February 3, 2026, oleh

KLIKMU.CO – Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak pengembangan bahasa Arab di Indonesia melalui Al Arabiyah Festival Expo (ALEPO) 2026.
Ketua Pelaksana ALEPO 2026 Rizki Saputra menjelaskan bahwa nama “ALEPO” memiliki filosofi khusus. Nama tersebut diambil dari salah satu kota di Suriah yang dikenal sebagai pionir pengembangan peradaban dan teknologi dunia. Filosofi ini diterjemahkan ke dalam konsep kegiatan yang menggabungkan kekuatan tradisi bahasa Arab dengan pendekatan pembelajaran modern.
“Kami ingin menghadirkan branding bahasa Arab yang tidak kaku, tetapi progresif dan dekat dengan dunia digital. Filosofi ALEPO kami bawa ke konsep kegiatan, mulai dari jenis lomba, sistem penilaian, hingga pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaannya,” jelas Rizki.
“Melalui ALEPO, kami ingin menumbuhkan kepercayaan diri peserta bahwa bahasa Arab relevan, hidup, dan menjadi bekal masa depan. Apalagi di era digital, peluang pengembangan bahasa Arab justru semakin terbuka,” ujarnya.
Rizki juga menekankan keterlibatan mahasiswa sebagai penggerak utama kegiatan ini sebagai bukti bahwa mahasiswa PBA UMM mampu merespons tantangan zaman secara kreatif. Ia berharap ALEPO dapat terus berkembang dan menjadi agenda nasional yang konsisten dalam mendorong inovasi pembelajaran bahasa Arab di Indonesia.
“Kami berharap ALEPO tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi tumbuh menjadi ekosistem yang menghubungkan pelajar, mahasiswa, dan praktisi bahasa Arab di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi PBA UMM Mochammad Firdaus MEd memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan berskala nasional tersebut. Menurutnya, ALEPO bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang aktualisasi dan apresiasi bagi pelajar menengah untuk menumbuhkan minat terhadap bahasa Arab.
“Kegiatan ini sangat positif dan strategis. ALEPO mampu menghadirkan wajah pembelajaran bahasa Arab yang kreatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Firdaus.
Dia menambahkan, pengangkatan tema digitalisasi pada ALEPO 2026 tepat sebagai respons terhadap pergeseran ekosistem pembelajaran bahasa Arab ke ranah digital. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi juga memiliki visi jangka panjang.
“Mahasiswa mampu membaca tantangan zaman. Digitalisasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran bahasa Arab juga bisa mengikuti perkembangan teknologi,” imbuhnya.
Melalui ALEPO 2026, Program Studi PBA UMM semakin mengukuhkan diri sebagai program studi progresif yang peduli terhadap pengembangan potensi generasi muda. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan bahasa Arab di Indonesia.
(Faqih/AS)