersebut, Tim Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi untuk mencegah proses penuaan pada kulit dengan membuat produk kecantikan yang memanfaatkan antioksidan. Menariknya, inovasi itu lolos dalam pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dari kemendikbud Ristek. Dan sudah diuji cobakan dan mendapatkan hasil yang maksimal, kerutan yang dimiliki remaja mulai memudar dari tujuh hari pemakaian. Mereka yakni Fitrotun Nazizah, Febri Nadirsyah Zaini, Qurrotul Aini, Angelica Lily Kusuma, dan Sa’idah Nur Halisa yang merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UMM. Fitrotun Nazizah menjelaskan bahwa mereka menggunakan Glutation yang menjadi antioksida sebagai bahan utama. Hal itu mengingat bahwa kandungan yang dimiliki efektif untuk menghilangkan radikal bebas dan melindungi tubuh dari zat polutan “Glutation juga baik untuk mengurangi kerutan, bintik hitam, dan untuk penyerapan ke kulit lebih mudah karena ditambahkan dengan bantuan dari sistem penghantaran, yang mana permeabilitasnya yang rendah” ujarnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Sistem penghantaran yang dimaksud itu menggunakan beberapa bahan aktif untuk menembus stratum korneum dengan baik, yaitu phospholipid, surfaktan, dan sodium hyaluronate. Karena struktur penghantarnya yang terbuat dari polimer, membuat sistem penghantaran dengan sodium hialuronat dapat mengendalikan pelepasan bahan aktif lebih efektif dibandingkan vesikel lainnya. “Dalam pengujian produk, hyalub transfersom glutation menjadi variabel bebas dan uji stabilitas dengan menggunakan metode cycling test menjadi variabel terikat. Sehingga dari sana kami memiliki hasil bahwa hyalub transfersom memiliki kandungan glutation sebagai bahan aktif yang mempunyai formula paling optimal untuk menjadi krim anti kerut” jelas Pipit. Hebatnya lagi, inovasi yang mereka buat hingga saat ini belum pernah ada penelitian yang mengangkat objek krim dengan menggunakan sistem penghantaran. Dengan adanya inovasi tersebut, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam merawat kulit dengan menggunakan krim yang mengandung bahan alami dan tetap aman digunakan untuk semua kalangan usia. “sekarang banyak produk kecantikan yang beredar dipasaran, masyarakat harus bisa lebih selektif dalam memilih produk tersebut. Terlebih lagi saat ini polusi juga sangatlah banyak, maka harus lebih intensif dalam menjaga kesehatan kulit,” pesannya. (ri/faq)
Konsulat Kehormatan Italia kunjungi UMM, Siap Bangun Kerjasama

Perluas relasi kerjasama Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terima kunjungan Konsulat Kehormatan Republik Indonesia (Konhor RI) Florence, Italia Mr. Jacopo Cappucio Italia. Pertemuan itu berlangsung pada 05 Agustus lalu di gedung rektorat UMM. Dalam pertemuan tersebut, mengulik banyak sekali sektor yang sangat potensial untuk dikerjasamakan antar UMM dengan Italia, khususnya dengan universitas yang ada di Florence, Italia. Mr. Jacopo Cappucio mengaku sangat terkesan dengan kampus putih yang mampu memanfaatkan segala potensi yang ada. Mulai dari pemanfaatan sumber daya alam (SDA) hingga sumber daya manusia (SDM) untuk kebaikan sekitar. Seperti adanya Profesor Penggerak Pembangunan Masyarakat (P3M), pemanfaatan aliran air menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), dan lain sebagainya. “kerjasama dengan UMM itu sangat potensial, mulai dari riset hingga implementasi produk riset itu sangatlah luas, kita tahu bersama UMM punya banyak sekali profesor yang ahli di bidangnya. Lalu kerjasama untuk transfer ilmu dengan cara pertukaran mahasiswa itu juga bisa,” imbuhnya. Selain itu, Jacop sapaan akrabnya juga berharap bahwa hubungan antara UMM dengan Konhor RI Florence selalu terjalin dengan hangat. Mengingat bahwa UMM saat ini sudah sangat dipandang di mata internasional. Pertemuan ini sangat membuka peluang kampus putih dalam memperluas kerjasama terkhusus dengan Universitas yang ada di Florence, Italia. Disisi lain, Dr. (H.C.) Drs. Priyo Iswanto S.Hum., M.H Staf Khusus Rektor Bidang Kerjasama Internasional mengatakan, bahwa saat ini kampus putih sudah memiliki ratusan kerjasama dengan berbagai Universitas di Luar Negeri. Dia mengaku bahwa UMM tentu tidak akan bosan-bosan dalam memperluas jaringan kerjasama untuk kepentingan internasionalisasi. “kalau kerja sama pasti kita percaya diri ya untuk menerima berbagai bentuk kerjasama terlebih lagi dengan universitas di luar negeri. Kedepan dari kerjasama ini dengan Konhor RI di Florence, kita akan kirimkan mahasiswa untuk program pertukaran ke University of Florence,” imbuhnya Tidak hanya itu, Priyo sapaan akrabnya juga menambahkan bahwa produk SDM di UMM juga banyak dilirik dimata internasional. Dia menjelaskan dalam waktu dekat akan mengirimkan kurang lebih 5 perawat dari Rumah Sakit Umum (RSU) UMM ke itaila untuk transfer knowledge. Dia juga berharap bahwa kedepan, UMM akan semakin luas dikenal oleh Dunia dibanyak sektor. (Faq)
Alumnus Kehutanan UMM, Kini Sukses Berkarir di Perusahaan Tambang

Alumnus Program Studi (Prodi) Kehutanan Fakultas Pertanian-Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kini sukses bekerja di perusahaan tambang. Adalah Fajar Ramadhan yang merupakan alumni angkatan 2014 yang saat ini menjadi Forestry Supervisor di PT. Kapuas Bara Utama yang merupakan perusahaan di bidang tambang batu bara. Fajar sapaan akrabnya mengaku bahwa pencapaian saat ini tidak lepas dari ilmu yang telah didapat selama berkuliah di kampus putih. Selama kuliah dia juga mengaku aktif berkegiatan di organisasi internal kampus seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). “Perkuliahan di UMM ini bagus, apalagi kalau di prodi kehutanan ini tidak hanya teori saja di kelas namun juga ada praktik di lapangan. Terutama juga ada matakuliah Sistem Informasi Geografis (SIG) yang itu sangat terpakai dalam pekerjaan saya saat ini. Selain itu saya juga aktif di organisasi, itu ternyata secara tidak sadar juga mengasah softskill saya, seperti komunikasi, berfikir kritis, dan lain sebagainya,” kisahnya. Selama menjadi Forestry Supervisor, pria asal Lumajang itu mengemban tanggungjawab dalam urusan pembukaan lahan hingga penghijauan kembali lahan yang sudah selesai di tambang. Dia juga menjelaskan bahwa menjadi seorang Forestry Supervisor memerlukan analisis yang kuat dalam membaca potensi lahan. “Jadi saya banyak mengurusi pemetaan lahan yang nanti akan dibuka untuk lokasi pertambangan, terus juga lahan yang selesai di tambang itu kami hijaukan kembali. Bahkan sampai kepada penghitungan pajak dari lahan yang kami buka dan harus dibayarkan perusahaan kepada pemerintah itu juga menjadi tugas dari Forestry,” jelasnya. Tak lupa, ia juga memberikan tips kepada mahasiswa untuk bisa survive dalam menghadapi kehidupan sebenarnya pasca lulus dari kampus. Yakni dengan mempertajam skill yang dibutuhkan untuk masuk kedalam lingkungan yang diminati. Serta harus bekerja keras dan senantiasa mengedepankan adab dalam bersosial. “Anak muda harus membuat perencanaan sedini mungkin agar tahu langkah kedepan. Menentukan untuk mengasah skill apa yang dibutuhkan, jangan sampai mengasah skill yang kurang relevan dengan tujuannya,” ungkapnya. Terakhir dia berpesan kepada seluruh mahasiswa kampus putih untuk bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Mengingat bahwa perubahan terus berjalan, dan ilmu menjadi salah satu senjata untuk menghadapinya. “Jangan sampai hanya stuck pada skill-skill yang bisa di otomatisasi oleh teknologi, namun harus menjadi seorang ahli di bidang yang sulit bahkan tidak bisa tergeser oleh otomatisasi teknologi,” pungkasnya.(Faq)
Staf UMM Ini Raih Anugerah Insan Humas Terpopuler Jatim

Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kali ini datang dari salah satu staf Humasnya yang sukses meraih juara di Anugerah Humas Diktiristek (AHD) LLDikti VII Jatim akhir Juli lalu. Adalah Hassanalwildan Ahmad Zain yang berhasil memenangkan peringkat pertama kategori insan humas terpopuler Jawa Timur. Saat ditemui, Wildan, sapaannya mengatakan bahwa kemenangan ini tak lepas dari dukungan tim Humas UMM. Mulai dari memberi masukan, pertimbangan konten, hingga membantu menyusun hal-hal yang dibutuhkan dalam proses seleksi kompetisi kategori ini. Ia menambahkan, hal penting lainnya adalah upayanya yang terus menginformasikan program program keren seperti Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dana padanan, hingga IKU. “Ribuan tulisan yang saya tulis baik itu berupa berita maupun artikel telah termuat di berbagai media cetak dan online. Termasuk tulisan-tulisan yang membahas mengenaik MBKM. Itu bisa menjadi dasar dan bekal saya dalam memenangkan kompetisi ini, khusunya di aspek insan humas,” tambah Wildan. Menurutnya, ajang tersebut sangat baik dan bisa menjadi wadah kompetisi bagi kampus-kampus. Sehingga dapat memotivasi masing-masing kampus untuk mengembangkan diri dan menjadi lebih baik. Selain itu juga menjadi wadah silaturahmi yang bermanfaat. Selain kategori Insan Humas Terpopuler, UMM juga berhasil meraih juara pertama kategori media sosial dan juara kedua kategori laman. Prestasi itu jug diapresiasi kepala Humas UMM Dr. M. Isnaini, M.Pd. Menurutnya AHD merupakan ajang yang mampu menstimulasi kampus, utamanya unit Humas untuk meningkatkan kualitasnya. “Ini menjadi bukti kerja keras dan cerdas teman-teman tim Humas. Termasuk di dalamnya Wildan yang sukses menyabet juara pertama kategori insan humas. UMM sudah dari lama mengampanyekan program unggulan pemerintah seperti MBKM. Begitupun juga dengan agenda sunia seperti SDGs. Kami menyiapkan semua syarat dengan serius dan tertata. Tentu target kami bisa mendapatkan juara di berbagai kategori dan alhamdulillah bisa terwujud,” katanya. Ia menegaskan, tim Humas UMM senantiasa melakukan publikasi di media, baik online maupun cetak. Begitupun dengan produksi video-video menarik nan unik yang ditayangkan melalui platform TikTok, Instagram, Youtube, X, hingga Facebook di akun resmi kampus. “Strategi dan objek branding kami juga termasuk program Center of Excellence (CoE) garapan UMM yang berhubungan erat MBKM, serta konsen di aspek SDGs. Semoga ini bisa jadi motivasi bagi humas-humas lain agar bisa menjadi lebih baik,” katanya mengakhiri. (Faq)
Silaturahmi di UMM Dekatkan Ribuan Wali Maba dengan Pimpinan Universitas

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pasti mendapatkan tiga kompetensi penting. Hal itu ditegaskan langsung oleh Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. di hadapan ribuah wali mahasiswa baru tahun 2024 di Dome UMM, 03 Agustus lalu. Agend aitu merupakan silaturahmi pimpinan UMM dengan orang tua wali mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025. Lebih lanjut, Nazar menjelaskan bahwa tiga kompetensi tersebut meliputi kompetensi profesional, kompetensi akademik, dan kompetensi enterpreneurship. Ketiga kompetensi tersebut nantinya menjadi bekal utama bagi mahasiswa UMM sebagai sumber daya manusia (SDM) yang siap untuk menyambut masa depan dan menjadi pribadi yang dicita-citakan. “UMM tidak serta merta menuntut putra-putri sekalian untuk mendapat tiga kompetensi tersebut tanpa memberikan fasilitas dan program yang terbaik. Tentunya kami sudah menyiapkan tenaga pendidik yang profesional dan program-program terbaik. Salah satunya Center of Excellence (CoE) sebagai wadah untuk mengasah minat dan bakat,” jelasnya. Adapun CoE merupakan bingkai besar yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan SDM unggul, salah satunya untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Saat ini sudah ada lebih dari 50 CoE berbasis program studi yang bekerjasama dengan ratusan instansi dalam negeri maupun luar negeri. Hal senada disampaikan Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Menurutnya, giat silaturahmi ini menjadi awal untuk merajut kebersamaan antara pimpinan UMM dengan wali mahasiswa. Dia menegaskan bahwa Kampus Putih siap memberikan kepastian kepada seluruh wali mahasiswa. Kepastian tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen dan tanggung jawab UMM yang telah mendapatkan amanah sebagai tempat menimba ilmu bagi putra-putri wali mahasiswa. “Pertanyaan klasik yang seringkali ditanyakan oleh wali mahasiswa adalah kapan anak saya bisa lulus? Dan seringkali dijawab dengan kalimat ‘tergantung anaknya’. Itu jawaban yang tidak bertanggung jawab. Tapi di sini, UMM pastikan bahwa putra-putri bapak ibu sekalian itu pasti lulus tepat waktu selama 3,5 sampai 4 Tahun, pasti mandiri, dan pasti bekerja,” tegasnya Fauzan juga mengungkap bahwa kampus putih memiliki banyak sekali mekanisme untuk meluluskan mahasiswa. Hal itu dimaksudkan untuk menghargai segala minat, bakat, serta prestasi yang ditoreh selama menjadi bagian dari jas merah. “Banyak kampus yang meaknisme masuknya sangat banyak, tapi saat ingin lulus hanya bisa pakai skripsi. Untungnya, di UMM para mahasiswa ini bisa lulus tanpa skripsi. Misalnya saja dengan prestasi, baik yang akademik hinggi non-akademik. Kami pastikan seluruh prestasi mahasiswa itu dihargai,” tegasnya. Sementara itu, salah satu wali mahasiswa UMM Aning Ida Uswiati membenarkan seluruh pernyataan pimpinan Kampus Putih. Dibuktikan dengan kedua anaknya yang saat ini sudah sukses dalam menggapai cita-citanya masing-masing. Anak pertamanya lulus 2016 dari UMM sebagai wisudawan terbaik dan baru saja menyelesaikan studi di Georgetown University, Washington DC Amerika. Sementara, anak keduanya lulus pada tahun 2021 dan saat ini langsung berkarir di UMM. “Terimakasih UMM yang telah mengantar anak-anak saya dalam meraih mimpi. Kini saya titipkan anak ketiga saya di UMM lagi. Saya sangat terkesan dengan kerja sama UMM yang luas dan banyak, utamanya instansi-instansi luar negeri. Dibuktikan dengan anak saya yang bisa mendapat beasiswa djarum, program pertukaran di Singapura, magang di Thailand, summer camp di Cina, serta magang di BUMN. Terlebih, pembayaran di UMM yang bisa diangsur dan itu memudahkan bagi wali mahasiswa,” tutupnya. (Faq/Wil)
Begini Tips Bangun Karakter Anti Korupsi ala Dosen PKN UMM

Isu korupsi di Indonesia selalu menjadi perbincangan hangat karena masih banyaknya kasus yang sering ditemukan di Indonesia. Melihat itu, Moh. Wahyu Kurniawan, S.Pd., M.Pd. selaku dosen Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan penjelasan. Menurutnya,vedukasi mengenai pendidikan anti korupsi perlu dilakukan terutama di lingkup pendidikan. Hal ini diharapkan bisa membangun karakter para calon pemimpin masa depan. Wahyu yang juga Penyuluh Anti Korupsi KPK itu mengatakan bahwa penyuluhan menjadi salah satu cara penting. Beberapa tugas yang ia emban yakni memberikan pemahaman dan pengetahuan, pengertian mengenai bahaya korupsi, dampak korupsi, serta mendorong masyarakat agar menjauhi tindak pidana korupsi. Penyuluhan ini diberikan kepada semua kalangan, termasuk para kalangan muda. Adapun UMM juga telah memiliki kurikulum yang berfokus pada anti korupsi yang terlaksanaka dalam prodi-prodi pendidikan. Menurutnya, kurikulum itu dapat dikembangkan dan bisa diberikan pada para mahasiswa prodi lain bahkan juga anak-anak sekolah. “Korupsi ini harus dilawan bersama dan menjadi pekerjaan rumah kita bersama juga,” tegasnya. Lebih lanjut, Wahyu mengatakan bahwa gaya hidup hedonisme dan serakah menjadi salah satu faktor mengapa seseorang melakukan korupsi. Maka solusi yang bisa dilakukan yakni dengan memberikan rasa takut kepada pelaku agar jera. Ia melihat bahwa itu menjadi hal yang ironi di mana hak-hak yang seharusnya didapat anak-anak dan masyarakat membutuhkan malah disalah gunakan oleh oknum-oknum tertentu. Terkait gratifikasi, ia menjelaskan bahwa gratifikasi memiliki dua jenis, yakni positif dan negatif. Maksud dari gratifikasi positif yakni melakukan pemberian kepada seseorang terutama pejabat publik tanpa ada rasa pamrih. Sebaliknya, gratifikasi negatif yaitu memberi sesuatu karena ada maksud dan tujuan tertentu. Seperti yang sudah dijelaskan dalam undang-undang Tipikor nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi, yang telah mengatur dan membahas mengenai unsur-unsur perbuatan yang tergolong dalam tindak korupsi. Maka dari itu, ia menilai bahwa isu tindak pidana menjadi PR bersama untuk diberantas. Dapat dimulai dari hal kecil seperti gaya mendidik seorang anak yang harus jujur dan disiplin. Ini tentu akan berpengaruh dalam pembentukkan karakter sang anak yang baik dan patuh di masa depan. “Menilai kepemimpinan karakter seorang anak harus menggunakan program pembiasaan melalui jalur pendidikan. Misalnya saja apa yang telah diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara. Itu semua adalah nilai-nilai untuk menjauhi perilaku korupsi dan metodenya dimulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat,” tambahnya. (Zaf/Wil)