May 8, 2026, oleh Humas Universitas

Bengkel Rinjani milik UMM yang telah melaksanakan diklat gratis (Foto: Istimewa)

Malang (beritajatim.com) – Bengkel Rinjani yang berada di bawah naungan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) konsisten menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan (diklat) otomotif secara gratis bagi pemuda dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia. Melalui Rinjani Skills Development Center (RSDC), bengkel ini juga membuka akses lapangan kerja yang luas bahkan sampai ke Jepang.

​Program pemberdayaan yang berlangsung selama enam bulan ini membekali peserta keterampilan teknis profesional. Lulusannya telah terserap di berbagai perusahaan otomotif nasional, bahkan merambah hingga ke mancanegara, khususnya Jepang.

​Kepala RSDC, Eddy Prasetyawan Adisubroto, S.T., mengungkapkan bahwa inisiatif sosial ini merupakan komitmen jangka panjang yang telah konsisten dijalankan sejak tahun 2008. Target utamanya adalah lulusan SMA, SMK, atau MA dari berbagai pelosok negeri, baik dari sekolah Muhammadiyah maupun sekolah negeri, dengan prioritas bagi mereka yang menyandang status prasejahtera atau yatim piatu.

Salah satu proses diklat di Bengkel Rinjani milik UMM (Foto: Istimewa)

​”Ini adalah murni program sosial. Selama anak-anak tinggal dan belajar di asrama, seluruh kebutuhan konsumsi harian mereka kami tanggung sepenuhnya. Fokus kami adalah membekali mereka dengan ilmu yang konkret dan berguna bagi masa depan mereka,” ujar Eddy saat menjelaskan operasional RSDC pada Kamis (7/5/2026).

​Eddy menegaskan bahwa diklat di RSDC memiliki standar yang berbeda dengan Praktik Kerja Industri (Prakerin) reguler. Jika siswa magang sekolah umumnya hanya fokus pada area mesin, peserta diklat RSDC mendapatkan kurikulum yang jauh lebih mendalam dan menyeluruh.

​Selama masa pendidikan enam bulan, para peserta dilatih secara intensif untuk menguasai berbagai aspek teknis kendaraan. Selain pemahaman mesin otomotif, mereka dibekali keahlian dalam perawatan bodi mobil, serta teknik pemeliharaan detail pada bagian interior dan eksterior kendaraan. Hal ini dilakukan agar lulusan memiliki daya saing tinggi saat memasuki dunia kerja.

“​Keunggulan utama dari program ini adalah jaminan akses ke dunia kerja. Hingga saat ini, ratusan alumni RSDC telah bekerja di berbagai perusahaan besar yang menjadi rekanan strategis, seperti Denso, Astra Malang, hingga Wira Sejahtera Auto 2000 Jakarta. Penempatan kerja tersebut mencakup wilayah yang sangat luas, mulai dari Jabodetabek, Sumatera, Yogyakarta, hingga Papua,” jelas Eddy.

​Lebih dari itu, RSDC juga memfasilitasi para peserta untuk merintis karier internasional. Menjelang akhir masa diklat, siswa diarahkan untuk mengunjungi Training Center (TC) Vokasi UMM guna mengenal prosedur pelatihan kerja di Jepang.

​Melalui keberlanjutan program ini, Bengkel Rinjani UMM berharap dapat terus menjadi jembatan bagi pemuda yang kurang beruntung untuk mengubah taraf hidup mereka. Eddy optimis bahwa pembekalan ilmu dan karakter di RSDC akan melahirkan individu yang sukses dan bermanfaat bagi masyarakat luas di masa depan.

​“Kami tidak membatasi lingkup karir di Indonesia saja. Jika mereka berminat, kami salurkan untuk mengikuti tes ke Jepang. Saat ini sudah ada sekitar enam alumni yang sukses bekerja di sana pada sektor konstruksi, manufaktur, perikanan, hingga pertanian. Sementara tiga orang lainnya sedang menjalani pendidikan bahasa di TC Vokasi,” kata Eddy menutup. (dan/but)