January 29, 2016, oleh
UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Batu membentuk Lesson Study Club. Melalui launching yang dilakukan di Block Office Pemkot Batu, Jumat (29/1), hadir pakar Lesson Study dari Jepang, Ryo Suzuki.
Ketua tim Lesson Study UMM Drs Nur Widodo MKes mengatakan, ini merupakan langkah berani yang ditempuh oleh Disdikbud Kota Batu dengan mencanangkan Lesson Study ini. “Sebelumnya, pada Desember 2015 lalu sudah diawali dengan sosialisasi pada 400 guru IPA dan Matematika SD hingga SMP,” ujar Nur Widodo.
Ia melanjutkan, selain pencanangan Lesson Study Club, diadakan pula workshop Lesson Study yang berlangsung selama dua hari hingga Sabtu (30/1) besok. Menurutnya, Lesson Study diperlukan karena menyadari akan peran dan fungsi strategis guru dalam pembelajaran. “Karena itulah diperlukan pembinaan kompetensi guru yang dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan melalui Lesson Study,” kata Widodo.
Diundangnya pakar Lesson Study dari Jepang, Ryo Suzuki menurut Widodo karena Jepang merupakan negara asal Lesson Study yang sudah menerapkan metode ini selama kurang lebih seratus tahun. “Inilah yang menjadikan pendidikan di Jepang sangat maju dan berhasil. Kota Batu saya harap dapat mengikuti kesuksesan Lesson Study dari Jepang,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Kadisdikbud Kota Batu, Dra Mistin MPd mengatakan, ada empat sekolah di Batu yang menjadi piloting pelaksanaan Lesson Study ini, yakni SD Negeri Junrejo 1, SD Negeri Ngaglik 1, SMP Negeri 1, dan SMP PGRI Batu. “Kami harapkan nantinya keempat sekolah ini menjadi pionir dan percontohan implementasi Lesson Study yang benar,” kata Mistin. (zul/han)