December 27, 2016, oleh

BAHASA Inggris adalah bahasa yang sangat mudah dipelajari dan dipahami. Setidaknya itulah kesan Aisyah Peravasa Effendy, siswi terbaik kelas dua, English for Young Learners (EYL) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). “Saya ikut EYL sejak kelas satu, dan tahun depan akan ikut lagi. Belajar Bahasa Inggris di UMM menyenangkan karena belajar sambil bermain, teacher-nya juga baik baik,” ujar Vasa, panggilan akrabnya.
Sudah lebih dari 10 tahun Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM membuka kelas bagi siswa sekolah dasar (SD) di sekitar kampus sebagai ajang praktek bagi mahasiswa yang mengambil EYL sebagai mata kuliah pilihan.
Selama satu semester kuliah EYL, mahasiswa mempelajari bagaimana pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak yang menyenangkan. Mahasiswa juga diharuskan membuka kelas bagi siswa-siswi antara kelas satu hingga enam SD. Di akhir semester, mahasiswa Bahasa Inggris UMM selanjutnya menggelar Graduation Party (gelar kelulusan) untuk seluruh siswa EYL.
Untuk gelar kelulusan EYL semester ganjil 2016/2017 ini kegiatan digelar di Gazebo Perpustakaan Pusat UMM (25/12). Menurut dosen pengampu mata kuliah EYL, Aninda Nidhommil MPd, EYL adalah mata kuliah yang memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk mengajar bahasa Inggris untuk anak, sebagai pelengkap pengetahuan mengajar pada level di atasnya. “Pada mata kuliah ini, semua mahasiswa membuka kelas, mulai dari proses rekrutmen siswa, pembelajaran, evaluasi, sampai graduation, dengan siswa dari berbagai sekolah di Malang Raya,” jelas Anin, panggilan akrabnya.
Tidak hanya siswa SD saja yang menjadi sasaran utama mata kuliah EYL itu. Anin juga menjelaskan bahwa guru yang semuanya adalah mahasiswa semester 7, juga menjadi sasaran dalam mata kuliah itu. Menurut Anin, guru dituntut agar bisa menaikkan mood siswanya sebelum belajar. “Menaikkan mood siswa itu adalah modal awal agar mereka (siswa) mau belajar bahasa Inggris, dan ini tantangan bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Pengalaman menggunakan bahasa secara otentik menjadi tujuan utama dari pembelajaran EYL. Sebagai contoh, pada saat materi Selling and Buying, mahasiswa harus mampu menyajikan pembelajaran dengan menggunakan role play, menghitung uang dengan benar dan berinteraksi seperti penjual dan pembeli sebenarnya. Lagu dalam bahasa Inggris di awal dan di akhir pembelajaran juga menjadi kegiatan yang khas dari kelas EYL. “Lagu masih menjadi salah satu metode dalam pembelajaran. Jadi dengan menyanyikan dalam bahasa Inggris, siswa dapat dengan menghafal kosa kata dan pemakaiannya,” jelas Anin.
Pada gelar kelulusan ini juga ditampilkan berbagai penampilan seni dari siswa SD dalam bahasa Inggris. Siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 berpartisipasi aktif dalam penutupan EYL itu. Mulai dari menyanyi, fashion show, bahkan drama, semuanya ditampilkan dalam bahasa Inggris. “Ke depan, EYL diharapkan dapat lebih kreatif lagi sehingga siswa lebih nyaman belajar bahasa inggris,” harap Anin. (jal/han)