November 3, 2025, oleh Humas Universitas

MELINTAS.ID – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan langkah nyata dalam memperkuat pendidikan vokasi dan inovasi energi hijau di perguruan tinggi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto melepas 150 mahasiswa vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menjalani Program Kerja Lapangan (PKL) internasional di Jepang selama lima tahun, sekaligus meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang menjadi model kemandirian energi kampus.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi pendidikan tinggi vokasi Indonesia untuk memperluas jejaring global sekaligus mendorong penerapan teknologi energi terbarukan yang berkelanjutan di lingkungan akademik.

Vokasi Menembus Dunia Industri Jepang

Program PKL internasional ke Jepang merupakan inisiatif UMM untuk membekali mahasiswa dengan pengalaman kerja di industri maju.

Melalui kolaborasi dengan berbagai perusahaan Jepang di bidang manufaktur, otomasi, dan sistem energi cerdas, peserta akan mendapatkan pelatihan langsung dengan standar profesional global.

Program ini bertujuan menanamkan disiplin, etos kerja, serta kemampuan teknis yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.

Selain itu, pengalaman lintas budaya dan interaksi profesional di Jepang diharapkan membentuk karakter mahasiswa yang adaptif dan inovatif.

Sebelum keberangkatan, para peserta telah melalui tahapan pelatihan intensif, termasuk penguasaan bahasa Jepang, etika industri, dan keterampilan teknis.

UMM menilai program ini sebagai bagian dari upaya sistematis membangun SDM vokasi berdaya saing global dan siap berkontribusi pada pembangunan nasional setelah kembali ke tanah air.

PLTMH UMM: Inovasi Energi Bersih dari Sungai Brantas

Dalam kunjungan yang sama, Menteri Brian Yuliarto meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) UMM yang dibangun memanfaatkan aliran Sungai Brantas.

Pembangkit dengan kapasitas 140 kilowatt ini menyuplai sebagian kebutuhan listrik kampus dan mendukung penyediaan air bersih bagi warga sekitar.

PLTMH UMM menjadi contoh penerapan energi baru terbarukan (EBT) di lingkungan pendidikan tinggi.

Proyek ini memperlihatkan bahwa kampus dapat menjadi pelopor kemandirian energi sekaligus berperan aktif dalam mitigasi perubahan iklim.

Selain berfungsi sebagai pembangkit listrik, PLTMH juga dijadikan pusat edukasi dan riset energi terbarukan.

Mahasiswa dari berbagai program studi dapat mempelajari langsung proses desain, operasional, hingga aspek sosial dan lingkungan dari teknologi mikrohidro.

Keberadaan PLTMH menjadikan UMM sebagai living laboratory bagi pendidikan energi bersih, sekaligus memperkuat peran kampus dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama pada bidang energi terjangkau dan bersih.

Kemdiktisaintek Tegaskan Relevansi dan Kemandirian Pendidikan Tinggi

Kunjungan Menteri Brian Yuliarto menandai arah baru kebijakan Kemdiktisaintek dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri global dan berwawasan lingkungan.

Pendidikan vokasi kini tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada nilai keberlanjutan dan inovasi teknologi hijau.

Kemdiktisaintek mendorong perguruan tinggi agar menjadi pusat riset terapan, pengembangan energi terbarukan, serta pelatihan SDM yang mampu bersaing di pasar internasional.

Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, industri, dan kampus diyakini menjadi kunci transformasi pendidikan tinggi menuju era ekonomi hijau.

Program PKL internasional dan keberhasilan PLTMH UMM menjadi contoh sinergi antara global exposure dan kemandirian teknologi nasional.

UMM Jadi Role Model Kampus Mandiri Energi dan Berdaya Saing Global

Universitas Muhammadiyah Malang menunjukkan transformasi konkret pendidikan tinggi melalui kolaborasi internasional dan inovasi energi bersih.

Dua inisiatif besar tersebut, PKL Jepang dan PLTMH, memperlihatkan bagaimana kampus mampu menggabungkan pengembangan SDM global dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

PLTMH menjadi simbol kemandirian teknologi dan kontribusi langsung kepada masyarakat, sementara program PKL Jepang memperkuat reputasi UMM sebagai perguruan tinggi vokasi dengan visi internasional.

Keduanya menegaskan posisi UMM sebagai kampus yang adaptif terhadap perkembangan global sekaligus berakar pada nilai keberlanjutan lokal.

Kemdiktisaintek berharap inisiatif serupa dapat diterapkan di kampus-kampus lain di Indonesia.

Pendidikan vokasi diharapkan menjadi penggerak utama dalam mencetak tenaga profesional yang kompeten, mandiri, dan mampu memimpin inovasi di berbagai sektor industri.

Arah Baru Pendidikan Tinggi Indonesia

Pelepasan 150 mahasiswa vokasi UMM ke Jepang dan kunjungan ke PLTMH menjadi tonggak penting bagi pendidikan tinggi nasional.

Keduanya mencerminkan arah baru sistem pendidikan yang tidak lagi terbatas pada ruang kelas, melainkan menyatu dengan praktik industri dan teknologi keberlanjutan.

Melalui dukungan Kemdiktisaintek, pendidikan vokasi di Indonesia diarahkan menuju paradigma baru yaitu membangun SDM unggul berkelas dunia sekaligus mandiri energi dan berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan visi besar Indonesia untuk memperkuat daya saing global dan mempercepat transisi menuju ekonomi hijau.***