January 21, 2026, oleh

Dekan Fakultas Vokasi UMM, Dr. Lailis Syafaah, dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor perunggasan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi sekaligus penyedia utama protein hewani masyarakat. Ia menilai perguruan tinggi vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif terhadap perubahan industri.
“Mahasiswa harus mampu membaca peluang dan mengambil peran strategis di sektor perunggasan yang terus berkembang,” ujarnya.
Narasumber utama, drh. Bambang Rudianto, Konsultan Bisnis Broiler dan Layer, menyampaikan bahwa prospek usaha unggas masih terbuka luas, namun membutuhkan pengelolaan bisnis yang lebih disiplin dan terukur.
Menurutnya, tantangan utama yang dihadapi peternak menjelang 2026 bukan semata fluktuasi harga pasar, melainkan lemahnya manajemen internal usaha. Ia menekankan pentingnya perencanaan produksi, pengendalian biaya, serta pengelolaan risiko agar peternak mampu menekan titik impas (break even point) dan menjaga keberlanjutan usaha.
Sementara itu, drh. Suyud, Ketua Asosiasi Obat Hewan Indonesia (ASOHI) Jawa Timur, menyoroti aspek kesehatan ternak sebagai fondasi utama produktivitas agribisnis perunggasan. Ia menyampaikan bahwa penggunaan obat dan suplemen ternak yang tepat, aman, dan sesuai regulasi menjadi faktor krusial dalam menjaga performa produksi unggas.
“Industri obat hewan berperan strategis dalam mendukung efisiensi usaha sekaligus memastikan keberlanjutan sektor perunggasan nasional,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara peternak, industri obat hewan, dan pemerintah untuk membangun ekosistem perunggasan yang sehat dan berdaya saing. Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi dan standar mutu merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan pasar dan menjaga stabilitas industri.
Melalui kuliah tamu nasional ini, Program Studi Sarjana Terapan Agribisnis Unggas Fakultas Vokasi UMM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan industri.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan generasi profesional yang siap berkontribusi bagi pengembangan agribisnis perunggasan Indonesia.