April 24, 2026, oleh

KLIKMU.CO – Komitmen kuat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam memadukan inovasi pendidikan, kemandirian finansial, dan pengabdian masyarakat kembali membuahkan hasil. Kampus Putih meraih penghargaan Berita Jatim Award 2026 untuk kategori Sektor Pendidikan dengan subkategori Pelopor Edu-Sociopreneurship dan Ekosistem Kampus Mandiri.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang digelar di Ballroom Grand City, Surabaya, Selasa (21/4/2026).
Menanggapi capaian itu, Prof Dr Ir Indah Prihartini MP IPU menyampaikan bahwa penghargaan tersebut sejalan dengan nilai inti yang diusung UMM, yakni UMM Values.
“Pada dasarnya, keberadaan UMM harus bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Kami merancang program Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan pendekatan pemanfaatan inovasi untuk kebermanfaatan umat,” ujarnya.
Predikat Ekosistem Kampus Mandiri yang diraih UMM juga ditopang oleh berbagai inovasi nyata. Indah, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa kampus telah memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dan panel surya yang mampu menyuplai 40 hingga 50 persen kebutuhan listrik kampus pada malam hari, termasuk untuk penerangan jalan.
Selain itu, UMM juga mengembangkan kemandirian pangan melalui pengelolaan lahan pertanian sendiri yang menyuplai kebutuhan sayur dan telur bagi Rumah Sakit UMM.
Sebagai perguruan tinggi swasta, kemandirian finansial UMM turut diperkuat oleh berbagai unit usaha, seperti hotel dan restoran, SPBU, bengkel yang juga menjadi tempat magang siswa SMK, hingga Taman Rekreasi Sengkaling. UMM juga mengelola Rumah Sakit Kelas B yang melayani pasien umum maupun BPJS tanpa diskriminasi pelayanan.
“Keuntungan dari unit-unit usaha ini menopang operasional UMM, sekaligus menjadi tempat pembelajaran dan magang mahasiswa maupun siswa,” jelasnya.
Dia menambahkan, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kiprah UMM dalam memberdayakan masyarakat sejalan dengan semboyan Dari UMM untuk Bangsa.
“UMM juga memiliki program yang mendukung pemerintah dalam mengatasi stunting dan kemiskinan ekstrem di NTT. Kami tidak ragu mengalokasikan dana besar untuk membantu masyarakat,” tutur Prof Indah.
(Faqih/AS)